[Trailer Tersedia | Baku]
-Taennie-
Kim Taehyung dan Jennie Kim adalah dua orang berbeda gender yang dipersatukan oleh kata perjodohan yang direncanakan oleh kedua orangtua mereka. Didorong keinginan untuk membahagiakan kedua orangtua, mereka akhir...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
...
Pagi-pagi sekali, Jennie sudah disibukkan dengan kegiatannya bersama kompor dan wajan panas. Ia hendak membuat tteobokki sesuai janjinya pada Taehyung kemarin malam. Wanita itu dengan telaten dan hati-hati ketika mengaduk bumbu dan kue beras dan mencicipi rasanya dari sendok yang ia gunakan.
"Ini enak," ucapnya menatap puas pada hasil masakannya. Ia kemudian memindahkan masakan yang telah dibuatnya ke dalam kotak makan dan menata yang sisa ke dalam sebuah piring.
"Nona memasak tteobokki? Kenapa tidak bangunkan bibi untuk memasakkannya untuk nona?" terdengar suara wanita paruh baya dari balik punggungnya membuat Jennie lantas menoleh.
"Bibi Jung!" serunya dengan seulas senyuman. "Aku memasaknya untuk Taehyung, Bi. Tentu saja aku tidak ingin menambah kerjaan bibi pagi-pagi seperti ini." Jennie menatap pekerja rumahnya itu dengan senyum hangat.
"Ah-ternyata untuk tuan Taehyung," ujar Bibi Jung dengan senyumannya. Kabar mengenai Jennie yang akan menikah dengan Kim Taehyung anak dari sahabat majikannya memang sudah sampai ke telinganya. Bahkan, Bibi Jung diundang untuk datang ke acara tersebut nantinya.
"Aku membuat lebih. Apa Bibi mau?" tawar Jennie. "Rasanya enak, aku jamin." Jennie memberi senyum meyakinkan ketika Bibi Jung menyuapkan satu potong ke dalam mulutnya.
Detik setelahnya Bibi Jung menatap tidak percaya pada anak majikannya itu sesaat sebelum mengulas senyum lebar. "Nona memang sangat pandai memasak. Ini enak sekali," pujinya jujur.
"Jangan lupakan Bibi yang mengajariku," ucapnya membuat keduanya lantas tertawa.
Tin! Tin!
Tawa Jennie mereda dan ia menatap Bibi Jung. "Sepertinya Taehyung sudah datang. Bi, aku pergi dulu. Jika Appa dan Eomma pulang dari Busan, katakan jika aku masuk kerja. Sampai jumpa, Bi!" Jennie melambai dengan riang sebelum ia berlalu dari dapur sambil menenteng kotak makan.
Bibi Jung mengulas senyuman tulusnya saat melihat Jennie memasuki mobil yang menjemputnya. "Tidak kusangka si kecil Jennie kini sudah menjadi wanita dewasa yang sebentar lagi akan menikah."
----
"Sesuai janji, aku akan datang ke kantormu pada jam makan siang." Jennie berujar saat mereka tengah berada di jalan menuju tempatnya bekerja.
Selama di jalan, mereka mulai menceritakan berbagai hal yang sebenarnya tidak penting untuk dibahas, seperti kenapa bangunan di pinggir jalan dibangun rapat, kenapa awan bisa terlihat empuk seperti permen kapas, bahkan mendiskusikan kenapa jalanan terbuat dari aspal dan bukan dari besi. Kedua manusia ini memang aneh bin ajaib. Sangat wajar jika mereka bersatu karena memiliki kesamaan dalam berpikir--yang tidak penting.