[Trailer Tersedia | Baku]
-Taennie-
Kim Taehyung dan Jennie Kim adalah dua orang berbeda gender yang dipersatukan oleh kata perjodohan yang direncanakan oleh kedua orangtua mereka. Didorong keinginan untuk membahagiakan kedua orangtua, mereka akhir...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Play Mulmed (Ailee - I Will Go To You Like The First Snow)
....
Jennie berkutat dengan beberapa laporan pasien yang berada di tangannya. Ia memberi tanda centang pada beberapa kolom sembari bertanya mengenai beberapa hal dengan pasiennya. Sehari sebelum menikah, ia memang memaksa ingin tetap bekerja. Padahal kedua orangtuanya sudah bersikeras melarang wanita itu untuk bekerja hari ini, tapi gadis Kim itu memiliki kekeraskepalaan yang membuat siapa pun angkat tangan.
Hubungan Jennie dan Taehyung juga tidak bisa dikatakan lancar seperti sebelumnya. Taehyung juga sibuk mengurus pekerjaannya di kantor karena ada beberapa kegagalan proyek lapangan akibat kecerobohan beberapa pihak. Akibatnya, mereka hanya bertukar pesan seadanya, itu pun di malam hari dan tidak dalam jangka waktu yang lama. Mereka saling mengerti kebutuhan tubuh mereka, yaitu istirahat di malam hari.
"Sudah banyak sekali kemajuan pada pergelangan kakimu, Yohan-ssi. Setelah ini kau bisa kembali bermain taekwondo." Jennie berucap menyudahi kontrolnya. Ia mengulas senyuman hangatnya pada remaja pria di depannya dan menutup laporan.
Remaja pria itu tampak senang mendengar kabar baik itu. "Berapa lama lagi kira-kira bisa pulih dengan sempurna?" tanyanya dengan antusias.
Jennie sengaja memasang tampang berpikir dengan gestur mengetuk-ngetukkan pulpennya pada dagunya. "Lima belas hari? Atau mungkin kurang dari situ. Yang jelas, tidak akan lama lagi." Ia mencoba menghibur dengan wajah lembutnya.
"Itu tidak lama lagi." Entahlah, Jennie merasa Yohan tengah menguatkan diri sendiri. "Terima kasih, dokter." Yohan memberi senyum tampannya yang dibalas anggukan oleh Jennie.
Setelahnya, Jennie permisi pamit untuk kembali ke ruangannya. Ia ingin menduduki bangku kerjanya setelah ia sudah berdiri hampir tiga jam untuk memeriksa pasien-pasiennya. Tungkainya melangkah pelan memasuki ruangan terapi dan ia menatap bingung pada rekan kerjanya yang tampak berkumpul dalam satu lingkaran.
"Kalian sedang bahas apa?" tanyanya sesampainya ia di dekat mereka. Sontak semua menatap ke arahnya.
Kyungsoo menggedikkan bahunya acuh sebelum meninggalkan yang lain menuju ruangan para terapis. Tentu saja hal itu membuat Jennie tambah bingung, ia menatap ke arah Rose dan Nayeon bergantian karena Chanyeol sudah menyusul Kyungsoo.
Rose menatap Nayeon dan membuat gadis cantik itu menghela napasnya. "Kami sedang membahas dokter tampan calon pemimpin kita. Heol, dia ternyata bukan pria seperti dalam ekspektasiku," ujar Nayeon menceritakan.
"Memang pantas baru pindah sudah jadi pemimpin. Dia memiliki pribadi terlalu berwibawa hingga membuat jengkel," tambah Rose membuat Jennie semakin heran.