Extra part 3b

397 17 218
                                        

Seperti detik yang berganti menit,menit yang berganti jam,haripu n terus berganti hingga menjadi minggu,bulan,dan tahun.1tahun berlangsung begitu cepat bagi Rizky dan Dinda menikmati kebersamaan mereka dalam membangun bahtera rumah tangga.Si kecil Kanaya semakin tumbuh menggemaskan dan cantik secantik ibunya.Semua orang mengatakan Naya adalah versi imutnya Dinda karena Naya menjiplak hampir setiap lekuk wajah Dinda hanya alisnya saja yang setebal milik ayahnya,dan alis tebal itu semakin membuat Naya cantik seperti boneka india.

Hari ini si kecil Naya tampak menguji kesabaran ibunya, hampir seharian terus menangis dan hanya akan diam jika di gendong sang nenek buyut.Dinda merasa kasihan melihat Rekha hingga sesore ini masih mengasuh Naya,meski Rekha tak terlihat kelelahan,bahkan hari ini Rekha nampak sangat segar.

"Sholallah 'ala Muhammad....sholallah 'ala Muhammad....sholallah 'ala Muhammad....!"Rekha tak henti melantunkan sholawat Nabi sembari mengayun-ayunkan tubuh Nayya yang berada digendongannya

Dinda mendekati Rekha,diusapnya rambut Naya yang semakin tebal dan hitam legam"Kau nakal sekali hari ini Sayang,kau tidak kasihan pada Nenek buyut,hem..?"Dinda mencubit lembut pipi Naya.Naya menepis tangan ibundanya,dan tak menanggapi ucapan sang ibunda.

"Tidak apa-apa Din,mungkin dia takut besok tidak bisa digendong nenek buyutnya!"ucap Rekha dengan tenang,tapi entah kenapa membuat Dinda merasa takut?.

"Nenek bicara apa?"desah Dinda

Rekha tersenyum melihat wajah resah Dinda,diapun kembali mengajak si kecil menyenandungkan sholawat,"Kita ucapkan salam pada Baginda Rasulullah lagi ya Sayang!"ucap Rekha mengecup pipi Naya,dan si kecil nampak riang,hingga lantunan sholawat paling sederhana itu kembali disenandungkan Rekha.

Dinda tersenyum mendengarnya, Nenek suaminya itu selalu menyenandungkan sholawat setiap kali mengasuh Naya,dan si kecil nampak menyukai lantuan indah dari suara Rekha.Iapun hanya bisa memperhatikan putrinya dan Rekha yang nampak memiliki ikatan batin yang kuat.

Hingga mobil yang dikendarai Rizky memasuki halaman mungil rumah itu,ketiganya menoleh ke arah mobil yang tak lama muncul sosok paling tampan di keluarga itu.

"Eh...ayah pulang tuh!"ucap Rekha,Rizky mendekati dan menyalami punggung tangan Rekha lalu mengecup pipi Dinda dan Naya.Naya sempat tertawa riang tapi setelah Rizky dengan kebiasaannya yang tak puas mencium Naya sekali membuat Naya menjerit kesal,lalu disusul suara tangisnya.

Plak____2tangan memukul kedua bahu Rizky,"Kau ini!"seru Dinda dan Rekha bersamaan

Rizkypun terkekeh seraya mengusap bahunya yang cukup terasa sakit akibat tepukan keras istri dan neneknya,lalu kembali menjahili Naya,dicubitnya pipi Naya"Maafkan ayah ya!"Sungguh,cara meminta maaf Rizky sangat menyebalkan bagi Naya,ia semakin keras menjerit dan menyuarakan tangisannya,membuat Rekha dan Dinda kembali geram akan ulah Rizky.

"Rizky!"hardik keduanya dengan tatapan mata yang sama mengerikannya

Rizky terkekeh lalu merangkul Dinda"Ya sudah,ayah sama bunda saja,daa...Naya!"ejek Rizky merangkul Dinda memasuki rumah membuat Naya kembali menjerit tak suka

"Rizky,kau ini menyebalkan sekali!"Dinda menepis rangkulan Rizky,lalu mendekati Naya yang segera mengulurkan tangannya kepada Dinda dan menumpahkan sisa tangisnya di pelukan sang ibunda.Rekha lekas melepas jarik yang ia gunakan untuk menggendong Naya agar tubuh Naya berpindah sepenuhnya pada gendongan Dinda.

"Uh...Sayangnya bunda,ayah nakal ya?,cup....ya Sayang,jangan menangis lagi nanti biar bunda marahi ayah!"celoteh Dinda menenangkan putrinya yang masih sesenggukan

Rizkypun merasa bersalah,ia mendekati istri dan putrinya, dibelainya puncak kepala Naya yang terkulai di bahu istrinya"Maafkan ayah ya,jangan nangis lagi.Naya minta apa biar mau maafin ayah?"ucapan sang ayah rupanya dimengerti Naya yang segera mendongak menatap Rizky

Risalah HatiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang