"Choi Seungcheol!" teriakan melengking itu menyeruak pendengaran Jeonghan. Seungcheol yang hadir dalam padanan kemeja putih serta jas hitamnya melangkah ringan bagai selebriti di atas red carpet. Menjerat berbagai pandangan mata terkagum-kagum.
"Woah, itu dia! Suami Jeonghan!" Jun menyahut antusias, sampai Minghao dan Chan serentak memandang ke arah yang sama. Sementara teman-temannya sedang fokus mengamati Seungcheol, Jeonghan hanya bisa menunduk dengan wajah pucat, berharap pria itu tidak akan menemukan keberadaannya.
Namun tentu saja itu hanya asa belaka, karena Jun tidak membuang kesempatan untuk memanggil Seungcheol. Jantungnya berdebar cepat ketika Seungcheol mulai melangkah ke arah mereka. Seandainya saja dia memiliki kemampuan untuk menghilang, saat itu juga dia pasti sudah melakukannya.
"Hei, Seungcheol! Sudah lama sekali tidak bertemu," Jun mengulurkan tangannya, yang lalu dijabat Seungcheol.
"Kau Choi Seungcheol kan? Astaga makin ganteng saja!" Minghao dan Chan ikut menyambutnya hangat.
Sementara mereka bertukar sapa, Jeonghan hanya bisa memandang ke arah lain. Sial, siapa sangka Seungcheol juga akan mengenali teman-teman sekelasnya? Seandainya dia tahu, tentu dia tidak akan hadir di sana dan terjebak dalam situasi meresahkan itu.
"Sayang," semakin saja panggilan itu menambah keresahan Jeonghan. "Ternyata kau ada di sini juga."
Jeonghan menelan ludah sebelum perlahan berbalik. Dia melihat Seungcheol sedang menatapnya sambil tersenyum. Lantas perhatian semua orang berganti padanya.
"Aku sangat terkejut ketika mendengar kalian berdua menikah," celetuk Chan sembari menunjuk ke arah Jeonghan dan Seungcheol bergantian.
"Hei, jangankan menikah, aku tidak pernah menyangka mereka saling kenal!" timpal Minghao sambil tertawa.
Baik Jeonghan dan Seungcheol hanya tersenyum menanggapi ucapan itu. Namun senyum yang Jeonghan tunjukkan tampak terpaksa, tidak seperti senyum lebar yang Seungcheol lukis di wajahnya.
"Seungcheol!" pekikan itu kembali memenuhi pendengaran. Gadis-gadis yang tadi sempat mengerubungi Seungcheol kini kembali berebut menghampirinya.
"Astaga, kau jadi makin tampan! Bagaimana kabarmu?" ujar salah seorang gadis yang menatap Seungcheol layaknya menemukan harta karun.
"Baik, bagaimana kabar kalian?" Seungcheol tak pernah lupa menyuguhkan senyum mautnya.
Kalian bisa membayangkan situasi di tempat itu menyerupai sesi jumpa fans. Seungcheol berdiri di tengah, sementara banyak orang mengelilinginya sambil berdecak kagum. Jujur saja, penampakan itu membuat Jeonghan muak.
"Choi Seungcheol terkenal sekali ya sekarang, apalagi sejak menjadi pebisnis tampan dan muda. Dia banyak berubah," ceplos Minghao di pinggir kerumunan.
"Tapi sejak dulu dia sudah cukup terkenal kok! Dia pintar, jago olahraga, sopan, dan ramah sekali. Dia juga dikenal gentleman. Belum lagi jadi kesayangan guru. Hanya saja dulu dia kikuk dan lebih pendiam," timpal Chan.
"Tidak kusangka Seungcheol akan menikah dengan Jeonghan yang dulu menjadi pria nomor satu di sekolah kita," balas Minghao sambil tertawa.
"Hei! Minggir! Kalian tidak tahu dia sudah menikah?!" Jun mendadak beralih profesi menjadi bodyguard Seungcheol. Dia mendorong para gadis itu menjauh. "Lihat, Yoon Jeongha--- ah, bukan. Choi Jeonghan. Ya, Seungcheol sudah menikah dengan Jeonghan!"
Tak sedikit dari para perempuan itu bergumam kecewa. Jeonghan sampai tidak berani melihat reaksi mereka.
"Sudahlah, lebih baik kita mulai kumpul saja. Acaranya sudah mau dimulai," usul Minghao, menyelamatkan Jeonghan dari posisi tersudut itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Long Time Admirer
Storie d'AmoreKekalahan dalam persaingan bisnis membuat Yoon Jeonghan harus menikahi Choi Seungcheol, pria yang sepuluh tahun lalu pernah menyatakan cinta padanya, yang juga ditolaknya dengan keji. Dendam yang lama bersarang dalam hati Seungcheol menjadikan perni...
