Perasaan Yesika

111 30 5
                                        

"Terkadang cinta memang membingungkan,
Karena cinta tidak bisa diatur,
Harus pada siapa rasa itu hadir."
_Berbeda_

Setelah mengantar Putri. Alex langsung menuju kantor dan meminta tolong pada sekretarisnya untuk membeli 2 gantungan kunci teddy bear sesuai permintaan Putri.

Dan sekarang Alex sudah fokus didepan leptop dan beberapa dokumen dimeja Alex, tapi tiba-tiba Alex mengingat ucapan Putri "Putri di jodohin" Ucap Alex lirih

Alex memijat antara alis kanan dan kirinya "Perasaanku gak enak, apa aku harus lepas Putri, Tuhan ? Tapi aku sayang dia" Alex bermonolog

Tok..tok...tok

Ada yang mengetuk pintu ruangan Alex

"Masuk!" Seru Alex.

Pintu itu terbuka dan ternyata Yesika

"Shalom" salam Yesika "Shalom" Yesika berjalan mendekat meja Alex dan duduk berhadapan dengan Alex

"Ganggu gak ?" Tanya Yesika, Alex menggeleng "Engga, kenapa ?" Tanya Alex "Aku cuma mau ngabarin si, besok aku pembukaan klinik, dateng ya" Ucap Yesika dengan sangat antusias

"Pasti dong" Alex tersenyum dan mengacak-acak pelan rambut Yesika "Kebiasan nih" Cibir Yesika yang di balas kekehan kecil Alex

"Oiya, Andreas masih deketin kamu?" Yesika diam "Yes...." Panggil Alex "Iya kenapa ?" Alex menggeleng-geleng "Aku tanya, Andreas masih deketin kamu ?" Ulang Alex

"Haa... Ya gitulah, gatau" Ucap Yesika seadanya "Tapi kemaren aku liat kalian berdua cocok loh" Ucap Alex menggoda Yesika

"Apaan sih, aku gak mod bahas kek gituan." Yesika membuang nafas kasar

"Iya-iya, kenapa sih ? Kok aku gak pernah liat kamu deket sama cowok ?" Yesika tersenyum hambar.

"Ya karena aku sebenarnya cinta sama cowok yang udah punya pacar."  Yesika mengalihkan pandangannya dari Alex.

"Kan sebelum janur kuning melengkung bebas untung menikung." Alex mengakhiri ucapannya dengan tawa.

"Hahaha sesat lu Lex." cibir Yesika

"Santai-santai, emang siapa cowoknya?" Yesika langsung terdiam.

"Andai kamu tau, cowok itu kamu." Batin Yesika.

"Tuh kan ngelamun aja terus," Sindir Alex .

"Ya ada lah, Intinya aku udah lama banget jatuh cinta sama dia, tapi sayang dia gak peka. Bahkan aku waktu itu ke Jakarta buat dia. Tapi ternyata dia udah sama cewek lain dan keliatan dia cinta banget sama ceweknya," Alex mengusap pelan bahu kiri Yesika.

"Sabar ya Yes, maaf ya, jangan sedih dong." Yesika tersenyum

"Iya, udah ini loh, kamu sih Lex!" Alex mencubit pipi kiri Yesika.

"Iya maaf, Yes besok acaranya jam berapa ?" Tanya Alex

"Jam 1 siang Lex" Alex mengangguk-anggukkam kepala paham.

"Pas banget, jam segitu Putri udah pulang, aku ajak dia ya ?"

Deg

Rasa sakit dihati Yesika, tapi dia mencoba tersenyum. "Hah iya gak apa-apalah, aku malah seneng kalo ada Putri." Bohong Yesika

"Oke deh, aku nanti kabarin Putri" Yesika mengangguk.

"Yaudah kalo gitu aku ke klinik ya mau persiapan buat besok." Yesika berdiri

"Aku anter ya?" Tawar Alex sambil ikut berdiri.

"Gak usah repot-repot Alex, aku bawa mobil kok."

Berbeda[COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang