"Kenyataan ini akan memisahkan Kita"
_Berbeda_
Senin pagi Putri bersama keluarganya pergi ke rumah keluarga Bagus, jam 10.00 WIB selesai pemakaman dan Putri bersama keluarga ikut ke rumah Bagus lagi.
"Bu Putri ikut saya, saya mau bicara sebentar, bisa ?" Tanya Bagus dan Putri mengangguk.
Putri dan Bagus berjalan ke taman belakang rumah Bagus, setelah sampai mereka duduk di kursi taman.
"Saya mau bilang terima kasih, terima kasih ibu telah membantu saya mengabulkan keinginan terakhir papa saya, saya tau keputusan yang ibu ambil itu sangat sulit dan mungkin membuat ibu merasa patah hati, untuk itu saya minta maaf," Bagus menatap Putri
"Pernikahan kita sebenarnya hari jumat tapi saya sudah bicarakan dengan mama saya dan tante Wulan pernikahan di undur hari senin depan, hari ini sampai jumat saya memberi ibu waktu dengan Alex pacar ibu, maaf saya cuma bisa mengundur sampai hari senin, sulit bicara dengan orang tua kita bu," Ucapan Bagus membuat Putri tersenyum
"Tidak apa-apa pak, itu cukup. Terima kasih," Bagus mengangguk
"Maaf bu, jujur saya merasa bersalah saat melihat ibu sedih dan sepertinya sangat kesulitan dengan permintaan alm. Papa saya, saya minta maaf dulu sempat memaksa ibu mencintai saya,"
"Jujur memang sangat sulit pak, saya belum siap putus dengan Alex, saya masih mencintai Alex," Air mata Putri mulai menetes
"Saya seperti selingkuh pak, saya sangat jahat, saya menerima lamaran bapak disaat saya mempunyai pacar." Putri semakin terisak
"Maaf," hanya itu yang bisa Bagus katakan, bagaimana lagi ? Ini permintaan alm. Papanya untuk terakhir kalinya, Bagus tidak mungkin mengecewakan papanya.
"Sudahlah pak tidak usah di bahas lagi,"
Putri berdiri dan mulai berjalan masuk rumah Bagus. Bagus pun mengikuti Putri dari belakang, sampai di ruang tamu, Putri pamit dengan alasan ada urusan mendadak, padahal Putri ingin menemui Alex.
***
Putri menelvon Alex dan Alex mengatakan jika dia ada di rumah. Putri langsung pergi ke rumah Alex.
Saat sampai di rumah Alex disana ada Yesika. Putri melihat Yesika, Alexa dan ibu Marta sedang bercanda dan tertawa bersama di ruang keluarga. Kehangatan dan keakraban sangat terlihat, Putri iri bisa sedekat itu dengan keluarga Alex, Yesika beruntung, itu yang Putri pikirkan.
"Hey, kenapa ngelamun ?" Alex memetikkan jarinya di depan Putri.
"Hah ? Engga kok."
"Mau gabung sama mamaku ?" Putri mengangguk.
"Yuk," Alex dan Putri berjalan mendekati bu Marta, Yesika dan Alexa.
"Mama, ada Putri nih."
"Eh, Putri sini duduk deket tante." Ibu Marta menepuk tempat duduk disampingnya, Putri pun mendekati bu Marta dan menyalaminya sebelum duduk.
Alex juga ikut duduk, Alex duduk dekat Alexa. Sedangkan Putri duduk disatu sofa bersama Yesika dan ibu Marta berada ditengah mereka berdua.
"Kok jadi diem sih ?" Ucap bu marta memecahkan keheningan.
"Emm, tadi lupa bahasnya sampai mana," Ucap Alexa yang membuat tawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Berbeda[COMPLETED]
Jugendliteratur*CERITA BELUM DIREVISI Tidak selamanya Berbeda bisa dipersatukan menjadi kesatuan yang indah. Seperti Berbeda yang dialami Alex dan Putri. Ini bukan tentang berbeda status sosial ini tentang Berbeda keyakinan Dimana dalam hubungan mereka selalu bany...
![Berbeda[COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/232682152-64-k261551.jpg)