Saling membicarakan tanpa tau kenyataan, hidup terkadang sekonyol itu ya.
“Gak nyangka ya si Ajeng kayak gitu.”
“Gitu gimana?”
“Ya, gitu. Jadi cabe yang ngehancurin hubungan orang,” kekehnya pelan.
“Lo masih percaya sama gosip itu? Bukannya belum pasti, ya?” tanya Rinda menanggapi pembicaraan yang dimulai oleh teman-temannya.
“Lo gimana, sih. Denger ya! Yang namanya gosip itu gak mandang bener atau enggaknya, kalo udah jadi tranding kaya gini tetep aja laku. Kita cuma tinggal nikmatin aja. Iya gak, sih?” Valera tak begitu peduli soal kebenaran.
“Gak ngerti gue sama jalan pikiran kalian. Aneh!” Rinda menggeleng pelan melihat kelakuan teman satu tongkrongannya.
“Emang ceritanya gimana, sih? Kok gue kudet ya.” Vina menggaruk tengkuknya dan tersenyum kikuk.
“Ah elah, udah trending dari minggu lalu juga. Lo masih gak tau? Gak ngerti gue.”
“Maklum gue kan sibuk,” cengengesnya tak berdosa.
“Ya gitu, deh. Dia ngehancurin hubungannya kak Dara sama kak Joy. Padahal mereka pasti jadi pasangan serasi kalo jadian.” Vivian menjelaskan asumsinya.
“Jadian? Bukannya kak Joy sukanya sama kak May, ya?”
“Mana gue tau, orang dari gosip yang beredarnya kayak gitu, kok.” Vivian menjawab lagi.
“Kalo lo belum tau kepastiannya, jangan main umbar aja. Inget, penyesalan selalu dibelakang.” Rinda kembali berucap bijak.
“Setuju gue,” sahut Vina setelah mendengar asumsi dari teman-temannya.
****
Dibawah terik matahari, Ajeng terduduk bersama teman-temannya. Mereka menikmati hangatnya mentari dan lembutnya hembusan angin sepoi-sepoi. Sangat menyegarkan.
Masalah yang semakin memuncak tak menyurutkan keceriaan seorang Ajeng. Meski hanya kebohongan pun ia melakukannya dengan sangat baik, bahkan mungkin terlihat sempurna.
Ajeng terus tersenyum meski pada kenyataannya ia malas untuk melakukannya.
“Ah, segarnya!” Vania merentangkan tangannya lebar-lebar.
“Cobain, deh. Kayak gue barusan,” sambungnya ke arah teman-temannya yang masih terduduk.
“Gila! Ogah gue teriak-teriak kayak lo barusan,” balas Jane masih setia dengan aktivitasnya.
“Lo juga teriak kali,” kekeh Nova menertawakan tingkah temannya.
Ajeng hanya tersenyum sesekali dan menampilkan wajah ceria untuk menjalani hari-harinya. Ia terlihat sangat bahagia, seperti tak terjadi apapun.
••••
“Ajeng, dicariin kak Dara tuh,” ucap Clara memberikan informasi.
“Iya, tadi dicariin ke kelas.” Amanda membenarkan lontaran Clara.
Ajeng beranjak pergi dari tempatnya dan berjalan menuju ruang kelasnya. Ia tak begitu terburu-buru, masih berjalan dengan sangat santai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tragis [TERBIT]
Teen FictionPre-order [25 Februari - 30 Maret 2022] Bisa beli di Shopee : cmgbekasi.store Pembayaran melalui : 1. PayPal 2. OVO 3. DANA 4.Bank Mandiri More info : 081280580215 (MinBe) 085797559818 (Author) _________________________________________ Tragis me...
![Tragis [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/220539577-64-k101016.jpg)