Quality Time

1.3K 144 33
                                        

Viny memutar mutar kursi yang di dudukinya. Setelah perdebatan kecil dia bersama dengan Gracia saat itu, sebenarnya membuat dirinya sedikit kesal. Pasalnya, Ia hanya memanggil Shani seorang diri, tapi mengapa Gracia harus ikut dengan gadis itu?

Mungkin belum waktunya Ia membicarakan hal tersebut bersama Shani, apalagi keadaannya dan posisinya mereka berdua sedang berada di sekolah.

"Gimana ya.."

Ceklek!

"Bisa gak kalo masuk ketuk pintu dulu?" tanya Viny begitu dingin saat pintu ruangannya terbuka begitu saja.

"Enggak."

Viny berdecak sebal saat Ia bertatapan dengan gadis di depannya. "Ada apa?"

"Saya mau ngobrol."

"Tumben banget."

Gadis itu menarik kursi di depan Viny. Menyimpan kedua tangannya di atas meja dengan sopan.

"Saya bisa ngerasain suasana di ruangan Bu Viny. Saya tebak, pasti Bu Viny lagi mikirin sesuatu."

"Cenayang apa kamu?"

"Bukan Beby namanya kalo gak sok tau."

Viny menatap Beby begitu jengah. Gadis itu benar-benar menjengkelkan bagi Viny.

Mungkin satu sekolah menganggap bahwa Beby adalah anak yang cerdas dan berhati dingin. Tetapi sebenarnya, Beby adalah anak yang selalu denial bahkan Ia ini memiliki sifat yang bijak dalam menanggapi sesuatu. Lain di mata Viny. Beby ini adalah murid teladan yang tidak tahu aturan. Menyebalkan. Menjengkelkan.

"Kamu gak ada kelas?" tanya Viny berusaha memastikan.

"Saya gak akan ke ruangan Bu Viny kalo ada jam."

"Bener juga. Murid pinter kayak kamu mana mau cabut dari kelas."

Beby hanya meng-iyakan ucapan Viny. Ia bersandar di kursinya sambil melihat-lihat ruangan Viny yang sudah sangat lama tidak dikunjungi olehnya.

Namun, bola matanya kembali menatap Viny saat ia mendapati gadis itu terus merenung dan melamun.

"Kenapa?" tanya Beby menatap Viny.

Viny menghembuskan napas kasar.

"Kayaknya saya butuh nomor telefon Shani."

"Wah." Beby berdecak kagum melihat kejujuran Viny padanya. "Setelah Bu Veranda dan kak Kinal, sekarang Bu Viny mau nyusul mereka berdua bareng Shani? Ckckck. Keren. Go publik kalian cepet juga ya, padahal Shan—"

"Bisa diem gak kamu?"

"Kenapa sih? Takut ketauan?" Beby menaik turunkan kedua alisnya.

"Gak usah sembarangan ya kalo ngomong. Saya gak pengecut kayak kamu."

"Cih."

"Beb."

Viny kembali menatap Beby yang masih enggan menatap dirinya.

"Hm?"

"Kamu kenal staff yang megang berkas anak-anak pindahan?"

"I know everything, Bu."

"Kasih tau saya."

"Buat Shani?" ejek Beby.

"Keluar sana kalo kamu cuma mau ngejek saya."

"Oke."

Beby beranjak dari kursinya, sebelum akhirnya Viny kembali memanggilnya.

"Beb."

ClassroomTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang