Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hendra Nusa Sanjaya
Reno masih setia memeluk tubuh abi, bahkan abi sendiri merasa nyaman dengan pelukan sang ayah.
Lihat saja ayah dan anak itu masih menyelami mimpinya, padahal sang mentari telah pamit beberapa jam lalu di gantikan oleh cahaya bulan.
Abi bangun, namun perutnya terasa berat. Pantas saja, tangan besar ayahnya mengungkungnya membuat abi susah bergerak.
Abi melepaskan pelan tangan sang ayah, tapi pergerakan yang abi buat justru membuat reno terbangun.
"Kalo udah bangun bilang dong nak, biar ayah lepas pelukan nya" ujar sang ayah dengan suara khas bangun tidur.
"Lagian kenapa anda tidur disini sih!"
"Apa salahnya, kan ayah tidur dengan putra ayah sendiri"
Abi hanya berdecih, apa dia bilang, putranya? Yang saja! Lantas kemana ia selama bertahun-tahun itu.
Reno menghela nafas, "ayah minta maaf bi, izinkan ayah menebus semua nya. Ayah janji akan mengganti waktu yang abi lalui sendiri. tolong maafkan ayah bi, jangan buat penyesalan ayah pada bundamu dan kamu semakin dalam"
"Kalo begitu bolehkah saya bertanya?" Abi menggiggit bawah bibirnya menahan sesak yang bergemuruh di dadanya.
"Tentu, ayah akan menjawab nya"
"Dimana wanita selingkuhan anda itu"
"Demi tuhan ayah tidak pernah mengkhianati bunda mu bi, itu semua hanya salah paham"
"Lantas, mengapa bunda pergi dan anda tak menahan nya"
"Bundamu di hasut bi, ayah di fitnah oleh rival bisnis ayah saat itu--- ayah sama sekali tak berselingkuh. Dan mengapa ayah tidak menahan bunda mu, karena ayah fikir bunda mu hanya pergi untuk menenangkan diri karena bunda mu tak membawa apapun dari sini. Seminggu bunda mu pergi, ayah mencarinya tapi ayah kehilangan jejak bunda dan kamu bi"
Abi sudah tak bisa lagi menyembunyikan sedihnya, perlahan liquid bening itu berjatuhan.
Ayah merengkuhnya, "maaf bi, maafkan ayah" gumamnya, menepuk pelan pundak sang anak yg sedang terisak.
"Dan maaf ayah bertemu dengan mu terlambat, harusnya bunda mu juga disini...." sesalnya
"Bersama kita, memulai dari awal... Tapi ayah terlambat bi" Reno tak bisa menahan air mata nya lagi, disana begitu banyak penyesalan.