Jalan setapak di daerah Plaka membuatku bersenandung dengan pelan, menikmati keindahan kota Athena. Perpaduan antara desain kota tua dan modern tergambar jelas dalam seiap arsitektur bangunan di sepanjang jalan. Tumbuhan hijau juga turun ikut serta dalam mempercantik tempat ini, membuat siapapun yang menghabiskan waktu di tempat ini merasa tenang sekaligus rileks.
Hari ini, aku dan Aurely menghabiskan waktu kami untuk berbelanja baju renang. Dengan enam orang bodyguard lokal yang membuntuti di belakang kami, membuatku sedikit tenang. Walaupun kami menjadi tontonan banyak orang, tapi aku menghiraukannya. Keselamatanku dan Aurely adalah nomer satu dan perasaan risih maupun malu sudah menjadi prioritas terakhirku. Henry tidak ikut dengan kami dikarenakan Ia harus membuat laporan, walaupun dia mengambil cuti beberapa hari tapi kasusnya juga tidak bisa ditunda.
Senyum bahagia tidak bisa hilang dari wajahku. Hari ini terasa sangat sempurna untukku sejak pagi. Henry membangunkanku dengan ciuman lembut dan seks yang sangat luar biasa. Saat kami sudah membersihkan diri, Ted dan Grace sudah meninggalkan rumah. Adrian keluar untuk bertemu dengan teman-temannya, sedangkan Naomi sudah menyelesaikan sarapannya bersama keluarga. Senyum sok tau Naomi, membuat wajahku memerah karena kurasa dia tau apa yang kulakukan hingga terlambat untuk sarapan.
Aku buru-buru memasakan Henry dan Aurely roti bakar, bacon dan telur. Sedangkan, Henry berusaha membangunkan Aurely yang masih tertidur di kamar yang ditempati oleh Naomi. Aku menahan senyum ketika seorang gadis kecil dengan rambut pirang berantakan mengucek matanya yang masih setengah tertidur dengan tangan kanan yang menggandeng Henry. Dia menatap makanan di depannya dan terdiam, masih mengumpulkan nyawanya.
"Aku akan mengajak Aurely untuk mencari baju renang," ucapku memotong bacon dan menyuapi Aurely yang masih tidak bergerak kecuali mulutnya yang mengunyah makannya. Aku sudah sangat mengenal kebiasaan Aurely walaupun kami baru bersama beberapa hari. Salah satunya adalah Aurely bukan ornag yang menyukai bangun pagi, seperti sekarang. "Apakah kau mau ikut?"
"Tidak. Aku harus membereskan berkasku dan menyerahkannya kepada rekanku agar dia bisa menggantikanku," ucap Henry. "Ajaklah, Naomi bersamamu! Liam sudah mengumpulkan beberapa bodyguard untuk mengawalmu."
"Baiklah."
Naomi segera menyetujui ketika aku mengajaknya berbelanja di Plaka. Setelah itu, aku membantu Aurely untuk bersiap-siap. Gadis menggemaskan itu mengenakan dress selutut berwarna pink, kuncir dua dan topi pantai – membuatnya terlihat sangat cantik.
"Aunty Alexa. Aku mau itu!" ucap Aurely mengangetkanku dari lamunanku. Aku menatap baju renang one piece berwarna putih yang ditunjuk oleh Aurely. Aku segera mengambil dan memeriksa modelnya yang tidak terlalu terbuka. Henry akan memarahiku jika aku membelikan anak kesayangannya baju yang tidak sesuai standardnya dan peraturan itu juga berlaku untukku.
"Oke..."
Kami berdua terkikik ketika aku menyuruh Aurely untuk membantuku memilih pakai renang untukku. Naomi segera mendapatkan baju renangnya di toko pertama yang kami masuki dan sekarang sedang bersantai di sebuah café untuk makan ice creamnya. Ia mengeluh jika aku dan Aurely terlalu cerewet dalam memilih pakaian. Aku memutar bola mataku ketika melihat sahabatku lebih memilih untuk menghabiskan waktunya dengan makan dibandingkan berbelanja. Setidaknya, ada seseorang yang tidak berubah.
Aku membayar baju renang kami dan segera menggandeng Aurely untuk menuju tempat Naomi berada. Naomi memberitahuku untuk segera mengunjungi setelah selesai berbelanja baju renang kami karena dia ingin mencari gaun.
"Aunty..."
"Ya?" tanyaku menatap Aurely.
"Apakah Aunty akan menikah dengan dad?" tanyanya dengan mata hijaunya yang besar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beauty of Protection
RomanceHenry adalah api, dan Alexa adalah es. Dua orang yang berbeda dipertemukan oleh sebuah takdir. Bagaimana jika dari awal mereka memang tidak boleh bersatu, tapi mereka memaksakan takdir atas nama cinta. Dapatlkah perlindungan yang ditawarkan oleh Hen...
