CHAPTER 11

11.1K 726 31
                                        

BWAT YG PNG TAHU PERASAANNYA ALEXA YG SEBENARNYA, COBA DEH DENGERIN LAGUNYA PLEASE DON'T SAY YOU LOVE ME BY GABRIELLE APLIN>>

.................................................................................................

Aku menatap kantor Elly dengan tangan gemetaran. Aku berusaha sebaik mungkin menampilkan wajah tanpa ekspresi. Aku tidak ingin Elly menyadari segala masalah yang sekarang sedang berputar di otakku. Bagaimana mungkin - aku, seorang Alexandra Harvard mengandung sesuatu? Aku hanya melakukannya satu kali dan tiba - tiba saja.....

Tubuhku gemetaran membayangkan ada sesuatu yang tumbuh dalam perutku. Aku harus segera mencari dokter yang dapat menggugurkan kandunganku sebelum semua orang tahu tentang kehamilanku atau Mr Presscot melakukan sesuatu yang bodoh untuk menggagalkan rencanaku.

"Maaf menunggu lama," ujar Elly duduk di depanku. "Kau tidak datang di empat pertemuan terakhir kita dua bulan lalu. Mengapa?" tanya Elly menatapku dengan pandangan menilai.

Setelah mengetahui kalau Elly tidak memiliki hubungan dengan Mr Presscot, aku memutuskan untuk menghentikan absenku untuk mendatanginya. Aku mengeluarkan note penolongku dan menulis jawabanku.

Aku sedang sibuk dengan hal lainnya.

Elly tersenyum dengan wajah sedih. "Kau berbohong, Alexa! Apakah ini ada hubungannya dengan keberadaan Henry di apartemenku?" Aku segera menggelengkan kepalaku. "Kau berbohong lagi! Dengar, sesi kita tidak akan pernah berhasil jika kau tidak pernah mau membuka dirimu kepadaku." Mulutku membuka ketika melihat Elly memarahiku dengan wajah kesal. Elly menghembuskan nafas panjang dan menggelengkan kepalanya. "Maafkan aku. Kurasa hormon kehamilanku mulai menguasaiku kembali."

Secara tidak sadar, mataku menatap perut Elly yang telah membesar. Bayangan diriku akan memiliki perut sebesar itu di beberapa bulan kedepan segera tercetak jelas. Aku mengambil note penolongku dan mulai menulis pertanyaan yang akan kusesali beberapa detik lagi.

Apa yang kau rasakan saat kau menyadari dirimu hamil untuk pertama kalinya? Maksudku, sesuatu di perutmu itu bukanlah sesuatu yang kau harapkan, bukan?

Elly tertawa setelah membaca tulisanku. Aku berusaha keras untuk tidak memutar bola mataku. Hormon tolol. "Aku berniat untuk mengaborsi bayiku pada awalnya, tapi setelah beberapa waktu aku mulai menyayangi bayi ini dan memutuskan untuk membesarkannya sendiri. Percayalah kepadaku setiap wanita memiliki sisi keibuan. Walaupun, kau membenci ayah bayi yang kau kandung ataupun kau tidak menginginkannya - tapi, perlahan kau pasti akan menyayangi bayimu."

Mengapa kau tidak memberitahu ayah bayimu kalau kau mengandung anaknya?

Elly menatapku dengan tatapan sedih dan berbisik pelan. "Karena aku tahu dia tidak mencintaiku dan dia telah jatuh cinta dengan perempuan lain yang lebih membutuhkannya."

Aku menutup mataku dan mencoba untuk meresapi perkataan Elly. Aku masih lebih beruntung darinya karena Henry mau bertanggung jawab dengan sesuatu yang berada di kandunganku. Tapi, bukan Henry masalahnya - akulah orang yang bermasalah. Apakah aku sudah siap menjadi seorang ibu?

*******

Aku mendengar suara orang saling berteriak dari dalam rumahku. Keningku segera berkerut mendengar suara itu. Aku mengenali suara Adrian yang terdengar seperti bertengkar dengan orang lain. Apakah dia bertengkar dengan Ted? Anak itu selalu mencari masalah dengan orang lain.

Aku buru - buru masuk ke dalam rumah dan mulutku segera membuka ketika melihat Mr Presscot adalah orang yang diajak bertengkar oleh Adrian. Ted tampak berusaha keras untuk menahan Adrian yang tampak ingin meninju Mr Presscot. Mataku membesar ketika melihat pinggiran bibir Mr Presscot berdarah.

Beauty of ProtectionCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang