Hai DAZUDER! Author mau tanya dong. Emang cerita ini alurnya makin ngaco ya? Atau makin nggak jelas? Tolong komentar ya, supaya author bisa perbaiki lagi ✨🙏
Ingat, aku sangat membuka bagi siapapun yang mau memberi kritik dan saran pada cerita Dazzle. Jadi buat kalian yang merasa pas baca kok ceritanya agak gimana, tanda baca masih ada yang salah, dll komentar aja nggak apa-apa kok✨🙂
****
DAVIAN membuka pintu rumah dengan sedikit kasar. Lalu langsung pergi ke kamarnya tanpa menyapa sang ibu yang kebetulan sedang menonton televisi di ruang keluarga.
Ibunya yang masih bersantai sambil memakan camilan harus menghentikan sejenak makannya dan menatap ke arah anaknya dengan tatapan heran. Batinnya, "ini anak kenapa? Kok pulang-pulang emosi nggak jelas?"
Wanita paruh baya itu memutuskan untuk menyusul anaknya dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
Sementara Davian, ia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terutama pada kedua tangannya. Ia tak mau bekas hewan paling menjijikan di hidupnya itu masih menempel padanya.
Tok, tok, tok!
"Dav, kamu nggak apa-apa kan? Kenapa kamu pulang-pulang emosi nggak jelas? Dav!" panggil ibunya.
Davian yang dasarnya memang memutar lagu di kamar mandi, tak bisa mendengar perkataan ibunya. Dia hanya sibuk menghayati lirik-lirik dalam lagu tersebut.
Beberapa kali ibunya mengetuk pintu kamar Davian namun tak ada jawaban. Akhirnya, wanita itu langsung masuk ke dalam kamar anaknya yang terlihat berantakan.
Wanita itu menghela napas dan menggelengkan kepala ketika melihat betapa malasnya anak itu. Sebagai ibu yang baik, ia segera membereskan semua itu agar terlihat bersih dan enak dipandang.
Ceklek....
"Lho ma, ngapain?" tanya Davian.
Davian keluar kamar mandi dengan hanya menggunakan bagian bawah saja, serta handuk putih yang menggantung di lehernya.
"Dav, sudah berapa kali sih mama bilang kalau kamu jangan jorok? Lihat, masa kamar kaya kapal pecah!" tegur ibunya.
Anak itu hanya menganggukkan kepalanya sembari mengeringkan rambutnya yang basah. Ibunya yang melihat keadaan anaknya masih setengah telanjang, langsung pergi ke arah lemari dan mengambil sebuah kaos, lalu memberikannya pada Davian.
"Nih, kamu pakai baju dulu! Kebiasaan kamu nggak pernah hilang, kayak papa kamu dulu deh." ucap ibunya.
"Iya lah, kan aku anak papa. Kalau kebiasaan ku mirip sama tetangga, itu perlu di curigai." polos Davian.
Plak!
"Kurang ajar ya kamu! Jelas lah kamu anak kami. Jangan ngaco deh kamu!" tutur ibunya.
Kring.....
Dering teleponnya berbunyi keras, pertanda ada panggilan masuk.
"Tuh ada telepon, angkat tuh. Mama ke bawah dulu." pamit ibunya.
Davian segera memakai bajunya dan mengambil handphone miliknya. Terlihat di sana tertera nomor yang tidak dikenal. Akhirnya lelaki itu membiarkan panggilan itu terus berbunyi sampai nantinya berhenti sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
DAZZLE [COMPLETED]
Teen FictionDavian Marven, lelaki dengan ketampanan dan kepercayaan diri yang tinggi. Ia yang biasa di puji para kaum hawa hingga banyak yang ingin memiliki. Namun, ketika ia bertemu dengan perempuan gendut, jelek, pendiam, penyuka tokoh fiksi beserta novelnya...
![DAZZLE [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/224058241-64-k94605.jpg)