📌37

6.4K 84 6
                                        


~Typo Gengerss~

.

.

.

Pagi hari seperti biasa setelah zee kembali pulang ke london suasana hati queen tak terlalu buruk ia mulai bisa mengontrol emosi dan pikirannya. Alvian slalu ada di sampingnya saat keadaanya down. Di meja makan queen menyiapkan makanan suaminya melayaninya dnegan baik. Mereka lalu pergi kekantor.

Skip*

Setelah sampai di perkarangan halaman kantor queen dan alvian masuk keruangan masing-masing. Queen dan alvian akan ada janji nanti untuk meeting di cafe wallace. Queen menyiapkan bahan presentasi dan mereka langsung on the way ke cafe. Didalam mobil queen merapihkan pakaian suaminya agar slalu baik di depan kliennya.

"Makasih baby untung kmu sekretaris aku kmu slalu tau apa yg aku butuhin"

"Ya sayang.. semoga lancar nanti meeting kita"

Setelah beberapa menit queen dan alvian sampai. Klien mereka telah menunggu.

"Hallo mr. bara maaf kan saya sedikit terlambat"sapa sopan alvian smbil berjabat tangan.

"Oh no tidak apa-apa saya juga baru datang pak silahkan duduk"bara menyuruh alvian dan queen duduk smbil memesan sesuatu.

"Baiklah perkenalkan ini sekretaris saya namanya queena"alvian memperkenalkan queen pd bara merekalalu berjabat tangan.

"Wah sekretaris anda sangat cantik ya pak alvian"goda bara membuat alvian sedikit geram.

"Baiklah mari kita mulai presentasinya"alvian mengalihkan pembicaraan.

Queen mulai menjelaskan semua proyeknya kepada bara. Daritadi bara melihat queen dengan begitu kagumnya membuat alvian sangat geram.

"Baiklah itu saja presentasainya.. terimakasih"queen lalu menutup pembicaraannya.

"Wah saya suka dengan penjelasan kamu queen baiklah saya akan berkerja sma dngn perusahaan kamu"bara bertabat tangan dengan queen sambil mengedipkan matanya menggoda queen didepan alvian.

"Saya membatalkan kerjasama ini"sahut alvian dengan dingin dan tatapan tajam tak lupa.

"Loh kenapa saya setuju untuk berkerja sma"bara kebingungan.

"Saya ga suka bekerjasama dengan orang seperti anda yg mencoba menggoda sekretaris saya dritadi"alvian mencoba menahan emosinya.

"Hah why? Saya tanya anda siapa queen dia hanya sekretaris anda kan jdi saya boleh dong mendekatinya lagi pula saya single"jawab bara dengan tengilnya smbil memegang tangan queen.

Bugh

Bugh

Bugh

Pukulan alvian terdengar nyaring di cafe wallace semua pengunjung melihatnya. Tanpa sengaja tangan alvian menyentuh pecahan gelas yg ia gebrak mejanya sampai tumpah.

"She's mine bro dia istri saya jngn coba-coba menyetuh milik saya.. kamu mengerti"tegas alvian membuat bara terkejut.

"Hah seriously? T-tapi dia sekretaris.."ucap bara terpotong.

"Dia sekretaris sekaligus istriku jdi tolong jngn menyentuhnya lgi dengan tangan kotor kau atau tanganmu akan saya patahkan"ancam tegas alvian.

Queen yang dritadi mengusap punggung suaminya agar emosi alvian meredah lalu menarik alvian keluar dari cafe trsbut dan masuk kemobil.

"Sayang kamu hampir bunuh dia"khawatir queen saat melihat tangan alvian berdarah saat terkena pecahan gelas.

"A-aku.. dia.. dia udh nyentuh kamu.. dia udh nyentuh milik aku.. queen a-aku.."alvian dengan terbata-bata membuat queen khawatir dan langsung memeluknya.

"Heii udh ya.. dia gaakan rebut aku kok kamu tenang sayang aku milikkamu udh ya aku disni sma kmu"queen menyenderkan kepala alvian di dadanya sambil ia elus rambut alvian agar tenang.

"Baby dia udh nyentuh kamu.. aku gasuka huahhh.. ehm aku mau nen aku aus"alvian menirukan suara anak kecil membuat queen gemas.

"Iya yaudh kita kemobil dlu ya gaenak disni nanti punya kamu di liat orang mau hm"goda queen lalu di angguki alvian.

Mereka lalu meninggalkan cafe dan masuk kedalam mobil. Alvian yg seperti org tak sabaran sambil menenggelamkan kepalanya di dada queen dan mendusel. Queen yg mengertipun tau apa yg dinginkan suaminya.

"Ututu mau susu ia sini aku bukak dulu ya. Nih nennya"queen menyodorkan pinapelnya lalu langsung dikemut dengan cepat oleh alvian.

"Ahh sabar sayang aus banget ya"queen mencium kening suaminya yg sedang nen.

Desahan sedikit terdengar karna alvian mengemutnya dengan tak sabaran. Queen jadi tersenyum mengingat betapa cemburuannya seorang alvian kalau sampai dirinya hanya di pegang oleh laki-laki lain. Sampai akhirnya alvian menyelesaikan menyusunya.

"Nanti lanjut aja dikamar sekrang kita pulang aku akan buat kamu secepatnya nanam benih cinta kita sayang"alvian mengelus perut datar queen.

"Iya aku nurut aja.. buat aku ga bisa jalan seminggupun hayuk asal kmu jngn mikir kalau aku akan ninggalin kmu.. aku sangat mencintaimu alvian gavintala mahendra"

"Aku jauh lebih mencintai kamu queena larasati nugroho.. ibu dari anak-anakku"

Mereka lalu berciuman dengan sangat dalam mereka selalu kompak untuk saling menyayangi. Queen dan alvian lalu pulang kerumahnya karna kantor tak ada lagi pekerjaan.

Bersambung..
Next:|

MINE {Tamat} Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang