37

1.4K 221 25
                                        

"Apa yang kamu lihat? Pergi panggil suamimu kesini! Aku tidak mempunyai urusan denganmu!" Bentakan yang kedua kali Jisoo terima. Gadis itu sudah tak lagi bergeming di tempatnya.

Meski dengan napas berat, gadis itu memberanikan diri melangkah maju. Mendekat pada sosok wanita kurus tak terurus yang mengalihkan pandangannya-kemanapun asalkan tidak tertuju pada Jisoo.

"Aku sudah meminta izin Taehyung, aku ingin ikut menemui mama."

Choi Yoonji terlihat membuang wajahnya berikut pandangannya yang dingin ketika Kim Jisoo mengambil tempat dikursi yang sebelumnya diduduki oleh Kim Taehyung. Kini netra dingin dan runcing milik Yoonji berpaling ke arah dinding kaca yang tengah memantulkan bayangan keduanya seolah ingin menembus lapisan kaca itu.

"Mama..."

BRAKK

Suara Jisoo yang mengalun halus terputus lantaran suara nyaring meja yang digebrak oleh Choi Yoonji mengejutkannya. "Aku tahu kamu sedang ingin menguji aku, Kim Taehyung.. keluar dan bicara denganku sekarang. Sebelum kesabaranku sudah habis," Ujar wanita itu terlihat murka sejak urat-urat diwajah tirusnya menonjol dan bibirnya yang ditarik sampai menipis.

"Kim Taehyung bilang kau boleh bicarakan semuanya padaku. Aku yang menerima teleponmu waktu itu, Ma" Jisoo kembali dibuat terhenyak diam saat sorot mata Yoonji menghunus kepadanya.

"Aku tidak ingin bicara denganmu, sebaiknya kamu tinggalkan ruangan ini dan panggil suamimu atau seret dia kalau perlu," Desisnya memperdengarkan suara napas yang terengah-engah.

Jisoo meringis pelan, mengais sedikit keberaniannya yang tersisa untuk memutuskan ia akan bertahan. Meski keadaan Choi Yoonji yang sedang berada dihadapannya begitu mengerikan sekaligus memprihatinkan.

"Apa yang membuat diriku dan Taehyung berbeda dimatamu? Kami berdua memiliki pertanyaan yang sama.."

Kini situasinya berbalik membungkam mulut Choi Yoonji. Cukup lama bibir tajamnya itu terkatup rapat tapi tidak mengurangi sedikit luapan rasa benci dari pancaran matanya.

"Benarkah semua ini berasal dari idemu tuk membunuh? Kenapa mama berpikiran untuk menyakiti Appa? Jika kau mencintainya, kau tidak mungkin sanggup melukainya.."

"Tentu saja, karena dia sudah menghalangi jalanku untuk mendapatkan Seokhwan. Satu-satunya cara agar Seokhwan bisa mencintaiku lagi adalah menyingkirkan sampah-sampah itu. Gadis bodoh sepertimu tidak akan bisa mengerti,"

Choi Yoonji kembali melanjutkan, "Dan akui saja, kau juga.. Pasti menginginkan Seokhwan hanya untuk dirimu sendiri 'kan? Kau juga pasti pernah membayangkan jika seandainya Kim Taehyung dan Ibu nya lenyap, kamu tidak akan kehilangan yang namanya keluarga."

Kim Jisoo menundukkan wajah, mengamati kepalan tangan yang mengetat di atas permukaan meja.

"Kau salah mengerti aku. Tapi aku tidak pernah salah mengerti kamu. Aku bisa melihat semua kekejaman ini bukan sepenuhnya berasal dari kamu." Gadis itu kembali mengangkat wajahnya, mengamati wajah Yoonji lalu mengukir senyum yang menjemukkan.

"Gadis gila." Desis Yoonji yang terpotong cepat oleh kata-kata Jisoo lagi..

"Aku tahu mungkin salah, tapi aku berharap.. sangat berharap jika ide pembunuhan ini murni bukan berasal dari dirimu! Aku tahu kamu tidak akan mau melakukannya--"

"Tutup mulutmu!"

"Kamu tidak pernah mengajariku untuk menyakiti siapapun bahkan semut sekalipun!!!"

"Diamlah aku tidak ingin membahas itu--"

"MAMA SELALU BILANG UNTUK MENGASIHI ORANG-ORANG YANG TIDAK SEBERUNTUNG DIRIKU,"

She Married Stranger (REMAKE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang