24 - 17+

7.4K 505 160
                                        


Hayo siapa yang buru-buru buka chapter ini setelah ada notif 17+ nya..


"Oppa.. aku mau bicara," Tukas gadis yang sedang melipat kedua tangannya di atas perut rupanya telah menanti-nanti Kim Seokjin keluar dari kamar rawat inap pasien VIP.

Kim Seokjin menghempas udara kekhawatiran pekat dari celah bibirnya sesaat ia mendapati tatapan dingin penuh hasrat ingin menginterogasi menyerbu manik matanya.

"Ada apa Jisoo?" Sahut Seokjin lembut, tentu saja dengan pembawaannya yang selalu tenang dan juga menipu.

"Aku udah tau semuanya.." ucap Jisoo terdengar ambigu dan mengancam eksistensi senyum tenang seorang Kim Seokjin.

"Semuanya?" Seokjin hanya bisa membeo sebagai cara menahan diri. Lagipula dia merasa tak sepenuhnya yakin dengan pengakuan gadis itu.

"Oppa berbohong, sebenarnya Kim Taehyung ajussi bukan pria jahat dan appaku tidak pernah datang ingin menjemputku.." cetus gadis itu.

Syukurlah, ternyata firasat Seokjin memang benar.

"Hm-mm, lalu?"

"Aku ingin oppa mengakuinya dan memberikan alasan mengapa kamu jadi begitu licik?" Tuntut Jisoo jatuhnya malah bikin Seokjin tambah gemas.

"Baiklah, aku minta maaf Jisoo.. aku sangat ingin merebutmu dari Kim Taehyung, hanya itu." Ujar Seokjin mengangguk-anggukkan kepalanya seraya tersenyum jenaka. Sementara dahi Jisoo mengernyit heran sama sekali tak menemukan tanda-tanda bersalah pada laki-laki itu.

"Aku tidak suka kau yang seperti ini. Aku kecewa padamu Oppa."

Seokjin tertegun hingga senyum jenaka yang selalu lekat dengannya itu pun sirna berganti wajah serius.

"Berbohong bukanlah cara yang tepat untuk mengesankan aku. Aku pun heran selama aku mengenalmu mungkin ini adalah pertama kalinya aku melihatmu melakukan hal bodoh."

"Jisoo-ya..."

"Aku percaya, oppa adalah satu-satunya orang yang tidak akan meninggalkan aku jika aku benar-benar ditinggalkan seorang diri. Aku sangat percaya padamu karena aku hanya mengenal kau sebagai satu-satunya orang baik yang tulus berada di dekatku.. dan aku tak percaya orang yang ku percaya malah mempermainkan aku seperti ini.."

"Lalu apa yang aku dapatkan semisal aku tetap menjadi orang baik yang selalu terlihat tulus di depanmu Jisoo-ya? Menjadi temanmu? Oppa tidak cuma ingin berakhir jadi temanmu.. kau tahu oppa masih menginginkan kamu.." Seokjin maju selangkah merapatkan diri pada gadis yang kentara jelas menunjukkan rasa enggan di dekati olehnya.

Hingga gadis itu akhirnya tak dapat bergerak lagi karena dinding lorong yang menghentikan langkahnya.

Napas Jisoo tertahan sewaktu wajah Seokjin kian mendekatinya, menatapnya lekat, dan membuat perasaannya campur aduk.

"Jawab aku Jisoo? Kamu masih menyukaiku kan?"

Jisoo nampak mengedarkan matanya, bibirnya nampak terbuka sebelum akhirnya menutup lagi.

"Aku.."

"Katakan,"

"Aku menyukai oppa, tapi.. kita sudah tidak bisa bersatu lagi sebagai pasangan.. dan juga saat ini aku telah menikah, jadi, apa salahnya jika aku menginginkan kita memiliki hubungan baik meski diantara kita sudah ada pasangan.."

"Aniyo, sudah aku katakan aku tidak ingin menjadi temanmu. Aku ingin lebih dari itu.."

Jisoo mendesis pelan saat telapak tangan Seokjin menyentuh pipinya. Ia tak lagi suka dengan sentuhan itu. Rasanya seperti panas membakar wajahnya.

She Married Stranger (REMAKE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang