Gayoon sedang memandangi sekeliling kolam renang di dalam rumah megah seorang teman kampusnya. Sudah banyak menit ia habiskan menunggu kedatangan sang empunya rumah. Tapi, sepertinya Gayoon mulai dilanda rasa bosan jika terus-terusan menunggu tapi tak melakukan apa-apa. Ia pun memutuskan untuk menjelajah tiap-tiap ruangan di lantai satu rumah, meneliti nilai-nilai artistik dari furnitur rumah, hingga berakhir di pintu kaca yang menghubungkan dengan kolam renang.
Bukannya Gayoon tidak sopan. Dia sudah lebih dulu meminta izin untuk menunggu di dalam rumah dan tentu saja Pria yang ditemuinya tadi mengizinkannya. Mereka juga sempat mengobrol sebelum Pria yang mengobrol dengannya itu pamit sebentar untuk menelpon kedua anaknya.
Udara di sekitar kolam renang ini cukup segar. Di tambah cuaca hari ini tidak begitu cerah dan tidak juga mendung. Segalanya terasa begitu pas, seperti halnya kedatangan Jisoo dan sang suami yang dapat dengan mudah ditebak sejak bunyi langkah kaki berasal dari lorong yang lebih dahulu dilaluinya.
"Gayoon-ah.." Panggil Jisoo langkah kakinya berakhir tepat dihadapan Gayoon yang membalik tubuhnya.
"Oh, Jisoo-ya.. kamu sudah kembali."
"Sudah lama ya kamu menunggu? Maaf ya, aku baru membaca pesanmu tadi waktu perjalanan pulang." Kedua tangan Jisoo terulur menangkap kedua tangan Gayoon.
"Tidak apa-apa Jisoo, aku tidak masalah menunggu kamu mau selama apapun.." Balas Gayoon tersenyum memandangi kawannya yang tinggal di rumah se-fantastis ini. "Tunggu.. Kamu kenapa? Apa yang terjadi dengan mata kamu?"
Jisoo mengulum senyum tipis seraya menggeleng. "Aku baik-baik saja, kamu sudah makan belum? Appa bilang kamu cuma minta dibawakan air minum saja."
"Aku belum lapar." Detik selanjutnya Jisoo menarik satu lengan Gayoon dan memeluk lengan itu hingga Gayoon mengerjap kaget.
"Kalau gitu ayo kita makan, kamu mau makan apa? Aku punya personal chef handal loh, dia dari Italy.." Tukas Jisoo membisiki teman barunya itu hingga wajahnya tercengang. Jisoo juga jadi terlihat lebih ceria dari awal ia menginjakkan kakinya di rumah dan semenjak Ia melihat Gayoon ada di rumahnya.
"Ka-kamu doyan masakan Italy?"
"Enggak juga sih, dia bisa masak apa aja yang kamu suruh kok.. Suamiku juga baru-baru ini memperkerjakannya, katanya sekalian mengajariku memasak." Ujar Jisoo dengan polosnya. "Ah.. aku juga bisa memasak untukmu? Kamu mau makan apa Gayoon-ah?"
"Makasih deh, pasti masakan kamu hancur banget rasanya sampai suamimu merekrut chef handal." Gumam Gayoon meneguk ludah. "Aniyo, gwenchana." Tolaknya memamerkan senyum gummy-bear yang membuat Jisoo terpana dalam beberapa saat seolah tubuhnya terlempar ke masa lampau antah berantah.
"Jisoo-ya.. sebenarnya aku datang ke rumahmu karena ada hal serius yang ingin aku katakan," Senyum gummy Gayoon lenyap begitupula lamunan singkat Jisoo.
"Apa?"
Gayoon terdiam. Irisnya yang biasanya selalu terlihat tenang dan menyenangkan kini terasa begitu berbeda.
Sementara itu perhatian Jisoo yang meneliti ke dalam iris Gayoon teralihkan oleh kehadiran Taehyung di tengah-tengah mereka.
Kim Jisoo mengulas senyum, ia pikir ini adalah saat yang tepat untuk memperkenalkan sang suami dengan sahabat barunya di kampus. Akan tetapi, binar mata dan niat menggebu-gebu Kim Jisoo mengenalkan gadis yang digandengnya itu pudar saat ia menyadari kedua manusia itu saling memandang seolah terdapat benang merah yang menghubungkan kedua manik mata mereka.
"Ka-kalian.. um maksudku, Taehyung-ssi.. kenalkan dia temanku." Hati kecil Jisoo berbisik, semoga saja apa yang ada dipikirannya hanya kuat dugaan saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Married Stranger (REMAKE)
FanfictionJisoo, seorang gadis cengeng tapi nakal, manja dan keras kepala sedang menjalani proses menuju kehidupan yang lebih baik untuk menebus kesalahan-kesalahannya pada Sang Ayah. Namun di tengah-tengah prosesnya meninggalkan kebiasaan buruknya, dia dinik...
