Pagi kembali menyapa. Suara burung bernyanyi bersahutan dan seluruh ruangan kamar dihiasi cahaya kuning muda matahari yang muncul sembunyi-sembunyi. Perlahan-lahan jendela hati gadis itu terbuka. Tumben sekali Jisoo bisa bangun pagi tanpa dibangunkan.
Aah.. aku masih di tempat yang semalam,
Jadi ini bukan mimpi,
Itu artinya statusku sekarang sudah berganti menjadi seorang istri,
Istri dari pria yang tak ku kenal..
Tak ku sangka mimpi terkutuk yang terasa sangat nyata itu, malah sungguh jadi kenyataan.
Jisoo menghela nafas kecewa karena yang ditatapnya kini bukan langit-langit kamarnya. Aroma kayu manis masih menguar bercampur bau embun. Kim Jisoo mengerjap, cukup mengenali bau di tempat pertama kali Ia datang menghabiskan malam setelah pemberkatan pernikahan singkat bin sederhana alias dadakan kayak tahu bulat.
Dan orang asing itu, Tuan Kim, seorang pria bersurai hitam yang sedang berbaring disebelahnya. Memandangi gadis itu seolah Jisoo adalah sebuah Mahakarya. Bibir Tuan Kim membentuk lengkungan dalam, ah tidak, lebih mirip seringaian setelah gigi-gigi putihnya nampak kelihatan. "Selamat pagi."
"Ah, kkamjagiya!" Pekik Jisoo begitu menoleh ke arah kirinya. Gadis itu melonjak mundur namun bahunya tertahan oleh tangan kekar yang entah sejak kapan menjadi bantalannya selama ini tidur. Jisoo tidak ingat apapun tentang semalam, celaka, bagaimana bisa Ia jatuh tertidur pulas bersama orang asing ini! Apalagi Ajussi Kim bukanlah sembarang orang, dia binatang buas yang sedang kelaparan.
Tangan Tuan Kim menarik Jisoo untuk tetap berada pada jarak yang dekat dengannya. Wajah Tuan Kim yang memang, tampan, ya begitulah ada sinar terang yang terpancar di mata lelaki itu. Terang dan berkilauan sehingga Jisoo tak bisa berlama-lama menatap dalam jarak selisih satu senti dari cuping hidung keduanya.
"He-hei Ahjussi, jauhkan tanganmu, apa-apaan ini?!" Protes Jisoo sewaktu satu pipinya dihinggapi tangan Tuan Kim yang besar terasa dingin.
Lagi-lagi Jisoo merasa sakit seperti disengat listrik.
"Panasnya sudah turun. Demamnya sudah hilang." Ujar Kim Taehyung. Seharusnya Jisoo tahu dari awal niat Tuan Kim menyentuhnya bukan hanya semata-mata ingin mengecek suhu tubuh. Ibu jari Tuan Kim sangat lancang membelai lembut pipinya yang bersemu merah muda. Bibir bawah Jisoo yang memiliki bentuk seperti hati pun tak luput dari sapuan lembut itu.
"Syukurlah, kalau begitu kita bisa melanjutkan bulan madunya.." ucap Tuan Kim dengan seringai misterius yang tak mengurangi sedikitpun kadar ketampanannya.
Dagu Jisoo yang bulat dicubit sehingga Tuan Kim dapat melihat warna merah bagian dalam bibir Jisoo yang menggoda. Dia nampak tidak sabaran ingin sekali menikmati rasa gadis muda yang kini sudah sah menjadi istrinya.
Tu-tu-tunggu, apa katanya barusan?
Lanjutkan bulan madu?
"H-hei Ajussi! Tunggu!" Satu tangan Jisoo terangkat menempelkan ke lima jari-jarinya yang lentik membentuk gestur stop.
"Tidak ada yang namanya bulan madu! Kau dan aku tidak punya hubungan seperti suami istri sungguhan. Pernikahan itu sama sekali tidak dapat diperhitungkan sebagai pernikahan yang sah! Aku bahkan sudah mengatakannya padamu di kolam!" Bahkan diperhitungkan dalam pecahan desimal sekalipun, Jisoo tidak sudi.
"Pernikahan kita jelas sah dan telah terdaftar di negara."
Satu tangan Tuan Kim terangkat dan menggenggam pergelangan tangan Jisoo yang sedang menunjuknya. Seolah tidak perduli sama sekali dengan kecaman yang dikemas sangat galak oleh gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Married Stranger (REMAKE)
FanfictionJisoo, seorang gadis cengeng tapi nakal, manja dan keras kepala sedang menjalani proses menuju kehidupan yang lebih baik untuk menebus kesalahan-kesalahannya pada Sang Ayah. Namun di tengah-tengah prosesnya meninggalkan kebiasaan buruknya, dia dinik...
