"Semua ini ulahnya Tuan Son, Dad."
Sambil mendesah pendek Seokhwan menekan pangkal hidungnya. Dia bukannya terkejut karena murid sekaligus orang yang paling dipercayainya berkhianat. Seokhwan hanya khawatir karena musuh itu terlalu dekat dengan keluarganya.
"Tuan Son berkomplot, sejauh ini orang penting yang ikut menjalankan rencana kotornya menjatuhkanmu adalah Jaksa Cho."
"Yah, aku tahu. Itulah mengapa Jaksa Cho menambah kasus narkoba di pesta Jisoo, untuk memperkeruh suasana yang ada." Cetus Seokhwan membuat semua tudingan saling berkesinambungan.
Taehyung mendadak kehilangan fokus. Dia tiba-tiba melamun di tengah-tengah percakapan serius dengan sang ayah ketika mendengar nama gadis itu tercetus. Jantungnya berdetak keras, nurani terus-terusan memojokkannya karena sejak ia tiba di London hingga sekarang belum juga memberikan kabar apa-apa kepada sang istri. Dia benar-benar membuat dirinya menghilang seperti laron bajingan.
"Ada apa?" Tanya Seokhwan malah jadi panik.
Taehyung menggeleng cepat seraya tersenyum lebar untuk mengusir serangan panik sang ayah.
"Tidak ada apa-apa, ayah.. sampai mana tadi?"
"Katakan saja, ayah tidak bisa kau bohongi Taehyung." Desak Seokhwan meneliti topeng yang terlalu sering dikenakan putranya bersama Marlyn.
"Aku sangat merindukannya," ucap Taehyung dengan raut dan nada yang amat tersiksa.
"Padahal jika kamu ingin membawa Jisoo kesini, aku kira tidak ada masalah.. kau tidak perlu melindungiku lagi."
"Menurutku belum saatnya dia tahu akan hal ini."
Seokhwan mendeham paham. Terlihat jelas sorot takut kehilangan di manik mata pria itu.
"Tidak sampai aku bisa memenjarakan Tuan Son dan para gundiknya juga semua yang terlibat membantunya. Aku akan memberitahunya disaat semuanya sudah baik-baik saja." Semakin Taehyung mengungkapkan kegelapan isi hatinya, semakin ia menunjukkan ketakutannya akan akhir yang tidak bahagia.
"Lalu bagaimana dengan permintaan ibumu yang ingin segera bertemu dengan bayi perempuanku?" Tanya Seokhwan mengungkit kembali janji yang terlanjur diiyakan Taehyung lantaran tak tega jika menolaknya.
"Aku percayakan hal itu padamu, Dad. Mom pasti akan menuruti katamu." Ujar Taehyung melengkungkan senyum culas yang membuat Seokhwan hanya mendecakㅡ tidak-betulanㅡ sebal.
"Ayolah, aku sudah membantumu mengusut kasusmu. Sekarang sudah saatnya Dad membalas kebaikanku." Tukas Taehyung dengan nada bercanda.
"Haish, kau perhitungan seperti Ibumu." Sahut Seokhwan mendesis halus.
"Tidak, ibu bilang kau lah yang perhitungan padanya" Balas Taehyung membuat orang tua itu kelimpungan untuk menjawab apa. Hingga sesaat kemudian Seunghee muncul untuk menyampaikan informasi bahwa makan malam untuk merayakan berkumpulnya sebuah keluarga sudah siap dihidangkan.
"Kalian berdua, cepatlah ke meja makan sebelum Nyonya Marlyn memecahkan satu perabotan." Titah Seunghee yang selama beberapa tahun ini tidak memiliki perubahan apapun selain hanya model rambutnya saja.
Taehyung dan Seokhwan bergegas meninggalkan balkon rumah menuju meja makan. "Terima kasih Seungie," ucap Taehyung mengacak-acak surai Seunghee yang kali ini memiliki warna abu-abu, katanya hanya ingin menyesuaikan dengan musim yang sekarang.
"Aigoo, kau tumbuh dewasa sekali," kata Seunghee yang menjadi begitu emosional gara-gara ucapan terima kasih dari sahabat kecilnya.
"Tto! Kau menjelma seperti orang tua lagi," tunjuk Taehyung dengan telunjuknya yang kemudian dilanjuti menoyor jidat gadis pendek itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Married Stranger (REMAKE)
FanfictionJisoo, seorang gadis cengeng tapi nakal, manja dan keras kepala sedang menjalani proses menuju kehidupan yang lebih baik untuk menebus kesalahan-kesalahannya pada Sang Ayah. Namun di tengah-tengah prosesnya meninggalkan kebiasaan buruknya, dia dinik...
