Kim Taehyung diam dan kelihatannya pasrah saja ketika pipinya dibuahi ciuman manis dari Jisoo. Mengukir senyum saat gadis belia yang dipersuntingnya memperluas kecupan sampai ke dagu dan lidah panasnya membelai kulit lehernya. Nafas Pria itu memberat berkat perlakuan gadis belia yang kini tengah menduduki pahanya di atas ranjang.
"Jisoo.. saya ingin pastikan kalau kamu sudah begini, apakah tandanya kamu sudah siap?" Tanya Pria itu parau mencari-cari netra istrinya.
Kim Jisoo berhenti melakukan pekerjaannya sejenak. Memamerkan senyum cantiknya, memiringkan wajah seraya menatap dalam netra Taehyung yang terlihat 'haus' akan sesuatu di dalam dirinya.
Tangannya yang mengalung di leher kokoh suaminya kini berpindah membingkai wajah pria yang terlihat begitu ingin menidurinya, sekarang juga.
"Siap? memangnya siap untuk apa? Oh untuk ajussi tidurin?" Gadis belia itu terkekeh kecil sementara Taehyung meneguk kembali liurnya dan memejamkan mata merasakan sapuan hangat nafas bisikan Jisoo di telinganya. "Jangan terlalu cepat.. just slowly, Mister.."
Bibir tebal Kim Taehyung terlihat menggeram. "Cepat atau lambat hari ini juga kamu akan aku buat merasakannya," bisik Taehyung bibirnya balas mengulum cuping telinga gadis itu hingga sang empunya meremas kedua bahu Taehyung dengan gemetar. Di tekannya kedua bahu Taehyung agar pria itu mundur menjauh.
"Hari ini.. " Jisoo tertawa kecil kala kedua alis suaminya berkerut. Tanpa berniat meneruskan kalimatnya yang barusan menggantung gadis itu kembali menunjukkan kejutan-kejutannya untuk Sang suami.
Kim Taehyung kembali dibuat sesak napas setelah menemukan jemari-jemari kecil itu bekerja melepaskan tautan kancing atasan piyamanya satu persatu. Dan kedua mata mereka kembali diadukan dengan pembawaan hasrat yang tersirat.
"Kenapa diam saja? Bapak CEO Yang Terhormat, anda terkesima?" Tukas Jisoo menarik senyum jahilnya menertawai wajah kaku pria itu mengetat seperti dalaman baru.
Terlihat sangat jelas kalau Jisoo sangat menikmati momen dimana pertama kali Pria yang banyak memegang kendali atas dirinya itu tak berkutik.
Taehyung pura-pura mendengus untuk mempertahankan wibawanya. "Kamu yang meminta saya jangan terburu-buru, Jisoo.." Jawab Pria itu mengusap wajah Jisoo lebih lembut dari biasanya.
Dia berharap semoga semua ini bukan sebatas mimpi konyolnya. Dan jika ini memang sungguhan, Taehyung berjanji akan memperlakukan Jisoo dengan sangat lembut dan extra berhati-hati sehingga gadis itu tidak merasa takut dengannya.
"Kapan?"
"Baru saja. Kalau gitu bisa kita langsung saja ke intinya?" Ujar Taehyung yang tidak suka berbasa-basi.
"Kamu telah setuju untuk tidak buru-buru 'kan,"
Jisoo mendecak pelan sedikit membatin, sejak kapan Pria itu mau mudah mendengarkannya.
"Bukan, maksudku kita tidak perlu membicarakan hal yang tidak bermutu."
"Tunggu!"
Taehyung berhenti seketika itu juga. Padahal baru saja ia ingin mencium, melumat, dan menjadikan bibir berbentuk hati itu sebagai hidangan pembukanya. "Kenapa?" Tanya Taehyung tidak sabaran. Hatinya menjadi dongkol, gelisah tidak karuan setiap kali mendengar kata tunggu.
"Ada yang ingin aku pastikan juga," Cicit gadis itu membuat Taehyung mau tak mau menjinakkan kembali rasa ingin menerkamnya.
"Apa itu?" Tanya Taehyung lembut. Namun berbeda dengan suara hatinya yang sudah berteriak-teriak keras. CEPAT KATAKAN ITU SEKARANG, 2 DETIK JISOO!
KAMU SEDANG MEMBACA
She Married Stranger (REMAKE)
Fiksi PenggemarJisoo, seorang gadis cengeng tapi nakal, manja dan keras kepala sedang menjalani proses menuju kehidupan yang lebih baik untuk menebus kesalahan-kesalahannya pada Sang Ayah. Namun di tengah-tengah prosesnya meninggalkan kebiasaan buruknya, dia dinik...
