Setelah mengantar Jisoo ke kampus, Kim Taehyung yang diketahui hanya memiliki jadwal pergi ke kantor seperti rutinitas biasanya itu ternyata diam-diam memiliki rencana lain. Jauh sebelum dia membuka matanya pagi hari ini, siapa sangka dia telah membuat agenda lain dan mengajak satu orang pilihan saja untuk bersekongkol dengannya menjalankan agenda baru ini.
Sambil mengendarai mobil mewahnya, Kim Taehyung menjawab panggilan telepon dari Sang Sekertaris yang merupakan orang pilihannya tersebut. Bukan lagi Seunghee yang selalu diandalkan untuk saling bertukar pikiran, Ayah dan Ibu serta Istri tercintanya bahkan sengaja dihindari untuk diberitahu olehnya.
Bahkan Kim Taehyung bersumpah akan melempar tubuh Seokjin ke kandang harimau sebagai fresh meat untuk menyenangkan hati hewan kesukaannya itu jika Seokjin berani membocorkan agenda diam-diamnya ini.
"Halo.." Suara Kim Seokjin mengawali percakapan setelah jari telunjuk Taehyung menekan tombol menerima panggilan yang tertera di layar mobilnya.
"Ya.. Aku sedang dijalan." Sahut Taehyung seperti sosok biasanya yang dingin dan datar.
"Permintaanmu untuk memberikan kompensasi satu hari kepada Jimin telah dikabulkan Kepolisian. Mereka mau menyetujui Park Jimin ikut mengiringi proses kremasi mendiang Kang Seulgi hari ini dengan beberapa persyaratan." Seokjin menjeda laporannya itu dengan bermaksud ingin mendengarkan reaksi apa yang diberikan oleh bosnya, karena yang didapat hanya suara gumaman ㅡ Kim Seokjin pun melanjutkan kembali informasi apa saja yang ia dapatkan agar pekerjaannya yang satu ini dapat cepat terselesaikan.
"Proses kremasi yang diikuti Jimin akan diperketat oleh keamanan polisi. Setelah selesai acara Jimin akan kembali dimasukan ke dalam sel. Dan informasi yang baru saja aku dapat, keluarga Kang sama sekali tidak hadir dalam acara ini." Ucap Kim Seokjin mengakhiri kalimatnya dengan nada kasihan.
"Terima kasih. Hyung. " Jawab Kim Taehyung masih sangat kaku dengan panggilan Kim Seokjin yang sebenarnya tak lagi baru.
Seokjin menghela napas, "Sama-sama," Lalu dengan sadar Seokjin membuang nafas di ponselnya. Beruntung Taehyung sedang menyalakan mode loud speaker. "Terkadang aku tak mengerti cara bepikirmu, untuk apa kamu melakukan ini semua?"
"Karena Seulgi temanku.."
"Bukan itu maksud pertanyaanku, tapi kenapa kau yang harus menemui tersangka yang jelas-jelas mengincar nyawamu? Apa aku boleh mengataimu bodoh?"
"Boleh saja kalau kau ingin langsung dipecat tanpa pesangon, Seokjin Hyungnim."
Lalu terdengar suara tawa memaksa dari Seokjin yang suaranya benar-benar mirip alat penyeka kaca mobil. Bikin alis Taehyung berkerut dalam hening. Dikira Taehyung lagi bercanda.
"Begini, Kim Daepyonim.. Kau sudah menanggung semua biaya pemakaman gadis itu yang sebenarnya bukan tanggung jawabmu dan itu sudah lebih dari cukup, tapi kau terlalu berlebihan mengatasnamakan dirimu sendiri sebagai penyebab ㅡ"
"Maaf, tapi aku tidak butuh opinimu Seokjin-ssi. Sebentar lagi aku akan sampai, tolong urus Jisoo selama aku sedang berada di dalam acara." Potong Kim Taehyung yang langsung memutus sepihak sambungan telepon mereka.
"Ya! Dasar Homosapiens satu ini!" Maki Seokjin yang tengah melotot kesal pada layar ponselnya.
Mentang-mentang bos main seenaknya matiin telepon,sudah begitu motong pembicaraan orang seenak jidat.
"Apa katanya, mi'if iki tidik bitih opinimi Sikjin-ssi.. nyinyinyi.."
Kepala batu! Tidak punya sopan santun! Seokjin masih terus menghardik bosnya dalam hati.
Padahal Seokjin sudah berniat baik memberikan masukan positif untuknya, tapi si Tidak Tahu Diuntung Taehyung itu dengan arogan menolaknya dan merasa apa yang dilakukannya sudah benar.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Married Stranger (REMAKE)
FanfictionJisoo, seorang gadis cengeng tapi nakal, manja dan keras kepala sedang menjalani proses menuju kehidupan yang lebih baik untuk menebus kesalahan-kesalahannya pada Sang Ayah. Namun di tengah-tengah prosesnya meninggalkan kebiasaan buruknya, dia dinik...
