Happy Reading
"Astaghfirullahaladzim, ka-kamu kenapa tidak pakai baju." Ucap Dijah yang terkejut melihat penampilan Azzar yang cukup terbuka itu, sembari menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya.
"Aku lupa." Balas Azzar singkat, sambil berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaiannya.
Dijah pun menghela nafasnya pelan, dan mulai berjalan pelan ke arah ranjang dengan kedua matanya yang masih ia tutupi. Hingga ia tak sengaja menginjak sesuatu yang membuat keseimbangannya goyah.
"Aaaa..." Pekik Dijah ketika tubuhnya goyah dan merasa akan jatuh.
Azzar yang melihat Dijah akan terjatuh pun langsung melangkah cepat menghampiri Dijah untuk menolongnya, tetapi dirinya malah ikut terjatuh hingga posisi mereka berada di atas ranjang dengan Azzar yang berada di atas tubuh Dijah. Dijah yang merasa tubuhnya terjatuh di permukaan yang cukup empuk pun mulai membuka matanya perlahan.
Matanya terbelalak seketika, begitu melihat wajah Azzar yang sangat dekat dengan wajahnya. Bahkan dirinya dapat merasakan hembusan nafas Azzar yang beraroma mint itu. Dijah sangat terkejut ketika menyadari posisinya sekarang. Kedua mata tajam milik Azzar pun seakan masih terpaku dengan kedua mata sayu milik Dijah, tubuhnya seakan terkunci hanya dengan tatapan matanya saja.
Angin pun seakan mendukung suasana intim pasangan suami istri itu, yang kini tengah berhembus dengan lembut melalui pintu balkon yang terbuka. Mengalirkan hawa ketenangan yang menyejukkan, dengan semilir angin yang mengalun begitu lembutnya menyapu setiap sudut ruangan. Suasana yang begitu mendukung pun, membuat Azzar semakin terhanyut dengan tatapan sayu milik Dijah yang benar-benar mengalihkan fokus Azzar saat ini.
*Cup*
Tubuh Dijah langsung menegang seketika, begitu merasakan benda lembab dan kenyal menyapu bibir mungilnya. Bahkan kedua matanya terbelalak sayu, ketika merasakan pergerakan lembut di atas bibirnya itu seakan ingin memakan bibir mungilnya itu. Dijah pun dapat melihat kedua mata milik Azzar tengah terpejam, seakan menikmati apa yang sedang di perbuatnya.
Setelah merasa nafasnya semakin menipis, Dijah pun langsung menepuk dada bidang milik Azzar yang membuat sang empunya langsung membuka kedua matanya dan menyadari apa yang telah ia lakukan. Azzar pun bergegas bangkit dari posisinya dan berdehem singkat untuk meredakan rasa gugup akibat perbuatannya itu.
"Maaf." Ucap Azzar singkat, sebelum berjalan ke arah kamar mandi.
Sedangkan Dijah kini masih belum bergerak dari posisinya, dengan wajahnya yang sudah berubah merona. Kedua tangan mungilnya langsung meraup wajahnya untuk menutupi rasa malunya saat ini.
"Ya Allah, first kiss-ku." Gumam Dijah, seraya memegang bibir mungilnya yang tadi dikecup oleh muridnya sendiri yang sudah menjadi Suaminya itu.
Dijah pun akhirnya memilih berjalan ke luar kamar, daripada harus berdiam di kamar bersama dengan Azzar setelah kejadian tadi.
>>>............................<<<
Kini Dijah tengah berjalan menuju ke dapur untuk membantu menyiapkan makan malam, sekaligus menyiapkan makanan untuk Syifa.
Dijah pun dapat melihat seorang wanita dengan dasternya, tengah mengaduk sesuatu yang berada di atas kompor.
"Bibi." Merasa dirinya di panggil, wanita itu pun menoleh ke arah pintu dapur dan melihat Dijah yang baru saja memasuki dapur.
"Eh, Non Dijah. Ada apa, Non?"
"Ngak ada apa-apa kok, Bi. Bibi mau masak apa nih?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Imam Mudaku [End]
Romance{Part masih lengkap} *Tahap Revisi* Ketika Cinta Tak Memandang Tempat Berlabuh
![Imam Mudaku [End]](https://img.wattpad.com/cover/252300306-64-k495036.jpg)