Happy Reading
"Oh, ya udah. Kamu hati-hati ya, Bye. Assalamualaikum." Ujar Salma sebelum berlalu meninggalkan Dijah.
"Walaikumussalam warkhmatullah, bye." Balas Dijah seraya melambaikan tangannya ke arah Salma yang sudah meninggalkannya.
Dirinya pun menuju ke halte depan sekolah untuk menunggu bus yang akan mengantarkannya menuju kontrakannya, ia juga akan menyempatkan untuk berbelanja di supermarket yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Karena mengingat stok bahan makanannya yang hampir habis, terlebih dirinya tidak sempat jika harus menunggu tukang sayur atau pergi ke pasar. Terlebih karena dirinya yang memang orang baru di kota besar ini, jadi dirinya tidak terlalu mengenal bagaimana daerah tempat tinggal barunya itu dan hanya mengandalkan bus yang mengantarnya. Tetapi Dijah juga sudah berkenalan dengan tetangganya, meskipun sangat berbeda dengan kehidupan di desa yang bahkan antar tetangga pun seperti sebuah keluarga.
>>>............<<<
Setelah menempuh perjalanan pulang dengan menggunakan bus, akhirnya Dijah telah sampai di supermarket yang berada dekat dengan tempat tinggalnya. Dirinya menghabiskan waktu cukup lama untuk memilih bahan makanan yang dibutuhkannya, terlebih ia harus antri cukup panjang di depan meja kasir.
Ketika Dijah telah selesai berbelanja, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suatu kejadian menenggangkan. Saat Dijah sudah menyelesaikan belanjanya di supermarket, dia melihat ada seorang wanita paruh baya yang membawa banyak belanjaan, dan bersamaan dengan itu ada motor yang akan melintas di depannya. Sontak hal tersebut membuat Dijah terkejut dan secara reflek berlari ke arah wanita itu.
"Ibu awas." Ucap Dijah dengan nada sedikit keras, sembari menarik tubuh wanita itu agar menjauh dari motor tersebut.
"Astagafirullah, ya Allah. Haduh, hampir saja. Terima kasih ya, Nak. Kamu sudah menyelamatkan Ibu, Ibu ngak sadar kalau ada motor. Habisnya belanjaan Ibu banyak banget." Ucap wanita itu yang masih memperlihatkan raut wajah terkejutnya.
"Iya Bu, sama-sama. Lain kali Ibu harus ditemani seseorang ya kalau bawa belanjaan sebanyak ini." Ujar Dijah sembari memungut belanjaan wanita itu yang sudah terjatuh.
"Iya, Nak. Lain kali Ibu akan minta bantuan. Sebenarnya Ibu juga rencananya mau nyuruh anak Ibu untuk nemenin, tapi kayaknya dia belum pulang. Oh iya, siapa nama kamu Sayang?"
"Saya Khadijah, Bu. Panggil saja saya Dijah, apakah Ibu terluka?. Bagaimana Ibu akan pulang?Perlu saya bantu?" Sahut Dijah dengan nada lembutnya.
"Masha Allah, suaranya lembut sekali. Pengen deh punya mantu yang kaya gini. Manis lagi." Batin wanita itu dengan tatapan yang masih memandang intens ke arah Dijah.
"Oh Dijah, kenalkan nama saya Syifa. Ngak ada yang terluka kok, Nak. Ibu pulangnya bawa mobil kok. " Jawab wanita itu yang masih terkagum dengan Dijah.
"Baiklah, Bu Syifa. Kalau begitu saya bantu bawa belanjaan Ibu ya, biar Ibu ngak kerepotan." Kata Dijah sembari membawa belanjaan wanita yang bernama Syifa itu.
"Ya Allah, makasih loh Nak." Ucap Syifa sambil berjalan disamping Dijah.
"Sudah kewajiban saya, Bu."
Mereka pun berjalan menuju mobil yang ditunjuk Syifa. Setelah meletakkan belanjaan Syifa di bagasi mobilnya, Dijah berencana untuk pamit pulang. Namun, hal itu langsung di cegah oleh Syifa.
"Bu, semua belanjaan Ibu sudah saya letakkan di bagasi. Kalau begitu saya permisi ya Bu." Ucap Dijah yang sudah berhadapan dengan Syifa.
"Eh, sebentar. Kamu tolong temenin Ibu sampai rumah ya, Ibu masih terkejut sama kejadian tadi kalau nyetir sendiri. Nanti anak Ibu yang bakal anterin kamu ya, mau ya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Imam Mudaku [End]
Romance{Part masih lengkap} *Tahap Revisi* Ketika Cinta Tak Memandang Tempat Berlabuh
![Imam Mudaku [End]](https://img.wattpad.com/cover/252300306-64-k495036.jpg)