______
Langkah Jihan nampak tertatih melewati lorong sekolah. Pagi ini ia merasa kesal dikarenakan tak bisa membawa langkah dengan benar. Rasanya kalau Jihan berjalan seperti biasa, pasti miliknya terjepit dan terasa perih.
Jeon Jungkook sialan, memang. Bilang sekali lagi sekali lagi, dan ya memang setiap selesai ia akan mengucap kata itu. Jadi keterusan. Tapi untung tidak sampai menghabiskan sekotak pengaman yang laki-laki itu bawa kemarin. Mereka hanya tiga kali main, tapi lama. Itupun karena Jungkook marah sebab Jihan berterus terang kemarin ia menelepon siapa dan mengatakan perjanjiannya dengan Yoongi seperti apa.
Alhasil seperti sekarang, Jihan ibarat berjalan di red carpet. Pelan dan hati-hati membawa tungkai, matanya juga terasa berat akibat kurang tidur.
Pelajaran pertama mulai, tapi Jihan nampak seperti mengantuk. Hal itu mencuri perhatian Sera sejak Jihan datang ke kelas.
"Lemas sekali. Tifus, ya?"
Jihan berdecak sebal, pasalnya Sera bertanya seperti itu tidak ada maksud iba atau simpati padanya. Temannya itu tertawa melihat gurat lemasnya ini. Satu contoh teman yang tak patut dilestarikan.
Selama mengikuti pelajaran, Jihan tak fokus lantaran tak nyaman dengan keadaan yang ia alami. Merasa risi saat duduk terus di kursi, ingin melebarkan kaki saja rasanya tapi ia sedang pakai rok. Menyulitkannya bergerak leluasa.
"Kenapa sih, kau seperti belatung tahu, bergerak-gerak tidak jelas." Sekali lagi, Sera sadar dengan kelakuan temannya yang dari pertama duduk terus menggerakan kaki. Lebih seperti orang yang menahan buang air menurut Sera.
Jihan langsung terdiam, mulai bersikap senormal mungkin. "Aku ingin pipis."
"Sabar, sebentar lagi bel istirahat. Tahan dulu pipisnya."
Alasan Jihan diterima logis oleh Sera. Ya, memang masuk akal juga saat melihat Jihan bergerak terus di kursi berniat mencari posisi yang nyaman agar miliknya tidak sakit. Tadi pagi saat Jihan mandi, ia meringis ketika mengeluarkan air seni. Entah kenapa rasanya nyeri dan sakit.
Tubuh Jihan terasa remuk dan berdenyut, mungkin gara-gara tempatnya sempit ketika ia melakukannya dengan Jungkook. Ditambah lagi, durasinya yang lumayan lama. Tentu saja berefek pada tulang-tulangnya ketika bangun.
Setelah beberapa menit menunggu gurunya selesai mengajar, Sera bergegas mengantar Jihan ke kamar mandi.
"Oh ya, aku ingin bercerita sebentar. Bulan depan rencananya aku ingin mengajakmu pergi merayakan ulang tahun Jimin, dia mau bertemu denganmu katanya."
Jihan mengernyit heran, untuk apa bertemu dengannya. Kenal sih, orangnya bagaimana lewat perantara Yoongi, tapi Jihan tak terlalu dekat dengan laki-laki itu. "Entah, aku tidak tahu bulan depan ada acara atau tidak. Tapi bukannya Jimin tinggalnya bukan di sini, ya?"
"Di sini, tapi sementara. Dia ikut akademi basket bersama temannya."
Ah iya, Jihan ingat. Yoongi juga bicara soal ini padanya, sekejap pikiran Jihan jadi terlintas mengenai janjinya dengan laki-laki Min itu hari ini.
"Sera, mantanku dulu, Si Yoongi sepertinya akan tinggal bersama denganku."
Mata Sera langsung membola, "Ha!? Jadi kalian selama ini tinggal berdua? Dan yang dulu itu, aduh, kissmark-mu itu Yoongi yang buat!?"
Jihan cepat-cepat menyikut perut temannya supaya suara cemprengnya itu tidak menggema. "Bisa diam tidak? Bukan tinggal sekamar, tapi sepelataran begitu. Beda kamar."
"Kukira ..." Sera bernapas lega, "Jadi kalian bisa bertemu tiap hari, dong. Lalu pacarmu bagaimana, astaga bahkan sampai sekarang aku tidak tahu wajah pacarmu sekarang seperti apa."
KAMU SEDANG MEMBACA
Sport ✔
FanfictionCOMPLETED | BOOK 2 TERSEDIA DALAM BENTUK EBOOK Jeon Ssaem mengajarkan dua jenis olahraga pada Jihan. Mau tahu? Start : 3 Mei 2020 Fin : 4 Februari 2022 ©Arriverdeci 2020
