30. The Hidden Truth

28.1K 2.9K 1.7K
                                        

_______

Tidak menyangka hari ini ketika Jihan pulang sekolah, dirinya dijemput Namjoon. Jadi ia tadi pulangnya bukan bersama Jungkook lagi, melainkan bersama kakaknya.

Jarang-jarang Namjoon seperti ini, pria itu bilang ia baru datang dari luar kota. Setelah liburan musim panas di rumahnya itu Namjoon memang disibukkan dengan urusan pekerjaan. Sedikit waktunya bersantai, dan sekarang ia ingin menikmati waktunya berdua dengan Jihan di dalam kos.

"Ada yang berbeda di sini sejak terakhir kali aku datang." Namjoon yang baru masuk ke dalam kamar Jihan itu langsung tersadar, "Ini kenapa ada komputer?"

Jihan sudah bisa menebak jika kakaknya datang pasti suka memantau apa yang janggal di dalam sini. Entah ada yang kurang atau ada yang ditambah.

Sembari melepas tas gendongnya, Jihan menjawab dengan santai, "Itu pemberian sekolah. Kemarin kan, Jihan ikut seminar online dengan pihak kampus London, jadi sekolah memberikannya agar Jihan tidak kesusahan."

Namjoon tersenyum bangga, berpikir adiknya selama ia tinggal sendirian di sini, kegiatannya hanya belajar terus sampai lupa mencari kesenangan.

"Nanti setelah lulus, tinggal bersamaku. Aku yang akan membiayai kuliahmu sampai akhir, kau punya banyak peluang masuk universitas ternama. Jangan disia-siakan."

Namjoon mengangkat meja kecil di pojok televisi lalu meletakkannya di bawah ranjang Jihan. Sebelum ke sini, Namjoon memang membeli makan siang dulu.

Jihan yang keluar dari kamar mandi usai mengganti seragamnya itu ikut membantu Namjoon menyiapkan piring. "Oh ya, kata pihak sekolah kalau di seminar tadi Jihan masuk tiga besar karena lancar berbicara, kemungkinan dapat beasiswa masuk universitas di sana."

"Itu lebih bagus lagi." jawab Namjoon lantang, "Aku mendukungmu kalau itu terjadi."

Iya dulu Jihan memang berangan-angan ingin masuk universitas luar negeri. Tapi sekarang minatnya sudah mulai luntur seumpama orang-orang menanyakannya.

Saat Jihan sedang menyiapkan makan siang, Namjoon yang kini giliran ke kamar mandi ingin pipis. Tapi ketika ia memperhatikan lagi, ada yang nampak berbeda dari kamar mandi Jihan sebelumnya.

Walau sekarang ia dan Jihan jarang berinteraksi dikarenakan beda tempat tinggal, tapi Namjoon diam-diam juga sering memperhatikan adiknya dari hal yang paling kecil bahkan tak penting sekalipun. Ia mulai berasumsi yang tidak-tidak mengenai Jihan selama ia biarkan tinggal sendiri.

Tapi tak ada salahnya juga ia bertanya supaya lebih jelas dan pikiran negatifnya mengenai Jihan luntur.

"Kau sekarang suka pakai produk wajah laki-laki, ya?" Namjoon bertanya santai sembari mencari tempat duduk bersama Jihan.

Gadis Kim itu mengerjap beberapa sekon, sebelum akhirnya sadar ada sesuatu yang kakaknya lihat di kamar mandi. Pasti peralatan mandi Jungkook mengundang keanehan.

"Ooh, itu, sebenarnya Jihan hanya ingin coba pakai saja. Mmm ... produk itu sekarang tren di sekolah, jadi Jihan ikut beli."

Namjoon mengangguk paham lalu lanjut menyantap makan siang. Satu yang ia tahu sekarang, adiknya berbohong.

Tapi Namjoon masih biasa bersikap, ia harus cari celah agar Jihan mau berterus terang padanya. Karena ia takut menuduh adiknya sembarangan.

"Kegiatanmu seminggu ini apa saja setelah selesai libur?"

"Belajar." Jihan memandang ke arah televisi yang menyala, "Ikut seminar Jihan jadi tidak punya waktu untuk melakukan hal lain."

Kenapa Namjoon bilang adiknya berbohong? Karena ia sangat paham, jika Jihan menjawab pertanyaannya dengan mata yang mencoba mengalihkan pandangan darinya, berarti ada sesuatu yang ingin Jihan tutupi.

Sport ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang