__________
Katakan malam ini Jihan mungkin tidak akan tidur lebih awal seperti dulu saat kekasihnya menginap di sini. Di kosnya, berdua. Karena malam ini, hal itu akan terjadi lagi.
Jihan tengah sibuk mencari baju laki-laki dalam lemari, mungkin saja ada beberapa setel pakaian milik Namjoon tertinggal di sini yang sekiranya muat di dipakai Jungkook.
Laki-laki Jeon itu masih di dalam kamar mandi. Jihan tadi memang mandi bersama dengan Jungkook, tentu saja dengan celana dalam yang masih menempel. Karena sejujurnya, Jihan masih takut.
Jihan lebih dulu menyudahi acara mandinya, sebelum Jungkook melepas bokser sebab bisa dibilang mereka tadi mandinya hanya sebatas pinggang. Sebelum hal yang tak siap Jihan saksikan terjadi, lebih baik ia menyudahinya saja. Matanya sudah tidak kuat lagi melihat badan besar dan kekar itu berkeliaran di depannya.
"Jihan, bajunya mana? Lama sekali, aku sudah kedinginan."
Mendengar suara Jungkook, Jihan bergegas mencari celana kebesaran milik kakaknya yang letaknya benar-benar di bawah tumpukan celana, menyulitkan Jihan bergerak cepat.
"Aku telanjang saja kalau begitu keluarnya."
Jihan terkejut di tempat, "E—eh ini, ini sudah. Tunggu sebentar," Dengan gerakan tergesa, sedikit lari, Jihan langsung menyodorkan sepasang pakaian itu pada Jungkook yang kepalanya menyembul di balik pintu kamar mandi.
Rambutnya agak basah ditambah wajahnya usai diguyur air jadi lebih segar untuk dipandang. Kenapa ya, laki-laki setelah mandi aura tampannya jadi lebih terlihat.
"Mau membantuku memakainya?" godanya sembari menampilkan senyum nakal setelah meraih baju pemberian Jihan.
"Tidak." ketus Jihan, lalu berlalu dengan cepat menuju ke arah ranjang. Oke, tenang Jihan. Jungkook memang suka begitu, terbiasalah dengan kalimat-kalimat nakalnya.
Sebelum merebahkan diri, Jihan lebih dulu ke arah depan mengecek pintu kamarnya apakah sudah dikunci atau belum. Ia juga memindahkan sepatunya dan sepatu milik Jungkook ke atas rak khusus alas kaki.
"Apa kita langsung tidur?"
Jihan kembali dibuat kaget dengan suara madu itu, Ya Tuhan kenapa Jihan malam ini suka kaget tiba-tiba saat mendengar suara Jungkook. Perempuan itu langsung berbalik mendapati Jungkook yang sudah lengkap memakai baju itu sedang menggosokkan handuk di rambutnya yang agak basah.
Baju yang dipakai Jungkook nampak terlalu pas di badannya. Padahal seingat Jihan, Namjoon yang punya baju saja memakainya kedodoran. Tak dipungkiri memang badan kekasihnya ini besar sekali.
Celana rumahan itu nampak menggemaskan di mata Jihan ketika Jungkook memakainya. Entahlah, lucu menurutnya. Ia baru sadar ternyata kaki kekasihnya lumayan putih dan berorot. Karena keseharian yang Jihan lihat, Jungkook selalu memakai celana panjang.
Tahu apa kata-kata yang terus melintas di pikirannya Jihan saat melihat guru sekaligus kekasihnya ini berdiri sambil menggosok rambut di depannya? Hanya satu, Jungkook seksi sekali.
Ingatkan Jihan, teman-teman sekolahnya tidak boleh melihat Jungkook memakai pakaian santai seperti ini. Aura tampan dan seksinya jadi semakin terlihat. Padahal hanya sedang mengeringkan rambut, kenapa Jihan berdebar ya melihatnya?
Laki-laki Jeon itu menyadari atensi Jihan yang terus menerus melihat ke arah kakinya. Ia terkekeh, "Kenapa dengan kakiku? Ada yang aneh?"
"T-tidak," Jihan mengerjap, lalu mulai mengalihkan suasana dengan berjalan melewati Jungkook mencari tas yang sempat ia bawa ke rumah Namjoon.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sport ✔
FanfictionCOMPLETED | BOOK 2 TERSEDIA DALAM BENTUK EBOOK Jeon Ssaem mengajarkan dua jenis olahraga pada Jihan. Mau tahu? Start : 3 Mei 2020 Fin : 4 Februari 2022 ©Arriverdeci 2020
