43. Traumatized

14.7K 2.1K 851
                                        

______________

Efek anestesi pada tubuh Jihan mulai menghilang setelah satu jam disuntikkan. Perlahan matanya mulai terbuka walau penglihatannya belum terlihat begitu jelas, ia mengerjap beberapa kali, dan melihat ruangan yang ia yakini sebuah kamar pasien di rumah sakit.

"Jihan?"

Suara familiar itu membuat Jihan menoleh, pening di kepalanya mulai berangsur-angsur surut saat melihat perawakan Jungkook yang duduk menemaninya yang masih terbaring di atas ranjang.

Jihan berusaha bangun dibantu dengan Jungkook. Mulanya ia nampak biasa saja sebelum melihat pakaian pasien menempeli tubuhnya, Jihan langsung terkejut menatap Jungkook dengan bibir yang bergetar tak sanggup untuk bertanya.

"Tidak ..." Jungkook menenangkan kekasihnya, ia tersenyum tegar mencoba untuk membuat Jihan tidak sedih. "Jangan menangis, Sayang."

Jihan memeluk kekasihnya kuat-kuat, menangis kembali sebab sudah cukup tahu apa yang terjadi sebelumnya, tentang mengapa ia berada di sini. "Maafkan Jihan, maaf ..." gadis itu terisak, "Jihan tidak bisa menjaga Jeon kecil dengan baik. Maafkan Jihan ..."

Dalam pelukan itu, Jungkook merasakan Jihan masih lemas, mungkin efek anestesi membuatnya seperti ini. Pria itu perlahan membaringkan Jihan kembali, mengecup punggung tangannya berulang kali. "Jangan menyalahkan dirimu seperti ini."

Di dalam ruangan itu, ada Sera dan Seyoung bersama Naya memerhatikan kepedihan Jihan sebab kehilangan calon buah hatinya bersama Jungkook. Sesama wanita tentu merasa sedih melihat ini, mendengar Jihan menangis saja membuat Seyoung tanpa sadar menitikkan air matanya.

Saat mendengar kabar bahwa Jihan terjatuh di sekolah, Seyoung benar-benar takut. Apalagi saat ini suaminya sedang berada di luar kota dalam rangka urusan pekerjaan, tidak akan bisa melihat keadaan adiknya seperti apa. Pun melihat Jihan mengalami pendarahan saat dibawa ke rumah sakit membuat Seyoung sedih.

Jatuhnya Jihan ini menurut dokter cukup keras, melihat keadaan Jihan yang menahan kontraksi dari efek jatuh sampai tak sadarkan diri. Belum lagi penanganannya yang lama lantaran tidak ada yang mengetahui jika Jihan terjatuh dari tangga. Itu pun Sera yang melihat temannya sudah terbaring dengan keadaan bagian bawah telah mengeluarkan darah, tidak tahu jatuhnya kapan.

Hasil USG tadi menunjukkan tidak ada tanda detak jantung dari janin Jihan, pertanda jika calon bayi Jihan sudah tiada. Dokter mengira Jihan terjatuh dengan keadaan perut yang membentur sesuatu, mendengar cerita Sera yang melihat Jihan jatuh di tangga, dokter meyakini jika perut Jihan menabrak pegangan tangga terlalu keras.

Dari semua spekulasi itu, tidak mungkin sekali Jihan sengaja membenturkan perutnya di sana. Jihan didapati jatuh dengan keadaan telentang, jadi kalau dipikir Jihan pasti jatuh dengan mendaratkan pantatnya. Dalam kasus itu, sejujurnya tidak akan sampai membuat keguguran sebab janin sangat terlindungi dalam perut ibu, ada air ketuban yang berfungsi menopang janin.

Melihat Jihan sampai pingsan dan pendarahan seperti ini, dokter yakin nyeri dan kontraksi yang Jihan alami cukup hebat hingga membuatnya harus kehilangan bayinya. Usia kandungan Jihan yang menginjak tiga bulan ini plasenta janin sudah menempel pada dinding rahim, jadi untuk mengangkat janin yang telah meninggal dalam kandungan harus melakukan prosedur kuretase. Sebab itu Jihan bangun-bangun sudah merasa ada yang kosong di dalam perutnya.

Setelah menenangkan Jihan, dokter datang untuk mengecek keadaan, memberi beberapa arahan pada Jungkook mengenai Jihan. Di sana, Jihan ditenangkan oleh Sera dan Naya, gurat kesedihan begitu jelas nampak di wajah Jihan.

Sport ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang