Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini aku kasi dimplenya Koo, buat yang nunggu Jeon-Ssaem nongol^ω^ Maaf ya, tadi ada kesalahan teknis
__________
Riuh suara siswa menjadi hal yang paling kentara Jihan dengar di dalam kelas. Mungkin sebagian teman-temannya langsung pulang atau pergi melupakan kepenatan sekolah bersama yang lain setelah bel terakhir berbunyi.
Jihan itu sebenarnya tidak terlalu dikekang oleh Namjoon, kakaknya selalu melarang Jihan untuk bebas dalam artian anak muda. Pria itu mengingatkan untuk selalu memprioritaskan pendidikan daripada urusan yang lain terlebih dahulu. Dari kecil Jihan memang terlahir di keluarga yang sederhana tapi masih menjamin pendidikan menjadi hal yang paling penting untuk digapai.
Tak ayal, saat teman-temannya memilih untuk hangout di akhir pekan bersama teman atau kekasih, Jihan lebih memilih diam di dalam kost mengerjakan soal-soal. Sama seperti kakaknya waktu sekolah.
Well, memang Jihan juga tidak suka bepergian jauh-jauh, hanya sekali atau dua kali ia akan ikut bersama teman jika diajak makan bersama. Kalau tidak ada acara makan ya, Jihan pasti tidak ikut.
Sama halnya seperti sekarang, Sera terlihat berdiskusi dengan beberapa teman sekelasnya. Yakin, pasti setelah ini perempuan Park itu bertanya pada Jihan.
"Nanti kau ikut? Jiseul ulang tahun, yah setidaknya ikut meramaikan saja."
Jihan sudah siap dengan tas di gendongannya, lalu melirik Sera sekilas dengan menggelengkan kepala pelan, "Aku sibuk bersih-bersih di kost-an nanti, rasanya kamarku sudah tidak layak dihuni. Kotor sekali."
Sera memanyunkan bibir, terlihat mengejek, "Cih, itu karena kau malas. Bangun dari ranjang saja malas, apalagi untuk sekedar bersih-bersih."
"Aku tidak begitu, kok. Kau ini melebih-lebihkan saja." rajuknya, "Ya sudah, aku pulang lebih dulu, selamat bersenang-senang. Bilang pada Jiseul aku tidak ikut karena sibuk bersih-bersih, oke? Daah!"
Perempuan berambut coklat pekat itu memandang Jihan yang mulai menjauh dari jangkauannya. Memang begitu kalau Jihan sedang kumat dengan rasa malasnya. Diajak kemana-mana selalu menolak, Sera sudah kebal, kok dengan temannya yang satu itu.
Di depan sana, ketika Jihan sudah sampai di ujung pintu kelas, getaran ponsel di saku rok sebanyak dua kali sedikit mengganggunya. Ia tahu itu siapa, pasti Jungkook.
Guru Nakal Nanti pulang bersamaku, mau? Aku tunggu di belakang sekolah.
Menggigit bibir bawahnya, Jihan nampak bingung harus menjawab apa pesan Jungkook ini. Jihan hari ini hanya tidak mau bertemu dengan siapapun, apalagi Jungkook. Laki-laki itulah jadi alasannya ingin diam di kost sendirian tanpa ada yang mengganggu. Jihan saat ini masih bingung akan perasaannya mengenai kejadian kemarin. Jihan butuh waktu untuk menenangkan pikirannya yang sedikit labil ini.