31. Bumpy Ride

36.5K 3K 2.2K
                                        

WARNING!
______

Jungkook terdiam mendengar kalimat Jihan yang terasa ambigu di telinganya. "Kau mau apa?" tanyanya lembut, karena Jungkook merasa tersakiti bahunya terus diremas keras.

Jihan menggerakkan pahanya acak, lalu kembali mendaratkan wajahnya di ceruk leher Jungkook. "Panas .."

Pertanyaannya apa, dijawab apa. Jungkook mengelus punggung kekasihnya, mungkin efek mabuk Jihan jadi bertingkah seksi seperti ini. Tapi sumpah, ia rasa Jihan sedang menginginkannya malam ini.

"Mandi yang benar makanya supaya tidak panas." Jungkook mematikan daya komputernya sebelum menempatkan tangannya di bawah pantat Jihan yang tengah duduk menyamping di pahanya.

"Bukan itu," Jihan melepas pelukan, lalu menatap Jungkook dengan mata setengah terbuka, "Yang panas ini ..."

Jungkook memperhatikan bagaimana tangan Jihan menunjuk ke bawah perut gadis itu sendiri. Kedua tangannya menutupi bagian itu dengan mimik wajah yang mendamba minta diisi. Diisi ulang.

"Nakalnya .." Jungkook tertawa kecil dengan kejujuran Jihan. Gemas. "Tapi aku tidak mau melakukannya."

Jihan yang masih terpengaruh alkohol itu memanyunkan bibir, nampak kesal dengan jawaban Jungkook, "Kenapa? Jihan sudah tidak tahan .." Gadis itu terus bergeliat menggoyangkan dirinya di atas pangkuan Jungkook.

"Aku sedang lelah sekarang." Jungkook menyampirkan rambut Jihan ke belakang telinga, "Tidak seru nanti di tengah jalan aku berhenti."

Jungkook bukan sedang menyia-nyiakan kesempatan ia hanya mengulur waktu supaya bisa melihat bagaimana Jihan menginginkannya. Cara Jihan memohon padanya, itu yang sebenarnya Jungkook tunggu.

"Tapi Jihan mau ..."

Suka sekali kalau gadisnya berubah manja, "Mau apa?"

Jihan mengubah duduknya menjadi menghadap Jungkook, kedua kakinya bergelayutan di sisi tubuh Jungkook lalu bergerak mendekat ke arah telinga kekasihnya untuk berbisik. "Mau ditiduri .."

Buru-buru Jungkook menjauh. Gila memang, Jihan kalau mabuk seksinya minta ampun. Jungkook tak bisa menahannya, lihat saja besok kemungkinan akan ia buat gadis ini tidak bisa berjalan.

Jihan mengeratkan tautan tangannya di leher Jungkook saat merasakan dirinya diangkat lalu dilempar ke atas ranjang dengan tidak sabaran. Bathrobe kebesaran itu nampak hampir melorot di bagian depan, ada sesuatu yang mencoba mengintip keluar di sana.

Apalagi Jihan duduk dengan posisi yang terlalu menggoda batin. Ekspresi sayunya juga mendukung sekali, "Sialan kau Jihan!"

Jungkook buru-buru berdiri di atas ranjang melepas baju dan celananya dengan mata memperhatikan Jihan yang masih anteng duduk dengan posisi pasrah menunggunya menanggalkan pakaian.

Celana dan kausnya Jungkook lempar sembarangan, tepat ketika ia hendak mendorong Jihan agar segera terlentang, tangan gadis itu menahan gerakannya.

"Jihan mau di atas."

Tiba-tiba hening, Jungkook masih memproses apa yang gadis itu katakan. "Kau bilang apa?"

Jihan menggerakkan badannya acak, seolah merajuk karena Jungkook terus menyuruhnya mengulang perkataan. "Jihan mau di sini," Telunjuknya menyentuh perut kekar Jungkook, "Mau duduk di atas sini ..."

Sport ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang