25. Keep You Up

40.5K 3.4K 1.7K
                                        

_______

Bagaimana rasanya ketika baru membuka mata pagi-pagi disambut dengan wajah kekasih yang tengah sembunyi mencari kehangatan di dadamu? Well, tak biasanya Jungkook mengumpulkan nyawa secepat ini ketika baru bangun.

Jihan lucu sekali ketika tidur dengan rambut berantakan begitu. Melihat ini setiap pagi mungkin Jungkook tidak ingin bangkit dari ranjang, mau seharian bergumul dan memeluk tubuh mungil itu erat-erat.

Setelah menormalkan keadaannya, mata Jungkook jadi lebih jelas melihat Jihan terlelap dengan lengannya yang dijadikan bantal kepala. Bibir Jihan agak bengkak, wajahnya juga nampak letih sekali. Siapa memang yang membuat Jihan jadi begitu kalau bukan Jungkook sendiri.

Kemarin masih terus Jungkook ingat, tidak akan ia lupakan tentu saja. Ekspresi Jihan, pelukan dan juga rematan kuatnya ketika Jungkook menghentak agak kasar. Rengekan gemasnya ketika ia mengeluh bagian selatannya perih setelah dilepas. Suka sekali Jungkook.

"Sayang .." Laki-laki itu berbisik kecil, berniat membangunkan Jihan. Karena ia lihat cahaya matahari sudah masuk melalui celah jendela kamarnya, menandakan ini sudah pagi.

Jungkook meraih tangan Jihan, mengecup jari-jari mungil yang kemarin berhasil menggores punggungnya menggunakan kuku. Ah setiap Jungkook ingat itu pasti ia tersipu. Tak biasanya ia selesai bercinta dengan perempuan merasakan euforia seperti ini.

"Bangun, Jihan." Jungkook kembali mengecup punggung tangan Jihan, berharap agar kekasihnya terbangun.

Well, mungkin tidak. Pasti Jihan lelah, Jungkook lihat kemarin kekasihnya tertidur terlalu larut, pukul dua pagi mungkin. Masih gugup tidur bersama dengannya usai bercinta, apalagi mereka melakukannya tengah malam.

"Jihan ..."

Perempuan Kim itu bergeliyat mendengar bisikan Jungkook tepat di telinganya, sempat membuka mata sekejap lalu kembali tidur. Sepertinya Jungkook harus menyerah sekarang, sebenarnya ia sangat berharap agar Jihan segera bangun. Jungkook ingin melihat bagaimana reaksinya saat menyadari keadaan mereka tanpa dibalut apapun di balik selimut ini.

Pasti seru menyaksikan mimik wajah malu-malunya bagaimana. Tapi Jungkook masih punya perasaan untuk tidak membangunkan Jihan lebih dulu. Yang membuat Jihan kelelahan memangnya siapa, kalau bukan dirinya. Jadi ya, biarkan saja kekasihnya istirahat.

"Tidur yang nyeyak, ya." katanya diakhiri dengan ciuman ringan di sudut bibir Jihan.

Jungkook langsung menyibak selimutnya dengan pelan, bangun dengan bokser yang melekat di tubuhnya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sebenarnya kemarin usai bercinta dengan Jihan ia sempat membersihkan diri walau hanya di bagian privasinya saja, begitu juga dengan Jihan.

Saat berada di depan cermin kamar mandi, Jungkook memperhatikan bentuk tubuhnya seakan merasa bangga. Bagaimana Jihan tak merasa terpana melihat ini semua, hebat sekali memang dirinya kemarin malam sampai membuat Jihan menjerit kencang. Tidak sia-sia hasil olahraganya selama ini.

Bibir tipis itu tersungging saat melihat bekas cakaran yang tak terlalu keras nampak menghiasi punggung lebarnya. Lain kali sepertinya Jungkook memang harus memotong kuku jari Jihan sebelum melakukan itu lagi.

Iya, kalau Jihan-nya mau.

Laki-laki itu langsung bergegas mandi, pagi ini ia harus mempersiapkan sesuatu untuk Jihan.

***

Jihan merasakan pegal ketika bangun, cahaya matahari yang masuk melalui jendela kaca kamar membuat kedua mata Jihan tersingkap. Pasti ia bangun kesiangan.

Sport ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang