06. Imagine a Lot

42.5K 4K 1.9K
                                        

“Kalian kangen sama kenakalan saya?”

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Kalian kangen sama kenakalan saya?”

________

Setelah menutup pintu ruangan, Jungkook dengan hati-hati menurunkan Jihan di atas matras tipis yang sudah disediakan dengan apik di sana. Sangat pas sekali benda itu muncul.

Jihan dari tadi mengepalkan tangannya kuat-kuat, merasa gugup tubuhnya diangkat dengan entengnya oleh sang guru. Dan sekarang ketika ia sudah diturunkan, Jihan semakin gugup kala melihat Jungkook menatapnya lekat-lekat.

“Coba kulihat mana yang sakit,”

Tangis Jihan memang berhenti, tapi wajahnya masih sembab karena sempat menangis, hidungnya saja sampai merah. Lalu ia merasa sedikit terkejut ketika Jungkook membuka sebelah sepatunya.

Celana training Jihan juga ikut diangkat sampai di atas lutut, agar Jungkook dapat mengecek keadaan kaki muridnya tanpa halangan.

Laki-laki itu mencoba mengalihkan perhatiannya pada betis Jihan yang putih dan sedikit ditumbuhi bulu tipis itu. Dan ketika Jungkook menyentuhnya, baru kali ini ia tertegun akan mulusnya kaki seorang gadis.

Jungkook membayangkan bagaimana kalau kaki mungil ini memeluk pinggangnya ketika ia menghentak keras saat berada di atas ranjang. Sial, pasti indah sekali. Dibayangkan saja sudah sepanas itu, apalagi dirasakan.

Mendengar suara tarikan ingus dari Jihan yang menahan tangis, Jungkook  tersadar. Ia langsung mengecek dan menggerakkan pergelangan kaki Jihan dengan pelan.

“J-jihan rasa itu patah, Ssaem ... sakit sekali.”

Tangan Jungkook memijat pelan bagian yang menyebabkan Jihan sakit, terlihat dengan jelas saat Jungkook menekan bagian itu, Jihan langsung memejamkan matanya.

“Ini tidak patah, hanya terkilir.” Jungkook menumpukan tubuh dengan lututnya, ia tepat berada di depan Jihan yang tengah duduk dengan menumpukan kedua tangannya ke belakang.

“Aku akan mengurutnya sebentar, supaya sakitnya mereda sedikit.”

Mendengar itu, Jihan menatap Jungkook dengan pandangan horor, takut salah urut. Tapi ketika ia sadar kalau Jungkook adalah seorang guru olahraga, jadi pasti bisa menangani pertolongan pertama jika melihat anak didiknya cedera.

Jihan memejamkan matanya erat kala merasakan kakinya digerakkan ke atas dengan pelan. Ia mengulum bibirnya kuat-kuat menahan sakit, rematan tangannya di matras kian kencang.

“A—Ssaem ... ”

Tepat saat itu, Jungkook memutar cepat kaki Jihan hingga berbunyi suara seperti patahan tulang. Saat itu juga Jihan refleks berteriak sakit, air matanya kembali keluar begitu saja. Rasa sakitnya itu hampir sama ketika ia jatuh tadi. Bahkan bisa dibilang ini lebih keras

“Sudah,” Jungkook menurunkan sebelah kaki Jihan, “Apa masih terasa sakit?”

Perempuan itu menjawab dengan gelengan pelan, Jungkook yang melihat itu menggigit bibir bawahnya gemas. Posisi Jihan ini terlalu berbahaya di depannya, apalagi ditambah wajahnya merengek begitu. Hidungnya merah lagi, minta digigit.

Sport ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang