Makasi banyak udah nembusin target! Maaf untuk keterlambatannya, ya. Ini partnya panjang banget. Untuk sekarang gak pake target, tapi kuharap kalian masih berkenan memberikan komentar yang banyak. Biar aku semangat >_<
_________
Kedua mata jernih milik Jihan memandang pintu rumah Namjoon yang terbuka, tak bisa dipungkiri betapa senangnya binar mata itu melihat seseorang yang sedang berdiri jauh di depan pintu sedang menyapa sopan pada Namjoon—walaupun Namjoon mengabaikan, dan menyuruh pria itu segera masuk ke dalam rumah.
Naya yang berada dekat dengan Jihan melihat sang bibi menjinjitkan kaki lalu diturunkan lagi merasa heran, pokoknya terlihat gembira seperti mendapatkan sebuah hadiah yang paling ia damba. Bibinya jadi anak kecil tiba-tiba saat melihat kekasihnya sendiri.
Jungkook dari ambang pintu hendak masuk ke dalam rumah, terpaku melihat Jihan berdiri sejauh lima meter darinya sedang tersenyum. Itu adalah raut wajah kelegaan juga rindu yang terlalu dipendam lama. Kalau saja Jihan sendirian di sini, pasti sudah Jungkook dekap saat ini juga. Saking rindunya, tangan Jungkook sampai bergetar tak karuan ingin meluapkan perasaan senangnya melihat Jihan. Tapi berusaha ia tahan, supaya Namjoon tidak melihat.
"Kamarmu nanti ada di kamar tamu, mari aku tunjukkan."
Suara Namjoon dari belakang menyadarkan Jungkook yang masih saling pandang dengan Jihan. Pasangan itu seolah berkata melalui tatapan mata.
"Heh! Ikut aku." Namjoon berteriak kecil ketika menaiki tangga, Jungkook masih betah berdiri dengan mata yang tak fokus. Lebih tepatnya, pria itu terus memerhatikan Jihan yang sekarang sudah duduk di ruang tengah menemani Naya.
Namjoon menarik napasnya kelewat kencang, ia mengerti kalau pasangan itu sedang dimabuk rasa rindu. Tapi waktunya kondisikan dong, tentu tidak sekarang juga menikmati waktu berduanya. Jungkook pasti butuh setidaknya waktu duduk atau istirahat dari perjalanannya menuju ke sini.
"Taruh barang-barangmu di sana," kata Namjoon usai membuka pintu kamar tamu. "Lalu ikut aku, ada banyak hal yang perlu kau lakukan untuk membantuku."
Jungkook sedikit bingung dengan ucapan Namjoon, memang nanti ia akan melakukan apa? Bukannya kemarin tujuan Jungkook menginap sehari di sini adalah menemani Jihan?
Setelah menaruh barang bawaannya, Jungkook segera turun untuk menyapa keluarga Namjoon. Ia duduk di ruang tengah bersama anak-anak Namjoon dan mertuanya. Agak canggung rasanya ketika diajak berbicara, namun Jungkook berusaha berbaur.
Matanya terus-terusan mencuri pandang ke arah dapur, ada Jihan yang sedang membuatkan minuman untuknya. Mumpung Namjoon tidak ada juga, jadi Jungkook bisa main mata sebentar. Ia tersenyum melihat Jihan menghampirinya sembari membawakan minuman, gadis Kim itu pun begitu.
Beberapa hari tidak melihat Jihan secara langsung, Jungkook jadi merasa kekasihnya itu mulai berbeda. Jihan makin gemuk, pipinya tembam sekali. Ingin rasanya Jungkook menjawil itu, tapi ia hanya bisa menahan keinginannya dalam hati. Entahlah, di rumah ini tidak sebebas di tempat lain, Jungkook merasa sedang diawasi kalau melakukan sesuatu pada Jihan.
Jihan menaruh minuman di atas meja, senyumnya terus merekah melihat Jungkook. Gadis itu tanpa disuruh langsung ikut duduk, merapatkan dirinya dengan Jungkook. "Ssaem kabarnya bagaimana?"
Sempat merasa aneh ketika mendengar pertanyaan kaku itu, Jungkook menyadari keadaan sekitar langsung sadar kalau Jihan hanya sekadar basa-basi. Ada ibu mertua Namjoon dan Naya tepat berada di depan mereka sedang menonton televisi.
"Baik, sangat baik." Jungkook meminum apa yang dibawakan Jihan, menghindari rasa histeris dalam diri sebab ia begitu ingin memeluk seseorang yang bahkan hanya berjarak kurang dari sejengkal tapi Jungkook seakan dilarang untuk menyentuh Jihan barang sedikit pun. Jungkook merasa, kalau ia melakukan itu, ia akan berakhir tak bernyawa. Entah, pokoknya perasaan Jungkook seperti itu saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sport ✔
FanfictionCOMPLETED | BOOK 2 TERSEDIA DALAM BENTUK EBOOK Jeon Ssaem mengajarkan dua jenis olahraga pada Jihan. Mau tahu? Start : 3 Mei 2020 Fin : 4 Februari 2022 ©Arriverdeci 2020
