Keesokannya Winter berada diapartemennya, karna ia libur hari ini makanya ia merapihkan tempat tinggalnya yang memang sangat barang ia bersihkan. Semua ia bersihkan sampai tak ada debu dan kotoran sampai ia mengecek dibagian dapur, membuka lemari tempat persediaan makannya yang hanya tersisa sosis instan dan dua telur.
Winter menghela nafasnya ia langsung mengambil dompet didalam kamar dan pergi berbelanja ke supermarket yang letaknya lumayan sedikit jauh, jadi ia harus menaiki taksi dibawah.
Setelah sampai disupermarker, Winter mengambil trolly dan memasukkan daftar makanan yang ia butuhkan. Ia hanya tinggal sendiri jadi tak perlu beli terlalu banyak, hanya secukupnya dan makanan yang tak merepotkan, setidaknya seperti tuna kaleng, kornet, beberapa sayur yang sekiranya akan cukup awet dikulkasnya dan lainnya.
"Ah margarin" gumam Winter saat melihat trolly miliknya yang lumayan banyak namun tak melihat benda margarin.
Langsung lah dirinya pergi menuju rak yang berisi margarin, matanya pun melihat margarin yang biasa ia beli dan ia pun segera mengambil lalu memasukkannya kedalam trolly, karna sudah cukup ia segera membayar ke kasir dan membawa barangnya dengan trolly sampai didepan tempat ia menunggu taksi.
Saat dirinya berjalan setelah pintu keluar, entah apa tiba-tiba banyak orang berkerumun disuatu stand membuat ia terhalang, ia pun melirik lirik stand apa itu? Daan saat dilihat ternyata cuma ada sebuah diskon besar-besaran yang sangat Winter tak indahkan.
Ia pun berjalan berdesakkan menembus kerumunan tersebut dengan mendorong trollynya sampai berhasil keluar, ia pun tak sengaja terdorong seseorang sampai ia terhuyung kesamping sampai menyenggol orang lain.
"Hey!" Pekik orang tersebut, Winter segera bangkit.
"Sorry" ucap Winter saat melihat baju tersebut terkena kopi sehinga meninggalkan noda.
"Winter? Huh kau pasti sengaja!" Orang itu mendorong Winter membuat gadis itu kembali terhuyung kebelakang.
"Aku tak sengaja Rena!" Ketus Winter.
"Mana mungkin? apa kau jalan tak lihat lihat?! Lihat bajuku kena noda!" Pekik Rena mendorong-dorong bahu Winter membuat gadis itu geram.
"Aku tak sengaja mengapa kau memarahiku? Berapa harga bajumu akan ku ganti!" Ketus Winter, ia sangat kesal lantaran gadis didepannya ini mendorong bahunya.
"Uh apakau ingin mengganti? Kau punya uang huh?" Sinis Rena menatap Winter dengan remeh.
"Apa aku terlihat miskin dimatamu? Apa hanya kau yang mampu membeli semua?" Sarkas Winter menatap dingin ke arah Rena.
"Yak! Sombong sekali dirimu! Mengapa sih aku harus bertemu denganmu?! Sangat menyebalkan" cibir Rena kemudian menyiram sisa kopi tadi kebaju Winter.
Winter terkejut dan Rena tersenyum remeh "Upss kena maaf deh" ucap Rena mengulurkan tangannya hendak memegang Winter dan langsung ditahan oleh Winter.
"Ck! Persetanan dengan dirimu! Apa yang kau lakukan?" dingin Winter menepis tangan Rena dengan kasar.
"Sama sepertiku, bajumu harus terkena noda juga! Aku membencimu Winter" ucap Rena sembari mendorong tubuh Winter.
Winter geram ia kesal dengan gadis didepannga ini, gadis yang selalu mencari gara-gara dengannya sedari dulu.
"Baiklah karna bajuku juga kau siram artinya impas" ketus Winter, kemudian beranjak pergi meninggalkan Rena namun gadis itu langsung menarik trolly Winter sehingga gadis itu ikut tertarik.
"Mau mu apa?!" Teriak Winter.
"Mau 'ku? Ini"
Pluk

KAMU SEDANG MEMBACA
✔White Winter | ssungwint
Fanfic[BAHASA ─ AU] Semi baku, Tolong perhatikan angka daftar takutnya ngacak "In winter we met for the first time and you steal my heart even it's a brief meet"-JSC Minjeong atau Winter dan Sungchan berteman saat kecil namun terdapat insiden yang tak men...