Winter membuka kedua matanya dilihatnya kearah jendela yang nampak matahari sudah sangat terang, itu artinya sudah siang...uh untung saja ia tak memiliki jadwal kuliah.
Ia mencoba bangkit namun kepalanya masih sangat pening akibat pengaruh alkohol semalam, ia berusaha mengingat-ngingat kejadian semalam saat ia, Giselle dan Somi pergi ke club dan ia mabuk? Ah yang membawanya pulang sudah pasti Giselle. Alih-alih mengingat kepalanya justru makin pening, sial dia tak dapat mengingat kejadian semalam seinci pun.
Winter bangkit dengan berjalan sedikit lunglai melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, ia memuntahkan isi perutnya karna keadaanya ia sangat mual dan juga sangat pening. Setelah sudah ia segera keluar untuk mencari keberadaan Giselle.
Mendengar suara berisik dari arah dapur ia segera berjalan kesana, namun bukannya mendapati sosok Giselle ia malah menemukan sosok punggung pria yang sangat ia yakini kalau itu Sungchan. Mendadak jantungnya berhenti berdetak.
"Kamu disini?!" Pekik Winter, Sungchan pun langsung membalik badan.
"Ah kamu sudah bangun? Makanlah, tadi aku membelikan bubur untukmu dan minum ini agar kepalamu tak sakit." Ucap Sungchan memberikan semangkuk bubur dan obat pereda sakit kepala ditaruhnya keatas meja makan.
"Kau—"
"—duduk dan makan dulu baru tanya-tanya." potong Sungchan seraya menyuruh Winter duduk, ia pun pasrah mendudukan dirinya pada salah satu kursi meja makan.
"Kamu yang membawaku semalam?" Tanya Winter to the point.
Sungchan mengangguk, "Memangnya aku masih disini untuk apa kalau gak bawa kamu? Makan dulu Winter." suruh Sungchan.
"Semalam aku mengatakan apa saja?" Tanya Winter menghiraukan suruhan Sungchan untuk makan.
Sungchan menghela nafas, ia pun mendudukan diri nya didepan Winter, "Ya meracau seperti orang mabuk lah, kau ini bisa-bisanya mabuk bersama Giselle." Ucap Sungchan.
"Ya aku mengatakan apa saja Sungchan, ini kau menemaniku dari semalam?"
"Iyaa semalam kamu yang menahanku, katanya aku tampan bahkan Harry style kalah." Ejek Sungchan dilebih-lebihkan namun membuat pipi Winter mendadak panas.
"K-kamu pasti berbohong!" Elak Winter membuang wajahnya kesamping.
Sungchan terkekeh, "Itu benaarr, bahkan kamu mengobrol pada pintu kamarmu seakan itu adalah diriku." Ucap Sungchan masih mengejek Winter.
"M-mana ada! Untuk apa aku mengatakan seperti itu..." Elak Winter yang mengundang gelak tawa dari Sungchan.
Diam-diam Winter mencoba mengingat apa yang terjadi semalam ia takut saja kalau ia mengatakan hal bodoh lainnya pada Sungchan seperti....menyatakan perasaanya.
"Aku tak mengatakan hal lain lagi?" Tanya Winter dengan was-was.
"Cuma itu sih, selebihnya kamu tertawa kencang sambil bernyanyi tidak jelas." Ucapnya seraya meletakkan telunjuknya di dagu mengingat kejadian semalam saat Winter bernyanyi dengan brutalnya.
"A-aku 'kan tak bisa bernyanyi! Kamu pasti bohong."
"Aku gak bohong, Winter, harusnya semalam aku rekam biar kamu percaya, lagian memangnya jawaban seperti apa yang ingin kau dengar hm? Kalau kau bertanya kita semalam tak berbuat apa-apa sungguh, aku tak menyentuhmu." Kalimat Sungchan sukses membuat pipi Winter merah padam.
"Berbuat apa-apa, apa maksudmu! Ah sudahlah, pulang sana memang kamu tak ada kelas?" Usir Winter.
Sungchan terkekeh, "Tak ada tenang saja, lagian kamu ikut-ikutan Giselle minum aja."

KAMU SEDANG MEMBACA
✔White Winter | ssungwint
Fanfiction[BAHASA ─ AU] Semi baku, Tolong perhatikan angka daftar takutnya ngacak "In winter we met for the first time and you steal my heart even it's a brief meet"-JSC Minjeong atau Winter dan Sungchan berteman saat kecil namun terdapat insiden yang tak men...