❄ : 29

292 65 7
                                    

Besoknya Jungwoo dan Winter menaiki taksi bersamaan, kalau Winter sudah jelas tujuannya mau ke kampus kalau Jungwoo dia akan menuju bandara untuk pulang. Keberangkatannya sih masih ada sekitar dua jam lagi, tapi jadwal kuliah Winter yang akan berlangsung.

Sesampainya di kampus, Winter dan Jungwoo keluar bersamaan— ah Jungwoo sih udah jelas mau mengusili adiknya dulu.

"Dengar, setelah aku pulang kalau ditelfon sama mama atau papa itu diangkat." Kata Jungwoo.

"Mama sama papa aja kan? Ok," winter mengangguk.

Jungwoo mendorong kepala Winter pelan, "Ya telfon dariku juga angkat lah!" Winter mendecak.

"Huh untunglah kau hanya sebentar disini." Cibir Winter.

"Aku sih dengarnya, 'kenapa kak Jungwoo cepat sekali pulang apa gak bisa lebih lama lagi?' Iyakaann?" Goda Jungwoo.

"Nggak! Hey, sebaiknya kau cepat bergegas banyak yang melihat kearahku sekarang." Usir Winter.

"Mereka punya mata, lagian siapa dirimu untuk dilihat? Artis? Malaikat?" Cibir Jungwoo menyilangkan kedua tangan didadanya.

Winter merotasi mata, "Diamlah, cepat masuk dan pergi." Usir Winter.

"Kenapa gak kamu duluan yang masuk?"

"Apalagi yang mau kau bicarakan? Cepat katakan!"

Jungwoo tampak berfikir, "Eumm kayaknya gak ada, oh! Jaga kesehatan ya, jangan begadang karena tugas banyak aku tau jurusanmu bukan jurusan main-main yang punya banyak waktu santai, tapi kamu harus sehat oke? Pokoknya pulang-pulang harus sehat!" Kata Jungwoo mengelus rambut Winter.

"Yaa, sampaikan salamku pada mama dan papa." Jungwoo mengangguk.

"Yaudah aku pulang ya, sampai ketemu adik." Pamit Jungwoo menarik Winter kedalam dekapannya dan mengecup puncak kepalanya.

sontak Winter segera melepaskan, "Kak!"

Jungwoo terkekeh, "Gitu aja malu-malu! Udah deh, sampai jumpa!" Jungwoo langsung masuk kembali kedalam mobil taksi.

Winter memandang taksi yang dinaiki Jungwoo semakin menjauh darinya, ia menghela nafas lalu membalikan badan untuk pergi ke gedung fakultasnya. Namun matanya menangkap sosok Jung Sungchan yang tengah melambaikan tangan kearahnya.

Winter acuh dan bersikap seolah ia tak melihat Sungchan tengah melambaikan tangan kearahnya. Bahkan saat disamping Winter tak menoleh sedikit pun.

"Ey! Noleh dong!" Seru Sungchan menghampirinya dan berjalan bersamaan, Winter tak membalas.

"Eh tadi siapa? Ciee Winterr siapa tuh kok peluk-peluk sih?" Goda Sungchan yang lagi-lagi tak dibalas apapun dengan Winter, bahkan menoleh pun tidak.

Sungchan jadi bingung, "Kamu kenapa?" Sungchan menepuk pundaknya.

"Kak Jeffrey!!" Pekik Winter, melambai tangan kearah Jeffrey kemudian melengos meninggalkan Sungchan.

"Sejak kapan Winter deket sama Jeff?!" Pekik Sungchan saat melihat Winter dan kakaknya yang sedang berjalan bersama sambil mengobrol.

"Dan...oh wow! Dia mengacuhkan diriku?! Ah gak bisa diterima!!" Sungchan hendak mengejar Winter dengan kakaknya namun lengannya keburu ditarik oleh—

"Ennik?!" Kaget Sungchan, mendapati sosok Somi disampingnya ada kekasihnya.

"Kenapa kaget sih udah kayak lihat hantu?" Ejek Somi, Sungchan mengangkat kedua bahunya.

"Ennik I'll go," pamit Vernon.

✔White Winter | ssungwintTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang