"Menyalahkan diriku untuk menutupi kesalahan, kau fikir aku akan membunuh seperti yang Rena katakan padamu Sungchan?"
Jleb
Sungchan speechless, kok Winter tau ya kalau dia curiga?
"E-eh..." gugup Sungchan menggaruk tengkuk yang tidak gatal sama sekali.
"Aku tau Hwang Rena mengatakan padamu kalau aku membunuh siswa pada kasus pembunuhan sekolahku dulu" dingin Winter.
"Ah? Hahaha nggak kok aku kan gak percaya!" tawa Sungchan canggung, entah kenapa kok dia jadi takut ya liat Winter begitu?
Winter menghela nafas "Semua dimulai saat aku baru memasuki sekolah atas dimana Jeon Somi sudah pindah ke Australia, Hwang Rena yang sering menindas murid lain dan aku tentu saja tidak tertarik akan itu, sampai dimana ada murid baru ia berpenampilan layaknya bodoh dan menjadi seorang penurut membuat Rena dan temannya gencar sangat suka menindas, anak itu pernah berusaha mendekatiku sebagai teman tapi aku tak tertarik untuk berteman dengan siapapun" jelas Winter panjang lebar, membuat Sungchan termangun cengo.
"Hah?" satu kata yang hanya dilontarkan Sungchan.
Winter mendengus "Kosa katamu buruk sekali sedaritadi hanya berucap Hah?" ejek Winter.
"Ya habis gimana ya"
"Tch! Intinya kau bisa memberitahu Somi kalau Rena tengah melakukan sesuatu hal buruk padanya, atau katakan saja padaku" sumpah demi kak Jeffrey yang ganteng tapi lebih ganteng Sungchan rasanya Sungchan sangat ngeri lihat gadis didepannya yang seperti sudah tau semuanya.
"Lalu setelah ku katakan dan kau akan di iya iyakan oleh Rena bagaimana?"
"Iya iyakan apa sih maksudmu?" Decak Winter, lelah dengan perkataan aneh dari Sungchan.
"Hehe, kalau kau disakiti Rena?"
"Dia tak menyakitku tapi dia menyakiti dirinya sendiri, menggali kubur untuk dirinya sendiri" dingin Winter.
SUMPAH DEMI WAJAH TAMPAN KAK JEFFREY! SUNGCHAN JADI NGERIII.
❄❄❄
Pagi ini Sungchan tengah terburu-buru untuk menuju kelasnya, sungguh ia terlambat! Dan sudah lewat 10 menit dari jadwal masuknya, tanpa menghiraukan kerumunan orang dikooridor kampus Sungchan berlari sampai terjatuh-jatuh.
Sesampainya didepan kelas, sebelum masuk ia mengatur nafasnya yang terengah, mengatur penampilannya juga karena entah kenapa dosen yang satu ini selain dikenal tidak jelas dan galak tapi sangat memperhatikan penampilan. Huh.
"Sungchan kamu kenapa?" Tanya Christa, gadis bersurai pirang menatap Sungchan dengan heran disebelahnya.
"Heh?! Christ kamu telat juga?! Syukurlahh aku punya teman yang telat" ucap Sungchan dengan membinar menatap kearah Christa yang kini menatapnya bingung.
"Telat? Kayaknya kamu belum cek forum online, dosen gila itu mengubah jadwal pukul 12 malam" gerutu Christa.
Sungchan cengo "Hah?!"
"Iya, dia ganti jadwal jadi masuknya dua jam lagi" jelas Christa.
"Terus tadi aku ngapain buru-buru sampai lupa sarapan?!" Geram Sungchan yang direspon dengan angkatan kedua bahu Christa.
"Yah awalnya aku juga sama kayak kamu sih, tapi pas sarapan iseng lihat forum online" Sungchan mencibir kesal, perutnya belum ia isi apa-apa dan sekarang sangat lapar.
"Well, aku mau lanjut ke perpustakaan, sampai jumpa Sungchan" pamitnya kemudian gadis bernama Christa tersebut berlalu meninggalkan Sungchan yang masih terpaku didepan pintu kelasnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
✔White Winter | ssungwint
Fanfiction[BAHASA ─ AU] Semi baku, Tolong perhatikan angka daftar takutnya ngacak "In winter we met for the first time and you steal my heart even it's a brief meet"-JSC Minjeong atau Winter dan Sungchan berteman saat kecil namun terdapat insiden yang tak men...