Double up🤸🏻♂️🤸🏻♂️
Mew sesekali mengecupi tangan Gulf, sebelah tangannya dengan apik berada di pinggang Gulf, keduanya berjalan menuju rumah mereka, iya sedari pagi Gulf memang mengajak Mew untuk berjalan-jalan di taman dekat rumah mereka, bukan Mew namanya jika tidak menuruti keinginan Gulf, bucin dih.
"Kita pesan antar saja na untuk makan siang?"
"Tidak mau!, Gulf ingin memasak" kesal Gulf menghentikan langkahnya dan mengerucutkan bibirnya kesal!. Gulf benar-benar banyak kemajuan dalam bidang memasak, ia terus belajar setiap harinya demi memasakan Mew.
"Kita pesan antar saja sayang" seru Mew lembut seraya mengelus pinggang Gulf.
"Apa masakan Gulf tidak enak?, sampai phi tidak mau makan masakan Gulf lagi?" tanya Gulf dengan puppy eyesnya.
"Sayang bukan begitu tapi nanti Gulf lelah jika harus memasak lagi"
"Tapi Gulf tidak lelah"
"Twins pasti lelah sayang, kita sudah jalan-jalan" seru Mew lembut.
"Tapi twins juga tidak lelah phi Mew, iya kan twins?" tanya Gulf seraya menatap perut buncitnya seolah meminta persetujuan dari kedua buah hatinya.
Cup
Mew mengecup singkat pipi Gulf, Gulf selalu terlihat menggemaskan baginya.
"Phi Mew kenapa mencium Gulf" kesal Gulf mencebikan bibirnya.
"Kenapa Gulf bertingkah seperti itu hm?"
"Memangnya Gulf melakukan apa?, Gulf kan hanya berbicara dengan twins seperti yang sering phi lakukan"
"Gulf terlihat menggemaskan eoh jika seperti itu" seru Mew seraya mengapit hidung Gulf dengan jarinya, membuat Gulf memukul-mukul tangan Mew dan kembali mengerucutkan bibirnya.
"Phi Mew mengesalkan!" kesal Gulf membuat Mew terkekeh.
Keduanya kembali melanjutkan jalannya dengan terus berpegangan tangan. Sampai langkah keduanya terhenti tak jauh dari rumah mereka. Mew mengetatkan rahangnya saat melihat sebuah mobil sedan hitam terparkir apik di halaman rumahnya, Gulf yang merasa pegangan tangan Mew menguat buru-buru berdiri dihadapan Mew.
"Phi ayo kerumah mae saja" seru Gulf seraya menatap Mew dengan puppy eyesnya.
"Tidak!" seru Mew tajam.
"Eum kita jalan-jalan lagi aja gimana?" tanya Gulf berharap kali ini berhasil menjauhkan Mew dari rumah mereka. Sedangkan Mew sedari tadi sudah menahan emosinya mati-matian, melihat siapa yang ada di depan rumahnya. Bright Vachirawit yah yang ada di depan rumah mereka saat ini adalah Bright, orang yang paling ingin Mew habisi saat melihatnya.
"Kita pulang!" seru Mew hendak berlalu tapi Gulf menahannya.
"K-kalau begitu jangan berkelahi" seru Gulf
"Kenapa memangnya hah?!, Gulf tidak suka jika phi memukul bajingan itu?!, atau Gulf ingin membelanya lagi?!"
"B-bukan seperti itu phi, tapi luka phi saja baru hilang, Gulf hanya tidak ingin phi terluka lagi. Dan lagi jika phi berkelahi nanti di lihat twins bagaimana?, phi mau twins jadi tukang berkelahi di sekolahnya nanti?" seru Gulf mencoba untuk menenangkan Mew, saat Mew hendak menjawab suara yang paling di benci nya terdengar.
"Gulf" Gulf menghela nafasnya kasar dan perlahan menolehkan kepalanya, tangan nya mencoba untuk mengelus lembut tangan Mew, ia tak ingin Mew terbawa dengan emosinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Garis Takdir | MewGulf
RandomPhi aku ingin kita putus -Gulf Kanawut Seberapa ingin pun kau pergi dari ku itu tak akan pernah berhasil karna tuhan telah mentakdirkan kita bersama! -Mew Suppasit Dan setelah semuanya terjadi hanya satu kata yang menghampiri Gulf yaitu 'Penyesalan...
