PART 37

80 5 0
                                        

Happy Reading


Sifa menetes kan air mata setelah selesai berdoa , sungguh ini membuat dadanya sangat sesak ketika ia harus menghapus nama lelaki yang mengisi hati nya selama bertahun-tahun ini. Sifa masih tak menyangka keputusan nya dulu untuk mencintai tetangganya akan berakhir menyedihkan seperti sekarang. Dan dia pun tak menyangka jika sekarang ia menerima senior yang dulu sangat dibencinya.

Sifa merapikan kembali perlengkapan solatnya dan berniat untuk melanjutkan tidurnya namun tangan nya malah mengambil handphone yang berada dinakas. Sifa membuka aplikasi Instagram nya dan tak sengaja melihat akun tetangga nya yang kebetulan sekarang sedang online. Tanpa disuruh jantung Sifa berdetak cepat seperti biasa.

"Apa-apaan nih kenapa jadi deg-degan gini cuma karena liat dia lagi online, please yaa Sifa lo harus move on dari dia. Lo gak akan mungkin bisa ngirimin dia pesan kaya dulu lagi , inget dia calon suami orang" gumam sifa menasihati dirinya sendiri.

Sifa pun mematikan ponselnya dan langsung merebahkan dirinya agar kembali tertidur.

Ditempat lain seorang lelaki sedang melakukan hal yang sama seperti Sifa , memanjatkan doa diatas gelaran sajadahnya . Selayaknya Sifa yang mengganti nama Ali dengan nama Bara , Ali pun mengganti nama Alisya dengan nama Sifa .

"YaAllah yang maha pemilik cinta , ternyata selama ini hamba salah memberikan cinta hamba pada seseorang. Dulu hamba mengabaikan wanita yang mencintai hamba dalam diamnya , kini hamba baru merasakan sakitnya diabaikan oleh orang yang kita cintai. YaAllah hamba terlambat menyadari bahwa hamba juga mencintai Sifa , wanita yang diam-diam menyebut nama hamba disetiap doanya . Jika engkau meridhoi hamba dengan nya maka permudah kan lah jalan hamba menuju nya yaAllah , ijinkanlah hamba mendapatkan kembali hatinya dan mengabulkan doa-doanya selama ini . Aamiin"

Bukan hanya Sifa yang merasa sesak saat mengganti nama Ali didalam doanya , Ali pun merasakan sakit saat ia mengingat betapa jahat nya perlakuan dia terhadap Sifa ketika menyuruh Sifa berhenti menyebut namanya disetiap doa Sifa.

Penyesalan memang selalu datang belakangan. Ali duduk ditepi ranjang nya setelah selesai solat , ia menyalakan ponselnya  dan membuka aplikasi Instagram. Lagi-lagi yang ia lakukan sama seperti Sifa , ia melihat Sifa yang sedang online . Bahagia nya kini sangat sederhana hanya ketika melihat Sifa online. Ali membuka kembali chat lama nya dengan Sifa.

Sudut bibir Ali terangkat saat membaca isi pesan yang dulu dikirimkan oleh Sifa saat meminta nya untuk mem-follback akun Instagram nya. Mengapa tak ia sadari sejak dulu bahwa itu awal mula langkah Sifa untuk mendekati nya.

Memang semua terasa berharga ketika kita sudah kehilangan nya. Kehilangan sosok Sifa sudah pernah Ali rasakan saat ia pergi ke pesantren, namun kehilangan Sifa saat ini lebih menyakitkan karena Sifa pergi membawa seluruh rasa cintanya.
.
.
.
.
Pagi ini Sifa sudah berada diruangan Bara, sebelum berangkat ke kantor tadi Bara menjemput Sifa agar ikut menemani nya meeting dengan rekan bisnisnya disalah satu restoran di Jakarta. Sebelum itu Bara harus menandatangani beberapa berkas sehingga Sifa harus ikut kekantor nya dulu dan menunggu ia menyelesaikan tugasnya.

Sifa duduk bersandar di sofa ruangan Bara , sedangkan lelaki itu masih fokus dengan tumpukan kertas dimeja nya. Sifa bingung harus bagaimana akhirnya ia mengeluarkan ponselnya dan membuka Instagram.

Beberapa menit kemudian Bara merapikan kembali kertas-kertas dimeja nya dan berjalan menuju Sifa. Mata Bara membulat ketika melihat layar handphone Sifa yang menunjukkan foto seorang lelaki.

Wanita itu sedang sibuk memandangi foto-foto lelaki itu, muncul rasa penasaran dihati Bara namun karena Bara tidak ingin acara hari ini rusak sehingga ia memilih untuk tidak membahas nya sekarang.

"Ekhemm kita berangkat sekarang yuk" ucap Bara membuat Sifa kaget dan langsung mematikan ponselnya.

Sifa berbalik menghadap Bara "ehh kak Bara udah selesai" ucap Sifa gugup.

"Udah , yaudah yuk jalan sekarang" kata Bara sambil tersenyum.

Bara melangkah kan kakinya keluar dari ruangan diikuti oleh Sifa dibelakang nya , dalam hati Sifa terus merutuki dirinya yang sangat bodoh melakukan hal seperti itu saat sedang bersama Bara. Walau bagaimanapun saat ini Bara bukan hanya sekedar senior nya , setidaknya Sifa harus lebih menghargai nya .

Di dalam mobil suasana menjadi hening tak ada yang berani mengeluarkan suara hingga mobil Bara terparkir di depan restauran yang cukup mewah. Bara turun duluan dari mobil membuat Sifa semakin merasa bersalah.

Sifa setengah berlari mengejar Bara yang sudah jauh didepan nya saat sudah sejajar dengan Bara Sifa memberanikan diri untuk mengajak nya bicara.

"Kak aku---" ucapan Sifa terhenti saat tiba-tiba Bara menghentikan langkahnya.

Tampak Bara sedang menghela nafas panjang lalu kemudian tersenyum menatap sifa. "Udah gapapa , ayo masuk client aku udah nunggu didalam" ucap Bara lembut.

Ini yang membuat Sifa selalu merasa bersalah jika melakukan hal yang sekiranya menyakiti hati Bara. Bara tidak pernah berubah dari dulu, tak pernah sekalipun Sifa melihat Bara berbicara kasar ataupun menyakiti hati Sifa . Justru dia yang akan terus mengalah bagaimana pun kondisinya.

Setelah acara meeting nya selesai Sifa dan Bara tidak langsung pulang, mereka berdua malah baru memesan makanan saat client Bara sudah pergi. Sifa masih belum berani berbicara apapun pada Bara sampai akhirnya Bara sendiri yang memulai obrolan.

"Kamu kok diem aja sih dari tadi? Lagi puasa ngomong?" Ucap Bara sambil terkekeh.

Sifa menggeleng namun tatapan nya memelas seakan meminta Bara agar tidak marah karena kejadian tadi.

"Kenapa hmm? Udah cantik-cantik tapi diem terus nanti dikira orang kamu gak bisa ngomong" kata Bara lagi sambil tertawa.

"Kak Bara gak marah sama aku?" Tanya Sifa

"Kenapa aku harus marah?"

"Tadi aku liat-liat foto cowok" ucap Sifa sambil menunduk.

"Ohh emang nya itu foto siapa?"

Akhirnya Sifa menjelaskan bahwa itu adalah foto Ali , memang sampai saat ini Bara belum pernah bertemu Ali sehingga Bara tidak mengetahui seperti apa wajah Ali.

"Ohh gitu tadi aku kira itu foto artis sampai betah banget mandangin nya" sindir Bara

"Aku gak mandangin kak tadi kebetulan lewat di halaman Instagram aku" elak Sifa.

Bara mengangguk-anggukkan kepalanya , dia tak ingin memperpanjang masalah seperti ini.

"Yaudah gak usah dipikirin santai aja" ucap Bara berbarengan dengan pelayan yang mengantarkan makanan mereka.
.
.
.
.
Mobil Bara berhenti didepan gerbang rumah Sifa "makasih yaa kak " ucap Sifa sebelum turun.

"Sama-sama makasih juga udah nemenin aku hari ini"

Sifa tersenyum lalu turun dari mobil Bara, Bara menurunkan kaca mobilnya "aku langsung pulang yaa assalamualaikum"

"Waalaikumsallam hati-hati kak" .

Setelah itu Sifa langsung masuk kedalam rumahnya tanpa sadar ada seseorang yang memperhatikan mereka dari jauh.

"Maafkan jika kali ini aku harus egois"

BERSAMBUNG

THANKS ❤️

CINTA DIAM DIAMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang