Happy Reading
Hari ini malam Minggu Gita sudah berada diruang tamu rumah Sifa bersama umi nya Sifa. "Kamu langsung ke kamar Sifa aja yaa" ucap umi pada Gita.
"Yaudah Gita kekamar kak Sifa yaa"
Gita mengetok pintu kamar Sifa dia tidak berani langsung masuk karena kata umi Sifa sedang tidak bisa diajak becanda daripada dia kena Omelan Sifa jadi dia memilih untuk bersikap lebih sopan untuk saat ini.
Pintu kamar terbuka dan memunculkan Sifa dibalik pintu , Sifa masih menggunakan baju tidur dengan wajah kusut seperti orang bangun tidur.
"Ada apa?" Tanya Sifa pada Gita dengan nada bicara yang tidak seperti biasanya.
"Kak Sifa belum rapi?" Tanya Gita hati-hati
Sifa tampak berpikir sebentar lalu dia ingat jika hari ini adalah jadwal pengajian mingguan tapi Sifa sangat malas jika harus melihat wajah Ali.
"Aku gak ikut dulu deh lagi kurang enak badan" kata Sifa , sebenarnya Sifa tidak sepenuhnya berbohong. Badan nya memang sedang tidak terlalu sehat, apalagi hatinya.
"Ohh gitu yaa yaudah gapapa Gita pergi sendiri"
Sifa hanya mengangguk tak menjawab, Gita yang merasa bahwa Sifa berbeda pun langsung turun kebawah tanpa berniat menggoda Sifa seperti biasanya.
Melihat Gita turun sendiri membuat umi nya Sifa yakin kalau Sifa masih tidak ingin diganggu. Umi nya sangat khawatir dengan sikap Sifa akhir-akhir ini yang sering menyendiri di kamarnya . Sifa hanya keluar kamar untuk makan setelah itu Sifa kembali masuk kekamar.
Sifa seperti orang yang tidak punya semangat hidup lagi. Sebesar itukah pengaruh Ali dalam hidup Sifa , saat Sifa memutuskan untuk mencintai Ali dulu Sifa banyak melakukan perubahan yang positif , namun yang ditakuti uminya adalah jika perubahan Sifa hanya untuk mencari perhatian Ali bukan karena mengejar ridho Allah.
Sifa duduk dimeja belajar nya dengan kepala yang ditidurkan diatas meja. Matanya menatap kelayar ponselnya yang sedang menampilkan foto tetangganya itu . Terlihat air mata disudut matanya yang bersiap akan keluar namun tidak jadi karena Sifa kaget dengan pintu kamarnya yang tiba-tiba terbuka dan terlihat uminya masuk kedalam kamar nya.
Sifa langsung mematikan handphone nya dan duduk tegap menghadap uminya."kenapa umi?" Tanya Sifa
"Kamu gak ikut pengajian sama Gita?"
"Sifa lagi gak enak badan umi" kata Sifa
"Kalo gak enak badan kenapa gak istirahat kok malah duduk disini" ucap umi.
"Sifa bosen tiduran terus"
"Sifa kamu gak boleh seperti ini terus, kamu harus kembali seperti biasanya jangan larut dalam kesedihan kamu terus. Karena kesedihan kamu ini kamu meninggalkan hal-hal baik yang biasanya kamu lakukan, kalo kamu seperti ini berarti kamu berubah menjadi lebih baik karena Ali bukan karena Allah" ucap umi mengingat kan Sifa.
"Sifa berubah karena Allah umi bukan karena siapapun"
"Kalo seperti itu kehilangan Ali tidak membuat mu jauh dari Allah, kembali seperti semula Sifa hidup kamu terus berjalan tidak berhenti sampai disini" ucapan umi membuat Sifa tersadar bahwa apa yang dia lakukan beberapa hari ini adalah perbuatan yang salah.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DIAM DIAM
Fiksi RemajaIni bukan tentang mantan nya saat di SMA , dan bukan juga senior dikampus nya ... Tapi ini tentang seorang laki laki yang dia kagumi beberapa tahun belakangan ini . Pria yang mampu membuat nya rela mencintai dalam diam. Thank you ❤️
