PART 44

83 4 0
                                        

Happy Reading



"ohh iyaa aku mau ngasih tau kamu kalo malam ini aku pergi lagi ke Surabaya" ucap Bara membuat senyum Sifa luntur.

Apa dia bilang pergi lagi? Yang benar saja pagi tadi dia baru pulang dan sekarang mau pergi lagi.

"Mau ngapain?" Tanya Sifa tak habis pikir.

"Sebenarnya pekerjaan aku belum kelar , aku terpaksa pulang hari ini buat kasih kejutan ini ke kamu tadinya aku mau lakuin nya pas kerjaan aku beres semua cuma gak tau kenapa aku ngerasa harus ketemu kamu sekarang" jawab Bara dengan wajah merasa bersalah.

Sifa menghembuskan nafas nya kasar "sampai kapan disana?"

"Mungkin agak lama karena ada beberapa masalah yang harus aku selesaikan"

"Kenapa sibuk banget sih?"

"Maafin aku yaa aku janji kalo kerjaan aku udah selesai aku akan kerumah ketemu sama ayah dan umi" ucap Bara sambil tersenyum.

"Janji yaa" kata Sifa dengan wajah bahagia.

Bara mengangguk "janji".

Mobil Bara berhenti didepan gerbang rumah Sifa "kak Bara mau mam..."
Belum selesai Sifa bicara tiba-tiba ponsel Bara berbunyi "sebentar yaa" ucap Bara lalu mengangkat panggilan masuk di ponsel nya membuat Sifa menyandarkan kepalanya lagi menunggu Bara selesai.

Bara mematikan teleponnya setelah selesai berbicara dengan seseorang diseberang sana lalu menatap Sifa yang juga sedang menatap nya "aku langsung pulang yaa ada berkas yang harus aku siapin dan langsung ke bandara" ucap Bara.

"Gak mau mampir dulu?" Tanya Sifa ragu.

"Hmm maaf yaa Sifa kakak buru-buru , besok-besok kakak luangin banyak waktu buat kamu yaa" kata Bara membujuk agar Sifa tidak kecewa.

Sifa diam sejenak lalu mengangguk pelan "okee hati-hati berangkat nya" ucap Sifa

Yaa mau gimana lagi seperti inilah resiko memiliki pasangan seperti Bara harus siap ditinggal-tinggal , katakanlah ini satu nilai minus Bara dimata Sifa.

"Iyaa salam buat ayah dan umi"

Sifa mengangguk lalu turun dari mobil, Bara membuka kaca mobil nya "aku pamit yaa assalamualaikum" ucap Bara sambil melambaikan tangan.

"Waalaikumsallam" jawab Sifa lalu membalas lambaian tangan Bara.

Sifa berjalan memasuki halaman rumahnya namun sedikit heran melihat gerbang nya yang terbuka "tumben banget gerbang nya kebuka" batin Sifa.

Sifa membuka pintu rumahnya dan kedua orangtuanya beserta adiknya sedang berkumpul diruang tamu "assalamualaikum" ucap Sifa sambil menyalami tangan ayah dan uminya.

"Waalaikumsallam"jawab orang tuanya nya berbarengan.

Sifa langsung duduk ditengah-tengah ayah dan uminya tak sabar ingin menceritakan Bara yang melamar nya hari ini.

"Umi Sifa punya kabar bahagia" ucap Sifa semangat.

"Waahh kabar apa sayang? Umi sama ayah juga punya kabar bahagia buat kamu" kata umi tak kalah semangat.

CINTA DIAM DIAMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang