Happy Reading
Sifa menjatuhkan dirinya keatas tempat tidur nya , mengapa serumit ini kisah cinta nya seolah dipermainkan oleh kenyataan. Ketika ia mencintai seseorang dan memendam nya bertahun-tahun tetapi orang itu seakan tak mempedulikan nya dan dengan seenaknya meminta dirinya untuk melupakannya namun setelah susah payah ia melupakan dan mencoba menerima yang lain , seseorang itu malah datang lagi membuat ragu pada hatinya.
"YaAllah Sifa bingung harus bahagia atau sedih sekarang , Sifa bingung harus berbuat apa" air mata Sifa kembali menetes.
Apa yang harus ia katakan pada Bara tentang ini semua , tega kah Sifa menyakiti hati laki-laki yang selama ini menjaga hatinya hanya untuk Sifa. Atau rela kah Sifa melewati kesempatan yang selama ini ia harapkan , dilamar oleh laki-laki yang ia cintai bertahun-tahun.
Sifa memejamkan matanya mencari kenyamanan diantara selimut nya mencoba menenangkan hati dan dirinya yang sangat lelah. Hari ini bantal dan selimutnya kembali menjadi saksi berapa banyak air mata yang keluar membasahi tempat terlelap nya sifa. Gadis yang selalu dibuat bimbang oleh keadaan sejak ia memutuskan untuk mencintai seorang lelaki dari masa kecilnya.
Tidur Sifa terusik saat ia merasakan sakit pada bagian punggungnya , semalaman ini ia tidur dalam keadaan tengkurap dan kini ia sedang mencoba memperbaiki posisi tidurnya namun hal itu menyebabkan Sifa terjaga dari tidur nya.
Sifa terbangun dan perlahan mengusap pipinya yang terdapat sisa air matanya yang membekas. Membuka kerudung nya yang ia pakai tidur tadi malam lalu mencari handphone nya yang ternyata masih berada didalam tas yang ia gunakan saat pergi bersama Bara.
Gadis itu duduk ditepi kasur menyalakan ponselnya untuk melihat jam dan menunjukkan pukul tiga dinihari. Sifa bangkit dari tempat tidur nya menghampiri lemari dan mengambil baju tidur lalu mengganti baju nya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Setelah selesai melaksanakan solat istikharah Sifa kembali membuka ponsel nya dan terdapat beberapa pesan masuk dan panggilan tak terjawab dari Bara. Lelaki itu menghubunginya untuk memberitahu bahwa dirinya sudah sampai di Surabaya. Sifa menatap miris pesan dari Bara , Sifa memilih untuk mematikan ponselnya dan menarik selimut lalu melanjutkan tidurnya demi melupakan sejenak kesedihan nya.
.
.
.
.
Sarapan sudah tersedia diatas meja makan terlihat Aisyah yang dengan semangat sedang memakan makanan nya. Hari ini hari Minggu sehingga keluarga Sifa berkumpul semua namun hanya Sifa yang belum terlihat dimeja makan pagi ini.
"Sifa belum bangun umi?" Tanya ayah sambil menyuapkan nasi ke mulut nya.
"Tadi sih waktu umi kekamar nya dia lagi dikamar mandi yah"
Tak berapa lama orang yang sedang dibicarakan pun muncul , Sifa duduk di kursi meja makan dengan wajah yang tidak baik-baik saja. Tak ada seorang pun yang berani bertanya pada Sifa saat ini sampai akhirnya Sifa sendiri yang membuka suara.
"Kapan Ali dan keluarganya datang kesini lagi yah?" Tanya Sifa dengan nada datar.
"Nanti malam kak" jawab ayahnya
"Kamu sudah bisa menentukan nya sayang?" Ucap uminya sedikit ragu
Sifa mengangguk lemah lalu meminum susu yang sudah disiapkan uminya .
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DIAM DIAM
Fiksi RemajaIni bukan tentang mantan nya saat di SMA , dan bukan juga senior dikampus nya ... Tapi ini tentang seorang laki laki yang dia kagumi beberapa tahun belakangan ini . Pria yang mampu membuat nya rela mencintai dalam diam. Thank you ❤️
