Happy Reading
"Sini cantik duduk" ucap mamah nya Bara setelah puas tertawa.
Sifa berjalan canggung dan duduk disamping mamahnya Bara. "Kalo calon menantu nya cantik seperti ini sih mamah terima dengan senang hati" ucap mamahnya Bara lagi membuat pipi Sifa memerah.
Lagi-lagi Sifa hanya tersenyum malu ia tak tau harus membalas ucapan mamahnya Bara seperti apa , dirinya sangat canggung saat ini. Seolah tau apa yang dirasakan Sifa , Bara langsung angkat bicara.
"Santai aja yaa Sifa jangan dipikirin omongan kita , kita cuma bercanda kok. Mah udah jangan digodain terus tuh anak nya jadi malu kan" ucap Bara
"Aduhhhh maaf yaa sayang Tante emang suka bercanda jangan dipikirin yaa omongan Tante, Sifa udah makan?"
"Udah Tante tadi sebelum kesini Sifa udah makan dirumah" jawab Sifa sopan.
"Kalo Tante minta tolong bantuin Tante masak mau?" Tanya mamahnya Bara berusaha akrab dengan Sifa.
Sifa menganggukkan kepalanya semangat, dia memang senang memasak bahkan dirumah jika sedang rajin urusan memasak dilakukan oleh Sifa.
"Mau banget Tante" ucap Sifa semangat.
"Oke deh kalo gitu yuk kita kedapur"
Mereka berdua pun langsung menuju dapur meninggalkan Bara sendiri diruang tamu.
Hampir satu jam Sifa dan mamahnya Bara sibuk di dapur menyiapkan masakan untuk makan siang, sesekali Bara memperhatikan keduanya yang terlihat seperti ibu dan anak perempuan nya.
Bara tersenyum melihat Sifa bisa cepat akrab dengan mamahnya, andai saja Sifa memiliki perasaan yang sama seperti dirinya mungkin Bara akan menjadi laki-laki yang sangat bahagia.
Sifa menata makanan yang sudah matang diatas meja makan , Bara masih setia memperhatikan setiap hal yang dilakukan Sifa . Merasa diperhatikan oleh Bara , Sifa menghentikan kegiatan nya dan menatap Bara beberapa detik.
"Apa?" Tanya Sifa sambil menaikkan alisnya sebelah.
"Apa?" Bara bingung dengan ucapan Sifa dan menanyakan balik.
"Kak Bara kenapa dari tadi ngeliatin aku terus?" Tanya Sifa sambil menarik kursi dan duduk dihadapan Bara membuat Bara gugup.
"Siapa yang ngeliatin kamu?"
Sifa semakin menajamkan tatapan nya menandakan dirinya tak percaya dengan ucapan Bara.
"Sifa tau Sifa cantik tapi gak usah ngeliatin Sifa sampe gak kedip gitu dong" ucap Sifa dengan PD nya.
Bara tertawa mendengar ucapan Sifa , dia merasa sedikit lega tadinya Bara berpikir Sifa akan marah karena mengetahui bahwa sejak tadi ia tidak mengalihkan pandangannya dari sifa.
"Kenapa sekarang ketawa emangnya ada yang lucu?"
"Ada" ucap Bara masih ketawa
"Apa yang lucu?"
"Kamu yang lucu , udah lucu ,cantik, manis baik hati dan tidak sombong lagi" ucap Bara dan kembali tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DIAM DIAM
Novela JuvenilIni bukan tentang mantan nya saat di SMA , dan bukan juga senior dikampus nya ... Tapi ini tentang seorang laki laki yang dia kagumi beberapa tahun belakangan ini . Pria yang mampu membuat nya rela mencintai dalam diam. Thank you ❤️
