Happy Reading
Setelah menutup telpon dari Bara , Sifa keluar dari kamarnya menuju meja makan. Ia mengoles kan selai pada roti tawar dan memakan nya sampai habis setengah. Disela-sela kesibukannya memakan roti , handphone nya kembali berbunyi namun kali ini bukan dari Bara tapi dari sahabat nya Rindu.
Sifa sedikit terkejut namun langsung menekan tombol warna hijau karena tak ingin sahabatnya menunggu lama.
"Hallo assalamualaikum" ucap Sifa semangat.
"Waalaikumsallam ehh sifaaaa" sahut wanita diseberang sana tak kalah semangat.
"Rinduu yaampun aku kangen banget" memang semenjak kejadian Sifa yang melupakan Rindu dikamar nya saat hari kelulusan beberapa waktu lalu , Sifa dan rindu belum bertemu lagi.
"Samaa gue juga kangen banget , lo ada dirumah gak? Gue kesana yaa" ucap Rindu
"Ada dong , sini sini aku tunggu yaa atau mau dijemput?" Tawar Sifa
"Gak usah nanti gue bawa mobil aja kesana, yaudah gue rapi-rapi dulu yaa byee" ucap Rindu langsung mematikan teleponnya.
"Ehmmm emang temen gak ada akhlak , maen mati-matiin aja untung aku orang nya gak suka marah-marah" dumel Sifa sambil menuju kamarnya untuk mandi.
Beberapa menit kemudian Sifa mendengar suara Rindu diruang tamu , tak heran jika suara Rindu terdengar sampai kekamar Sifa karena kelakuan Rindu sudah tidak mencerminkan sebagai tamu lagi , dia bertingkah seakan-akan dialah pemilik rumahnya.
Dan belum sampai lima menit pintu kamar Sifa sudah di dobrak tentu saja Sifa sudah mengetahui siapa pelaku nya . "Astaghfirullah kirain udah lama gak ketemu sikapnya udah berubah jadi lebih sopan" sindir Sifa.
"Hehehe sorry" ucap Rindu sambil cengengesan namun setelah itu Rindu langsung berhambur kepelukan Sifa.
"Ahhh kangen" ucap rindu manja.
"Samaaa, apa kabar?" Tanya Sifa sambil mengelus-elus punggung Rindu.
Rindu melepaskan pelukan nya "baik, kalo lo gimana? Masih jomblo?" Sesaat kemudian Rindu tertawa karena ucapan nya sendiri.
Sifa memudarkan senyuman nya berganti dengan wajah datar nya , kenapa sahabat nya ini tak pernah berubah masih sama seperti dulu senang menguji kesabaran Sifa.
"Kalo aku udah gak jomblo , kamu percaya?" Tanya Sifa sambil menaik-turunkan alisnya menggoda Rindu.
Rindu mendekatkan wajahnya ke wajah Sifa "emang serius lo udah gak jomblo lagi?" Tanya Rindu kepo.
Sifa memasang wajah meledek , sesekali membuat sahabatnya itu kesal sepertinya menyenangkan. Sifa berjalan menuju kasur, menyenderkan tubuhnya dan Rindu pun mengikuti apa yang sifa lakukan. Jiwa ke kepoan nya meronta-ronta.
"Ihh cepetan deh lo cerita emang lo udah punya pacar?" Ucap Rindu memaksa Sifa untuk cepat-cepat cerita.
Sifa mengangguk-anggukan kepalanya sambil berpikir sejenak "bukan pacar tapi lebih ke tahap pemantapan hati untuk kearah yang lebih serius sih" ucap Sifa ragu-ragu.
"Aku gak ngerti , aku gak mau pacaran tapi kalo ada yang ngajak serius aku siap nikah muda , menurut kamu salah gak?" Tanya Sifa pada Rindu.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DIAM DIAM
Fiksi RemajaIni bukan tentang mantan nya saat di SMA , dan bukan juga senior dikampus nya ... Tapi ini tentang seorang laki laki yang dia kagumi beberapa tahun belakangan ini . Pria yang mampu membuat nya rela mencintai dalam diam. Thank you ❤️
