Happy Reading
Sifa sedang duduk di perpustakaan bersama rindu , selesai kelas tadi mereka berdua langsung menuju perpustakaan mencari beberapa buku untuk bahan presentasi nya . Saat ini mereka sedang fokus dengan bukunya masing-masing dan tidak menyadari ada orang yang sudah duduk diantara mereka berdua .
"Ekhemm fokus banget baca nya sampe gak inget sekitar" suara cowok yang tak asing mengagetkan mereka berdua .
"Astaghfirullah kak bara ngagetin aja" kata Sifa dengan muka kaget nya
"Tau ihh kebiasaan nih kak bara kerjaan nya ngagetin terus" ucap rindu dengan muka tak kalah kaget.
"Hehehe sorry sorry abisnya kalian lucu kalo lagi serius gitu" kata bara sambil cengengesan.
"Lagi baca apa sih?" Tanya bara
"Kita lagi nyari bahan buat presentasi besok kak" jawab Sifa
Tiba-tiba bara melirik kearah laptop Sifa yang menampilkan powerpoint untuk presentasi lalu tersenyum.
"Jangan serius-serius amat ahh , sini aku yang kerjain aja ini mah gampang gak perlu nyari-nyari dibuku segala" ucap bara sambil mengambil alih laptop Sifa dan mulai mengerjakan tugasnya.
"Ehh jangan kak ngerepotin" tolak Sifa sambil menarik kembali laptop nya namun bara menahan .
"Udah gapapa , aku gak nerima penolakan yaa" kata bara sambil tersenyum .
"Aduhhhh jangan uwu-uwu dong depan gue jadi baper kan gue" ucapan rindu membuat bara kembali fokus ke laptop lagi . Sedangkan mereka berdua menutup bukunya dan hanya memperhatikan bara mengerjakan tugas .
Satu jam kemudian tugas mereka selesai ditangan bara . Beruntung saja senior nya ini satu jurusan dengan mereka dan merupakan salah satu mahasiswa terbaik di angkatan nya.
"Makasih banyak yaa kak bara udah ngerjain tugas kita , jadi enak" ucap rindu sambil tertawa . Sifa melotot kearah rindu sedangkan rindu hanya nyengir.
"Hehehehe maksudnya jadi gak enak kak , kalo gitu sebagai ucapan terima kasih gimana kalo kita traktir kak bara makan?" Kata rindu lagi.
Bara tampak berpikir tentang tawaran rindu dan kemudian menyetujui ajakan nya . Setelah itu mereka bertiga pergi ke cafe untuk makan .
"Kak bara pesen aja sepuasnya nanti Sifa yang bayar" lagi-lagi ucapan rindu membuat Sifa menatap nya tajam .
"Hehehehe becanda Sifa , kenapa sih hari ini lo suka banget melototin gue" rindu memang selalu menguji kesabaran Sifa .
"Kalian berdua itu lucu yaa kalo lagi berantem" bara terkekeh melihat tingkah dua sahabat ini.
Sifa hanya tersenyum sedangkan rindu tidak berani bicara apa-apa lagi ia takut Sifa benar-benar marah padahal mana bisa Sifa marah pada sahabat nya itu .
Pesanan datang dan mereka pun langsung menyantap nya . Setelah selesai pada akhirnya bara yang membayar kan makanan nya . Sebenarnya Sifa sudah berjalan ke kasir namun tiba-tiba gerakan bara lebih cepat dan alhasil bara yang membayar semuanya .
"Kak bara kok gitu sih tadi kan kita udah setuju kalo kak bara ditraktir sama kita kenapa sekarang kakak yang bayar semua nya , kita udah ngerepotin banyak lohh" kata Sifa yang merasa tidak enak .
"Dengerin yaa Sifa , pertama aku bantuin kalian ngerjain tugas karena emang mau bantu bukan mengharapkan traktiran atau apapun , yang kedua aku nyamperin kalian ke perpustakaan tadi emang niat nya mau traktir kalian jadi kamu gak usah ngerasa gak enak gitu yaa" jelas kak bara sambil tersenyum.
"Makasih banyak yaa kak" ucap Sifa
"Sama-sama sayang" kata bara jahil
Sifa membulatkan bola matanya terkejut mendengar ucapan bara , bara hanya tertawa melihat tingkah Sifa , dia sangat lucu saat sedang seperti itu .
"Becanda Sifa kamu lucu kalo lagi kaya gitu pantes aja rindu suka banget godain kamu" bara dan rindu tidak berhenti ketawa sedangkan Sifa sudah memasang wajah cemberut nya .
"Udah jangan ngambek ayo aku anterin kalian pulang" ucap bara lagi yang sudah berhenti tertawa.
"ayo kak kebetulan aku males banget kalo harus nunggu taxi" kata rindu semangat.
"Gak usah kak udah nyusahin kak bara terus dari tadi" ucap Sifa , rindu yang mendengar langsung memudarkan senyuman nya .
"Kamu denger omongan aku yang tadi kan? Udah ayo cepetan udah sore nanti anak perawan diculik om-om kalo pulang sendirian" kata bara sambil melangkah masuk mobil akhir nya Sifa pasrah dan ikut masuk.
Sesampainya didepan gerbang rumah Sifa , Sifa langsung turun setelah sebelumnya sempat menawarkan bara mampir namun ia menolak karena harus mengantar rindu pulang juga . Tak lama bara langsung pamit pulang dan saat Sifa ingin membuka gerbang ia melihat tetangga nya sedang berjalan menuju kearah nya .
Sifa yang awalnya ingin masuk kedalam rumah malah mematung didepan gerbang . Dia selalu gugup setiap kali melihat tetangga nya itu walaupun sudah berkali-kali bertemu.
"Dia ngeliat gue dianterin cowok gak yaa , kalo liat bisa-bisa dia mikir aneh lagi ,makin susah gue dapetin dia" batin Sifa .
"Assalamualaikum" suara itu membuyarkan lamunan Sifa ia tidak menyangka tetangga nya itu akan menyapa nya duluan .
"Waalaikumsallam A Ali " jawab Sifa sambil tersenyum
"Baru pulang?" Tanya Ali basa-basi
"Iyaa A baru pulang ngerjain tugas sama temen" jawab Sifa
"Mau kemana A? Tanya Sifa
"Aduhhhh ini mulut kenapa kepo banget sih" Sifa ngedumel dalam hati , gimana kalo cowok itu jadi risih karena ditanya-tanya.
"Mau kemasjid " jawab Ali dengan senyuman nya .
"YaAllah kenapa jawab nya pake senyum segala sih jadi meleleh kan hati gue , emang dasar nih hati baperan banget" batin Sifa
Ali mengerutkan keningnya saat Sifa tidak lagi bersuara dan malah senyum-senyum sendiri.
"Saya permisi yaa Assalamualaikum" ucap Ali
"Ehh iya waalaikumsallam A " jawab Sifa .
Sifa memandangi punggung Ali yang semakin menjauh dari dirinya . Dia tak menyangka akan mengagumi bahkan mencintai tetangganya itu .
"YaAllah Sifa mau dia aja gak mau yang lain" ucap nya setelah itu kembali melangkah memasuki rumahnya .
BERSAMBUNG
THANKS ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DIAM DIAM
Novela JuvenilIni bukan tentang mantan nya saat di SMA , dan bukan juga senior dikampus nya ... Tapi ini tentang seorang laki laki yang dia kagumi beberapa tahun belakangan ini . Pria yang mampu membuat nya rela mencintai dalam diam. Thank you ❤️
