8|hukuman

431 48 1
                                        

Hari senin,tepat pukul 07.20 para siswa mulai dari kelas X, XI , maupun kelas XII sudah berbaris rapi dilapangan.Uapacara bendera akan dilaksanakan sekitar 10 menit lagi.Sebagai ketua kelas,Rindi pastinya akan mengatur barisan teman teman sekelasnya.

Lengkap dengan atribut seperti dasi topi dan ikat pinggang sudah melekat pada tubuh rindi.Rindi celingak celinguk ketika menyadari bahwa barisan yang dia atur masih tersisa satu orang.

"Siapa yang belum dateng" tanya rindi pada salsa,salah satu temannya yang baris dibagian tengah.

"Gatau,Arga bolos lagi kalik" jawab Salsa.

Benar saja.kemarin Arga bolos dengan alasan dia sedang berada dirumah neneknya.Apa mungkin hari ini dia masih tidak masuk sekolah? Tanya rindi dalam hati.

Rindi menghiraukan masalah itu.Dia lalu baris di barisan paling belakang sedangkan nesha,lita,dan reva ada didepannya.Disamping rindi sekarang kosong,rindi sebagai penutup barisan,sedangkan di barisan paling akhir hanya ada dia,dito dan panji.

Ketika upacara hampir dimulai seseorang mengisi tempat kosong disamping Rindi.Rindi menoleh dan mendapati Arga,sudah berdiri disampingnya.Rindi hanya menoleh sekilas lalu pandangannya kembali kedepan.

"Bolos nggak ngajak ngajak" ucap Dito pada Arga yang sedang memperbaiki posisi dasinya.

"Iya,nggak solid banget" ucap panji kemudian.

"Yakali lo ngikutin gue bolos,dapet nilai merah mampus lo" jawab arga santai.

"Kalo lo juga dapet nilai merah dong?" Tanya dito lagi.

"Gue udah ijin sama ketua kelas" ucap arga sambil menoleh kearah Rindi."Ya kan?" Tanya Arga.

"Gatau" ucap rindi tanpa menoleh kearah Arga.

Rindi menoleh kearah arga ketika dagunya ditarik kesamping oleh arga.Tatapan tajam kini mengintimidasi kearah Arga.

"Sakit anjir" ucap Rindi kesal.

"Makanya kalo ditanya tu liat orangnya.Cowok ganteng masih aja dianggurin" Ucap Arga ketus.

"Angga denger mampus lo ga" ucap panji.Dia mulai kesal karena sedari tadi arga mengoceh.Dia tidak mau terseret masalah jika arga dimarahi nanti.

"Heh,kalian! upacara sudah mau mulai jangan berisik!" Tegur pak Bimo membuat Ke empat siswa itu bungkam diri.

Rindi yang sedari tadi moodnya sedang tidak bagus, Entah karena Dia bergadang tadi malam atau karena Aska.

Yang jelas sekarang Rindi hanya ingin bebas.Tidak ada pengganggu yang mengusiknya termasuk teman teman kelasnya.

"Lo sakit Rin?" Tanya dito melihat wajah rindi yang sedikit pucat.

"Enggak" jawab rindi singkat

"Bisa sakit emang?" Tanya arga dengan wajah menyebalkan bagi rindi.

Rindi hanya menatap arga sekilas dengan raut datarnya.

Upacara berlangsung khidmat setelahnya.Rindi yang hanya diam saja sambil sesekali menatap pak kepala sekolah yang sedang memberi amanat singkat,namun amanat yang diberi oleh pak kepala sekolah sama sekali tidak singkat,menurut siswa siswi disana.

"Kemaren lo ke Jepang bos?" Tanya panji dengan sedikit berbisik.

"Jepang? " Tanya arga bingung

"Kemaren lo gak masuk terus rindi bilang ke bu Maya kalo lo kerumah nenek lo?"

Gelagak tawa Arga membuncah jikalau saja tidak ia tahan.

"Ketawa anjir" ucap dito kesal

"Jadi gimana tolol" ucap Panji sambil menoyor kepala Arga.

My Sweet BadboyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang