Chapter 12

2.7K 208 6
                                        

---- Happy Reading ----

Sebelum baca jangan lupa di follow dulu..
Terima kasih...












Pagi ini Win Metawin tengah sibuk membagikan fomulir pada para pendaftar. Namun ia tidak hanya seorang diri, semua anggota BEM ikut membantu membagikan. Memang bukan terbilang sedikit yang mendaftar di Universitas Thammasat. Di setiap tahun nya, hampir seribu orang yang mendaftarkan diri disana, hal tersebut sangat dimaklumkan karena Universitas Thammasat adalah salah satu kampus terbaik di Bangkok. Sehingga banyak sekali yang ingin masuk di Universitas tersebut.

" Win ." Panggil Bright yang setiba disana. Lalu yang dipanggil pun menengadahkan kepala " Gue bisa bantu apa Win??." Ucap Bright lagi.

" Lo gantiin si Sammy aja Bright, soalnya tadi dia bilang kepala dia pusing karna belom sarapan ." Win sambil menunjuk kearah Sammy yang duduk tidak jauh dari nya. Kemudian Bright hanya menganggukkan kepala dan menghampiri Sammy yang memang sudah terlihat agak pucat.

Setelah Bright menggantikan Sammy. Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari para wanita yang sedang berbaris, karena terpesona melihat ketampanan Bright Vachirawit. Sehingga suasana terdengar sangat ramai. Sedangkan Win yang mendengar teriakan tersebut hanya bisa menggelengkan kepala.

" Phi Win ." Panggil salah seorang pria yang berada didepan Win. Win pun melihat kearah depan.

" Loh Aj! Kamu daftar disini juga??." Tanya Win pada adik kelasnya saat waktu di SMA dulu.

" Iya Phi, aku mau masuk sini biar bisa deket sama Phi Win ." Ujar Aj. Sehingga membuat Win hanya diam dan senyum. Aj Chayapol memang sudah menyukai Win sejak SMA dulu, pertemuannya dengan Aj ketika ia sedang berada dikantin, lalu tidak sengaja Aj menabrak Win hingga minuman yang dipegangnya tumpah mengotori baju Win. Dan dari kejadian itu membuat mereka berdua menjadi lebih dekat. Hingga berjalan nya waktu Aj mulai menyukai Win Metawin, lalu Aj pun menyatakan perasaannya, dan meminta Win untuk menjadi kekasihnya. Win pun menolak, lantaran ia menganggap pria itu hanya sebagai adik kelasnya saja.

" Phi Win. Boleh aku minta nomer hp Phi yang baru?? ." Pinta Aj. Dan Win hanya diam tak menanggapi, karena ia sekarang bingung bagaimana cara untuk menolak tanpa harus menyinggung perasaan juniornya itu. Memang setelah Aj yang mengungkapkan perasaan pada Win saat SMA dulu. Beberapa hari kemudian Win mulai menjaga jarak dari nya, menghindari sampai dengan mengganti nomer ponsel. Semua itu Win lakukan karena ia sudah mulai merasa risih dengan Aj yang selalu mengganggu dan terus menghubunginya setiap hari.

" Hey Nong! Kalo kamu udah selesai lebih baik langsung minggir, masih banyak yang ngantri dibelakang ." Ucap Bright sinis. Karena tidak suka melihat interaksi diantara kedua pria itu. Yang lebih muda menatap tajam, dan Bright balas dengan wajah tidak peduli.

" Makasih ya Phi Win ." Ucapnya sambil melayangkan senyum ke arah pria yang sudah membalas senyum nya, setelah itu pergi dan keluar dari barisan.

Win menghela nafas lega, lantaran tidak jadi memberikan nomer ponselnya pada Aj. Dan mungkin Win harus berterima kasih pada Bright yang sudah membantu.

...
Waktu sudah semakin siang. Tapi para pendaftar masih tetap menumpuk. Bright melihat Win yang menopangkan kepala ditangan sambil memijat keningnya pelan. Dengan gurat kelelahan yang sudah terlihat jelas, dengan cepat ia meminta satu anggota BEM untuk menggantikan pria manis tersebut.

" Win! ."

Win menoleh " Iya? ." Jawabnya singkat.

" Lo kalo udah cape mending istirahat aja Win. " Bright yang memang sudah kasihan melihat wajah Win yang telihat lemas.

Benci jadi Cinta (BrightWin)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang