Chapter 08

3K 251 11
                                        

----- Happy Reading -----


Sebelum baca jangan lupa difollow dulu..
Terima kasih..










Senyum secerah mentari pagi milik pria bernama Bright Vachirawit. Karena kali ini dirinya berniat mengajak Win Metawin berangkat ke kampus bersama, tanpa menghubunginya terlebih dahulu. Karena ia tidak mau mendapat penolakan lagi dari pria manis tersebut, memang Bright belakangan ini sering sekali mencoba mengajak Win untuk pergi ke kampus bersama, namun Win selalu menolaknya dengan alasan dirinya yang tidak mau merepotkan Bright. Walaupun Bright sudah menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah merasa direpotkan oleh nya, tetapi Win tetap saja menolak ajakannya. Maka dari itu, kali ini Bright berinisiatif untuk tidak memberitahukan Win terlebih dahulu.

Sesampai didepan halaman rumah Win Metawin. Bright sangat bersemangat keluar dari mobil, dan tidak lupa senyum yang masih terus menghiasi wajah tampan nya itu. Lalu dengan cepat Bright mengetuk pintu rumah Metawin.

Tok  Tok  Tok

" Permisi ."

Sedangkan sang tuan rumah yang sedang menikmati sarapan pagi nya merasa terganggu dengan suara ketukan pintu.

" Aduh, siapa si itu pagi-pagi udah namu ." Mew yang kesal karena dirinya yang sedang hikmat memakan makanan nya harus terhenti. " Bun, kamu bukain sana pintunya ." Mew yang menyuruh sang istri, dan Gulf yang sama sedang hikmat nya menyantap makanan nya enggan mau diberi perintah oleh suami nya itu. " Bunda gak mau, ayah aja sana yang bukain. Nasi bunda masih banyak tuh, sedangkan nasi ayah kan udah tinggal sedikit, jadi ayah yang harus bukain pintu ." Tunjuk Gulf pada piringnya yang memang masih terisi penuh, lalu menunjuk piring suami nya. Sedangkan Mew melanjutkan makan dan tidak menghiraukan celotehan dari istrinya.

" Bun!. siapa tau itu Bright temen nya Win yang bunda bilang ganteng itu ." Seru Toptap pada Gulf. Gulf yang mendengar ucapan anak sulung nya itu langsung diam dan kemudian tersenyum lebar, dengan cepat Gulf berdiri dari duduknya. Namun ketika hendak melangkah, Mew segera mencegahnya. " Tunggu. Lebih baik Toptap aja yang bukain pintu, biar bunda kamu lanjutin makannya ." Mew langsung memberikan perintah pada anaknya, Gulf yang sebelumnya bersemangat, kini mengembungkan pipi nya kesal karena suaminya itu. Lalu dirinya kembali duduk dan melanjutkan sarapannya, tidak lupa ia menatap suaminya dengan wajah sinis. Tetapi Mew membalas dengan tidak peduli.

Cklek..

Bright terkejut saat melihat seseorang yang membukakan pintu untuk nya " Hallo Phi ." sapanya pada yang lebih tua.

Ketika melihat sang tamu Toptap langsung memicingkan matanya tajam. " Lo cowo yang waktu itu dimall kan??." Tanya Toptap ketus.

" Iya, Phi ."

" Ngapain lo kesini??."  Toptap yang masih menunjukan wajah tidak suka nya.

" Saya mau jemput Win Phi ." Bright sedikit takut karena ditatap oleh Toptap dengan wajah yang begitu seram. Toptap sontak tidak percaya dengan maksud kedatangan Bright yang ingin menjemput adik kesayangannya. Bagaimana ia tidak terkejut, sepengetahuan dirinya Win dengan pria didepannya itu mereka saling bermusuhan. Tetapi, tiba-tiba hari ini pria itu datang dan ingin menjemput adik manis satu-satu nya itu. Sungguh Toptap dibuat tidak mengerti dengan keadaan.

" Oh ." hanya itu yang dikatakan oleh Toptap pada tamu nya tersebut. Kemudian ia mempersilahkan Bright masuk kedalam dan duduk diruang tamu. Tanpa berbicara, Toptap kembali kemeja makan untuk memanggil sang adik.

" Win ." Panggil Toptap, yang dipanggil hanya menoleh. " Ada yang nyariin kamu tuh didepan ." Ucap Toptap lalu duduk dikursi nya.

" Siapa?? ."

Benci jadi Cinta (BrightWin)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang