----- Happy Reading -----
Sebelum baca jangan lupa difollow..
Terima kasih...
Sudah terhitung dua minggu Bright Vachirawit terbaring dirumah sakit, dan dua minggu pula Win Metawin datang kerumah sakit sekedar mendonorkan darahnya untuk Bright.
Dan pada satu minggu yang lalu dokter sudah memperbolehkan Bright untuk bisa dibesuk. Itu semua dikarenakan kondisi Bright yang memang sudah mulai stabil.
Zeepruk yang sedang menjaga Bright dikejutkan dengan suara Bright yang memanggil-manggil nama Win. Dia sempat diam sesaat, mencoba mengingat nama yang disebutkan oleh putranya itu. Dan kemudian Zee memberikan usapan dikepala Bright seolah menenangkannya. Dia benar-benar bahagia, dengan kondisi Bright yang sudah sadar dari masa kritisnya. Tetapi dia juga bingung kenapa saat Bright sadar malah memanggil nama Win, yang nota bene hanya seorang teman.
" Mah.. Win dimana mah??."
" E-um.. Win lagi dijalan sayang ." Ujar Zee bohong.
" Aku ingin ketemu sama Win mah ."
" Iya sabar ya nak. Nanti kamu bakal ketemu sama Win ko ." Ucap Zee lalu tersenyum.
Kemudian Zee Prukk keluar meninggalkan Bright seorang diri. Memanggil Joss Wayar dan memintanya untuk menelpon Mike agar dia mengajak pria yang bernama Win datang kerumah sakit. Saat Joss ingin meminta penjelasan, Zee mengabaikannya dan memilih kembali masuk kedalam. Dia seperti itu bukan karena tidak mau menjelaskan kepada suaminya, melainkan Zee yang memang belum mengetahui maksud dari Bright yang meminta untuk bertemu dengan Win.
Sedangkan Joss Wayar yang mendapat perintah segera menelpon Mike. Setelah dirinya mengatakan seperti apa yang diminta sang istri pada Mike, lalu dari sebrang telpon langsung menjawab kata ' Iya '.
Tiga puluh menit kemudian Mike datang bersama Win dan juga Lee Thanat. Joss Wayar yang melihat kedatangan Win langsung memintanya masuk ke dalam ruangan dan menggantikan Zee Prukk. Zee yang mendengar suara pintu terbuka langsung menoleh kebelakang, dan tersenyum ketika melihat seseorang yang sedari tadi sudah ditunggu kedatangannya. Kemudian mempersilahkan pria manis tersebut duduk dan meninggalkannya berdua.
" Bright! ." Panggil Win pelan.
Bright yang mengenali suara yang memanggil namanya, dengan perlahan dia membuka mata. Betapa bahagia dirinya ketika melihat seseorang yang dirindukan tengah duduk disampingnya dengan mata yang berkaca-kaca.
" Win ."
Win tersenyum " Umm ."
" Gue seneng ada lo disini ." Ucap Bright. Dan Win lagi-lagi hanya tersenyum.
" Gue minta maaf ya Win ."
" Bright! Lo gak perlu minta maaf terus ke gue, karna lo gak ada salah apapun sama gue. Bahkan yang seharusnya minta maaf tuh gue bukan lo, karna gue lo jadi kaya gini ."
" Lo juga gak salah ko Win. Ini semua kesalahan gue sendiri yang gak hati-hati bawa mobilnya ." Ujarnya.
" Win! ." Panggil Bright lagi.
" Iya Bright?? ."
" Win. Mulai sekarang gue mau kita bisa deket lagi. Lo mau kan Win?? ." Bright menatap mata Win lekat, begitu pun dengan Win menatap mata Bright lekat. Dan sesaat kemudian matanya dia alihkan melihat kearah lain.
Win hanya bisa diam dan tak bergeming, sekarang dia merasa bingung apa yang harus diucapkannya. Karena didalam kepalanya masih tersimpan perkataan yang dia lontarkan pada kekasihnya Bright.
KAMU SEDANG MEMBACA
Benci jadi Cinta (BrightWin)
RomanceWin Metawin Jurusan Ekonomi tahun pertama itu sangat membenci Bright Vachirawit Jurusan Hukum tahun ketiga. Entah Setiap bertemu mereka seringkali berdebat sehingga sahabat dari masing-masing mereka pusing atas kelakuan sahabatnya itu. Tapi waktu te...
