Chapter 29

1.8K 156 19
                                        

----- Happy Reading -----

Sebelum baca jangan lupa difollow dulu..
Terima kasih..

.
.
.
.
.
.
.
.
.







Sepulangnya kuliah Mike dan Lee mencoba menghibur Bright dengan membawanya jalan-jalan, Mengunjungi tempat-tempat yang memang disukai oleh sahabatnya tersebut. Mereka berharap Bright bisa sedikit tersenyum dan melupakan masalahnya. Disepanjang jalan suasana didalam mobil begitu hening dan sedikit canggung, Mike yang melihat dari cermin mobil diatas kepalanya. Melihat Bright hanya diam menatap kearah jalan tanpa berucap satu kata pun, Mike menepuk pundak Lee yang memang duduk disebelah nya. Menyuruh pria tampan itu untuk  berbicara pada Bright. Lee yang tidak tau harus memulai pembicaraan dari mana, dia pun menolaknya dan malah kembali menyuruh Mike. Mike yang pada dasarnya tidak tau harus berkata apa, dia pun terus memaksa Lee. Sampai perdebatan kecil diantara mereka terjadi. Sampai pada akhirnya diantara mereka tidak ada yang berani memulai untuk membuka suara. Hal itu terjadi sampai mobil mereka berhenti disuatu tempat, dimana tempat baik untuk Bright. 

" Loh ko kita kesini Mike?! ."Tanya Bright yang merasa bingung.

" Eumm. Karna gue pengen hati lo sedikit lebih tenang, jadi gue bawa lo kesini! ." Bales Mike dan Bright diam tak membalas.

Mereka bertiga pun keluar dari mobil dan berjalan kearah masuk tempat ibadah tersebut. Sesampainya didalam kuil, Bright mulai berdo'a. Banyak do'a yang dia panjatkan, hingga air matanya pun turun. Selesainya mereka langsung memberikan makanan yang sudah disiapkan ke pada para biksu, setelah selesai memberikan makanan Bright melangkah pergi, baru dua langkah biksu tadi melontarkan kata yang membuatnya bingung. Ya, biksu tadi berkata " Nak! kamu lebih bersabar sedikit, suatu hari nanti kamu akan bersama orang yang sangat kamu cintai .". Mendengar kata-kata tadi Bright langsung membalikan badan dan menghampiri biksu.

" Maaf. Apa maksud dari ucapan biksu tadi? ." Tanya nya. Sang biksu hanya tersenyum dan tak memperjelas perkataan nya, dan memilih pergi. Bright tidak bisa berbuat apa-apa hanya diam melihat kepergian biksu yang sudah membuat isi kepalanya dipenuhi dengan tanda tanya.

" Hey Bright! ." Panggil Lee.

" Hah?! ."

" Ayo kita pergi! ." Ajak Lee.

" Tapi Lee, apa maksud dari omongan biksu? ."

" Gue juga gak tau, udah enggak usah terlalu dibawa serius mungkin biksu tadi cuma asal ngomong aja gak ada maksud apa-apa ."

" Tapi gue- ."

" Dahlah Bright lebih baik kita pergi ." Potong Mike. Bright diam dan menuruti ajakan kedua sahabatnya.

Ucapan sang biksu sudah membuatnya terus bertanya-tanya didalam pikirannya, sehingga lamunan singkat nya terbuyar dengan suara keras Lee yang memanggil namanya.

" Bright Lo masih mikirin omongan biksu tadi? ." Tanya Lee dan Bright hanya bergumam.

" Kan udah gue bilang jangan terlalu dibawa serius, biksu tadi cuma ngomong. Siapa tau yang diucapin biksu bukan buat lo tapi buat gue atau Mike! ." Ujar Lee, mencoba meyakinkan Bright.

" Eum... Bener juga si apa yang lo bilang Lee ."

" Tapi gue tetep masih penasaran si ." Bales Bright lagi.

" Aghhh.. terserah lo dah Bright ."

...
Sebelum ketempat berikutnya, mereka bertiga berhenti di sebuah restoran sekedar untuk mengisi perut yang lapar. Mereka memilih tempat paling pojok belakang dimana tempat yang tidak terlalu banyak orang, setelah mereka duduk tidak lama kemudian seorang pelayan datang menghampiri dan langsung memberikan buku menu. Setelah selesai memilih, mereka pun mengembalikan buku menu tersebut. Saat menunggu pesanan tiba, Mike yang sedang asik bermain game tidak sengaja kedua telinganya mendengar suara yang sangat dia hapal, ditambah lagi ada seseorang lain yang menyebut nama orang yang suaranya dia ketahui. Seketika itu juga Mike langsung berbalik badan, dan benar dugaannya! Pemilik suara itu adalah TopTap. Pria yang sedang dia dekati. Dia pun langsung bangun dan menghampiri pria manis tersebut.

Benci jadi Cinta (BrightWin)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang