----- Happy Reading -----
Sebelum baca jangan lupa difollow dulu...
Terima kasih...
Sementara itu Win Metawin duduk terdiam menatap layar ponsel nya dengan kepala menunduk. Dia masih merasa syok mendengar kabar Bright yang mengalami kecelakaan, lagi-lagi air matanya harus turun membasahi pipi. Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pipinya dan mengusap air matanya, seketika itu Win langsung melihat kedepan, dia sedikit terkejut ketika melihat Ohm Thitiwat yang sudah menyeka air matanya. Lalu Win berdiri dan ngusap air matanya menggunakan tangannya sendiri.
" Kamu kenapa nangis Win?? Siapa yang bikin kamu nangis?? ." Tanya Ohm.
" Aku gak kenapa-kenapa ko Phi ."
" Terus kenapa kamu nangis?? ."
" Bright! ."
" Kenapa sama dia?? Apa karna dia yang bikin kamu nangis?? ." Tanya Ohm lagi.
Win mengangguk " Bright kecelakaan Phi, dan sekarang dia dibawa kerumah sakit ." Ucap Win pelan.
Ohm terkejut " HAH!! Bright kecelakaan?? Kamu tau dari siapa kalo Bright kecelakaan?? ." Tanya Ohm seolah memastikan.
" Iya Bright kecelakaan Phi, aku tadi dikasih tau sama Phi Lee ."
" Iya udah, sekarang kita kerumah sakit aja Win. Kamu tau kan rumah sakit nya?? ."
" Iya Phi, Win tau. Phi Lee bilang Bright dirumah sakit Chulabhorn ."
Setelah itu Ohm dan Win beranjak menuju rumah sakit. Selama perjalanan, Ohm melirik kearah Win yang sedari tadi nampak gelisah.
Ohm menyentuh punggung tangan Win yang berada diatas pahanya " Kamu berdoa aja semoga Bright gak kenapa-kenapa ." Ucap Ohm sambil menarik kembali tangannya.
Win menoleh kearah Ohm " Iya Phi ." Balesnya singkat.
Karena jalanan yang sedikit macet, dua puluh menit kemudian mereka pun sampai dirumah sakit. Win segera turun dari mobil begitupun dengan Ohm Thitiwat, mereka langsung masuk kedalam dan bertanya pada salah satu suster yang bertugas disana. Win menyebutkan nama Bright Vachirawit pada suster tersebut, lalu suster tersebut mencari nama pasien yang disebutkan Win pada layar komputer. Tidak butuh waktu lama, suster tadi menyebutkan ruangan Bright berada. Ya, suster itu mengatakan bahwa Bright berada diruang ICU.
Win berjalan dengan cepat agar dirinya segera sampai disana. Ketika hampir sampai Win menghentikan langkahnya. Berdiri dibelakang tembok dan mendengarkan orang tua dari Bright yang mulai bertanya pada dokter.
" Gimana keadaan anak saya dok?? ."
" Mohon maaf anak bapak sama ibu mengalami kritis. "
Tangisan pun pecah dari ibu satu orang anak itu, tubuhnya dia sandarkan pada dada bidang sang suami.
" Akibat kecelakaan yang dialaminya,sehingga anak bapak sama ibu kekurangan banyak darah. Tetapi kami mohon maaf, rumah sakit kami belakangan ini sedang kehabisan stok darah. Jadi kami membutuhkan pendonor untuk menyelamatkan anak bapak sama ibu ."
" Kalo gitu ambil darah saya aja dok, saya mau mendonorkan darah saya untuk Bright ."
" Baiklah kalo gitu, ibu bisa ikut dengan saya. Kita akan tes terlebih dahulu apakah darah ibu cocok dengan pasien ."
KAMU SEDANG MEMBACA
Benci jadi Cinta (BrightWin)
RomanceWin Metawin Jurusan Ekonomi tahun pertama itu sangat membenci Bright Vachirawit Jurusan Hukum tahun ketiga. Entah Setiap bertemu mereka seringkali berdebat sehingga sahabat dari masing-masing mereka pusing atas kelakuan sahabatnya itu. Tapi waktu te...
