Tirta yang maklum bahwa lawannya hendak melarikan diri segera berkelebat ke arah Si Setan Cakar Neraka sambil babatkan tangan kananya. Satu gelombang angin dahsyat kembali menggebubu membuat buntalan asap tebal hitam memencar. Tapi begitu asap tersapu dan keadaan kembali terang, sosok si Setan Cakar Neraka sudah tidak nampak.
Tirta jadi menggeram jengkel, penasaran bukan main. Dan selain si Setan Cakar neraka, ternyata Iblis Mata Api yang tadi masih bertarung dengan Iblis Mesum Bukit Laranganpun tidak kelihatan pula. Tirta celingukan mencari tapi tidak ada tanda-tanda orang-orang itu.
Begitu teringat pada Mintari Tirta segera berkelebat ke arah semak belukar dimana tadi dirinya membaringkan gadis itu. Begitu tiba ditempat Mintari tadi tergeletak, Tirta terkejut bukan main. Di sana, di atas tanah berumput dibalik semak Mintari sudah dalam keadaan mengenaskan dengan pakaian robek tidak karuan disana sini.
Tangan gadis ini mencakari tanah disekitarnya, dan ternyata cakarannya itu pula yang telah membuat pakaiannya robek-robek hingga auratnya tersingkap kemana-mana. Dengan rasa penuh khawatir Tirta segera berlutut di samping gadis itu. Begitu melihat Tirta, sepasang matanya bercahaya terang. Mintari keluarkan desahan halus dan mulutnya berucap tersendat-sendat.
"Tirta, aku.. aku tidak tahan lagi. badanku panas.. sekali, geli dan... gatal. Peluklah aku Tirta, peluk aku dengan erat!" Dan tanpa diduga, gadis ini bangkit lalu memeluk tubuh Tirta dengan sangat erat disertai dengan tubuhnya yang bergetar hebat. Yang membuat Tirta tersentak dan panas dingin adalah ketika Mintari dengan desah napas yang panas kemudian menjilati telinga kirinya, dan menciumi lehernya dengan penuh napsu. Dada yang montok padat terasa kenyal di dadanya itu sudah hampir tidak terlindungi lagi akibat pakaian gadis itu sudah robek-robek. Tubuh Tirta seperti disengat aliran listrik.
Tapi segera sadar dan dengan gerakan cepat Tirta menotok tubuh Mintari di beberapa bagian. Seketika Mintari menggelosoh lemas dipangkuan Tirta tapi sepasang mata gadis itu masih terlihat liar dan desahan napasnya tetap memburu.
Dengan sangat hati-hati sekali dan berusaha menghindari menatap bagian-bagian tubuh Mintari yang terbuka, Tirta segera berkelebat membawa Mintari ke dalam rimba. Di dekat sebuah kali dibawah kerindangan sebuah pohon Tirta membaringkan tubuh gadis ini. Sambil berlutut Tirta membelai rambut gadis itu dan menatap sedih wajah cantik pucat itu. kemudian Tirta berkata dengan suara terharu.
"Mintari, aku terpaksa harus menotokmu. Aku akan berusaha menyembuhkanmu. Mudah-mudahan usahaku berhasil!"
Setelah berkata demikian Tirta mendudukkan tubuh Mintari yang lemas dan dirinya segera duduk pula bersila. Kedua telapak tangannya menempel di punggung Mintari yang sudah terbuka karena pakaiannya yang robek. Dengan mengerahkan hawa murninya lalu mengalirkannya ke dalam tubuh Mintari, Tirta berusaha mengeluarkan segala macam racun yang mengendap dalam pembuluh darah gadis ini.
Beberapa lamanya Tirta terus menyalurkan hawa sakti ke dalam tubuh Mintari. Gadis cantik yang masih dalam pengaruh racun Iblis Mesum Bukit Larangan ini merasakan adanya hawa hangat menjalari sekujur tubuhnya hingga gadis ini merasakan tubuhnya sedikit demi sedikit merasa nyaman. Hawa panas yang dirasakannya akibat racun perangsang pun sedikit berkurang. Kemudian hawa hangat berganti dengan hawa sejuk. Hawa sejuk ini tidak hanya mengalir ke seluruh tubuh tapi juga terasa meresap ke bagian kepalanya. Kini perasaan geli dan gatal pada bagian tubuh tertentunya juga perlahan menghilang.
Hampir selama satu jam Tirta menyalurkan tenaga dalamnya sampai merasakan bahwa tubuh Mintari tidak lagi terasa panas dan napas gadis itu juga kembali teratur. Tirta segera melepaskan telapak tangan dari punggung Mintari. Begitu tangan Tirta terlepas, totokan yang tadi membuat tubuh Mintari lemaspun buyar. Gadis ini segera mengatur napas dan aliran darahnya. Gadis ini merasakan tubuhnya sudah lebih enteng dan ringan, walaupun jantungnya masih terada berdebar dan dada masih sedikit sesak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Geger Parahiyangan
FantasySeorang tokoh silat ahli meramal mendapatkan sebuah petunjuk gaib bahwa rimba persilatan Tatar Pasundan akan mengalami kekacauan yang diakibatkan oleh sekelompok manusia misterius yang menamakan diri mereka Topeng Tengkorak Putih yang terdiri dari j...
